Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 65


__ADS_3

Ep 65


.


.


 Kenzo kembali merutuki dirinya saat Dokter berlarian menangani Malika yang tidak sadarkan diri karna muntah dan kembali pendarahan setelah mendengar penuturan Kenzo.


Mama Liza sangat prihatin sekali dengan kondisi Kenzo kali ini. Tidak pernah sekalipun Kenzo sesedih itu sepanjang hidupnya. Kali ini, seolah dunia menjadi gelap seperti tidak ada cahaya.


Dokter keluar dengan wajah seriusnya. "Tuan Kenzo.. Mari kita bicara."


"Iya.."Kenzo mengekor dibelakang Dokter.


"Tuan. Denyut jantung Nona terus menurun, Pendarahannya juga sangat hebat. Sangat berbahaya dan akan beresiko tinggi jika sampai terus dipertahankan tuan. kami tau, anda pasti sangat kesulitan mengambil keputusan, tapi jika tidak memilih salah satu, saya malah takut anda bisa kehilangan keduanya." Terang Dokter.


Kenzo meremas jemarinya yang menggenggam seraya memejamkan kedua matanya.


.


.


 Langkah Kenzo gontai saat mendekati ruangan dimana Malika berada. bisa terlihat pintu terbuka dan brankar berisi Malika yang tidak sadarkan diri keluar untuk dipindahkan.


"Mau dipindah kemana sus ??" Tanya Mama Liza keheranan serta kawatir.


"Nona akan menjalani operasi Nyonya."balasnSang perawat.

__ADS_1


"Operasi ??!" Mama Liza terkejut sekali.


Namun saat Kenzo sudah mendekat lalu memberi kode perawat agar segera pergi, Mama Liza buru-buru mendekati putranya.


"Ken.. Kau yang memberi ijin mereka ??"


Kenzo hanya tertunduk. Hal itu seketika membuat mama Liza segera memeluk Kenzo berusaha memberi kekuatan untuk putra satu-satunya.


"Bertahanlah Nak.. Kuatkan hatimu, yang kau putuskan benar sayang.."


Kenzo hanya membalas dengan anggukan saja. Papa Martiuz juga ikut memeluk putranya. Cobaan ini terlalu berat untuk Kenzo, Bagi Martiuz.


.


.


Disini, disebuah ruangan VVIP Kenzo terus menggenggam jemari Malika. Tak sedetikpun Kenzo meninggaalkan istrinya, Kenzo sangat takut sekali jika sampai sadar dan mengamuk akibat pengangkatan janin mereka.


" Kenzo, makanlah Nak. Biar mama yang jaga Malika.," bujuk Mama Liza pada putranya.


"Tidak Ma.."Balas Kenzo lirih.


"Kenzo.. Kau juga harus menjaga kesehatanmu. Jangan sampai malah gantian kalian sakitnya."Nasehat mama Liza.


"Yang dikatakan mamamu benar Ken. sejak Malika masuk rumah sakit kau tidak memikirkan pola makanmu."Imbuh Papa Martiuz.


Akhirnya dengan segala bujukan dari kedua orangtuanya, kenzo mau untuk makan..Namun ia.tidak mau jika terlalu jauh dari Malika.

__ADS_1


"Kapan Malika bangun Ma.. Pa ??" kenzo begitu mengharapkan


"Sabarlah Ken. Kita berdoa saja Malika segers bangun."mama Liza


Kenzo tak mengalihkan tatapannya,


"Segeralah bangun, jika kau mau memarahiku silahkan sayang.. Aku tidak bisa kehilangan kamu Malika.. Sumpah demi apapun" Gumam Kenzo dengan sepenuh hati.


.


.


Sinar mentari menerobos masuk keruang rawat dimana Malika berada, Ternyata Malika sudah membuka kedua matanya sejak tadi. Mata yang tidak berhenti menitikkan air mata.


wanita mana yang tidak terpukul jika harus gagal menjaga anugerah yang begitu dinanti banyak wanita lain diluar sana. Didalam hati tak henti-hentinya Malika merutuki dirinya yang harus mengalami kandungan lemah.


itulah sebabnya ia sulit hamil hingga beberapa bulan lamanya ??


Kenzo yang tertidur disisi ranjang Malika perlahan mengeliat saat kesadarannya mulai terkumpul. Kenzo pun langsung mendekati wajah Malika yang sudah membuka mata namun terrlihat terus menitikkan air mata.


"Sayang.. Kau sudah bangun ?? Syukurlah.."Kenzo seketika memeluk Malika.


"Seharusnya biarkan aku yang mengalah Hubby.. Aku sangat menginginkan janin itu.."Suara Malika terputus-putus dan lemah, nyaris tak terdengar.


Kenzo membuka pelukannya. Ia mengusap kening Malika serta air mata yang terus menetes dikedua pipi Malika. "Jangan fikirkan semua itu. Kau lebih penting dari apapun. Mungkin Tuhan memang belum mempercayakannya pada kita. Bersabarlah sayang.. Aku mohon.."


.

__ADS_1


.


__ADS_2