Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 10


__ADS_3

Ep 10


.


.


.


Kenzo tiba dikantor sang papa. Sebelum kekantor, tadi Kenzo sudah berganti pakaian dengan setelan jas kerjanya.


Setelah turun, ia buru-buru masuk sebab sang papa akan mengadakan rapat, ia hampir saja terlambat namun untungnya rapat sang papa belum dimulai.


Ceklek..


"maaf saya terlambat.."Ucap Kenzo setelah masuk ruangan rapat. Nampak kolega kerja sang papa dari kalangan pembisnis terlihat sudah berjajar rapi disana.


"Duduklah Nak.."balas Martius. Kenzo patuh dan segera duduk disisi sang papa.


"Mohon perhatiannya, perkenalkan dia putra saya yang akan ikut memimpin perusahaan saya ini. dan mungkin juga akan mulai debut mengembangkan perusahaan ini."Martius memperkenalkan Kenzo. Kenzo menundukkan kepala menghormati semuanya.


Diantara para kolega kerja papanya Kenzo, Ada satu wanita muda yang lumayan cantik dan terus memperhatikan Kenzo.


Sampai akhir pertemuan wanita itu juga hanya diam memperhatikan bagaimana Kenzo mempresentasikan semua gagasan yang ia buat sendiri. Tak ada yang tidak kagum dengan otak jenius Kenzo, Hingga mereka semua menyanjung putra Martius itu.


Rapat telah berakhir, beberapa kolega kerja Martius juga sudah keluar dari ruangan itu. Tinggal seorang dengan wanita muda tadi yang masih disana.


Kenzo segera membereskan berkas-berkasnya.


"Pa.. Kenzo langsung kerestoran mama ya.."pamit Kenzo.


"Eh tunggu Kenzo.. Ada yang mau papa bicarakan."cegah Martius.

__ADS_1


Kenzo.menatap sang papa seolah bertanya kenapa.


Martius pun segera menjelaskan. "Sebenarnya rekan kerja papa ini mau mengajak kita makan bersama."


Kenzo beralih pada Rekan kerja snang papa yang dimaksud.


"Iya Kenzo.. Kau mau kan ?? Ini putri saya sudah menunggu sejak tadi. Kasihan kan.."Balas Boris nama rekan kerja Martius.


"Baiklah.."Kenzo tak mau mempermalukan sang papa. Dan akhirnya ia setuju.


.


.


Direstoran Malika terus mengedarkan matanya mencari Kenzo yang tak kunjung datang.


"Apa dia dihadang Ari ya ?? Kok sampai jam segini belum datang ??!" gumam Malika.


rasa kawatir menyelimuti hati Malika tanpa ia sadari.


.


.


Disebuah restoran yang tak lain adalah restoran mama Liza sebagai pilihan Martius memenuhi ajakan rekan bisnisnya makan bersama.


Liza yang melihat suaminya datang bersama rekan kerjanya segera datang menyambut. Tak lupa Liza menyapa putri Dari Boris.


"Silahkan duduk dulu.. Sebentar lagi makanan datang.."Ucap mama Liza.


"Nyonya Liza ikut bergabung sekalian saja.. Ini bukan membahas bisnis kok.."ajak Boris.

__ADS_1


"Ah.. Benarkah, baiklah.."Liza segers duduk disamping anak Boris.


"Dia putrimu tuan ??" tanya Liza dengan antusiasnya.


" Iya..sayang perkenalkan dirimu Nak.." pinta Boris pada putrinya.


Gadis muda itu tersenyum malu-malu. Lalu mulai memperkenalkan diri. "Hay tante.. Om.. Namaku Fiza.."


"Aaa... Kau imut sekali sih.."Liza begitu gemas.


"Putra anda juga sangat hebat Nyonya Liza.. Saya tadi sampai tidak bisa bicara apapun."Puji Boris juga.


"Benarkah ??"Liza menatap Kenzo yang nampak.biasa. Ia hanya sesekali membenahi kaca matanya


"Tentu saja. Kenzo kan putraku.."timpal Martius dengan bangga.


"Pa.. Hentikan berkata seperti itu.." bisik Kenzo nampak tak nyaman.


Martius hanya bergelak saja. Diikuti Boris.


Tak lama nampak makanan datang, Liza pun segera mempersilahkan Semua untuk makan.


"Tuan Martius, andai kita bisa sering makan bersama layaknya keluarga, pasti sangat menyenangkan ya.."Ucap Boris.


"Iya.. Bagaimana kalau kita nikahkan saja anak-anak kita.."Balas Martius dengan mudah.


Sontak Kenzo tersedak.


Uhukk !!


Uhuukk !!

__ADS_1


.


.


__ADS_2