
Ep 45
.
.
Kenzo baru tiba malam dikediaman sang paman. Kenzo sangat terpukau dengan mansion milik sang paman yang begitu luas dan sangat mewah.
"Astaga.. Semua keluarga Mama itu orang kaya ya.. Bahkan aku yakin paman lebih kaya dari mama.."Gumam Kenzo.
Kedatangan Kenzo disambut Romi dan Yohan, asisten pamannya Kenzo yakni Revandra.
"Tuan sudah menunggu didalam tuan muda.. Silahkan.."
"Terima kasih paman.. Maaf merepotkan lagi.."Balas Kenzo yang segera mengekor dibelakang Romi.
.
.
Kenzo langsung digiring diruangan belakang yang tak kalah luas, bahkan disana juga ada sebuah rumah yang luas dan mewah juga.
"Apa paman disana ??" Tanya Kenzo pada Romi.
"Iya tuan.."balas Romi.
Setibanya disana, Romi langsung membukakan pintu.
Dan benar saja, Pamannya tengah sibuk mengetik papan keyboard dengan layar besar didepannya. Kenzo tak henti-hentinya menganggumi semua alat canggih milik sang paman.
__ADS_1
"Kenzo segera lah kemari dan tunjukkan Rekaman CCTV nya. Aku harus menghadiri acara ulangtahun cucuku."Ucap Revandra tanpa menoleh.
"Ah..iya paman. "Kenzo berlari mendekati pamannya dan buru-buru menunjukkan Rekaman CCTVnya.
"Apapun yang kau lihat, jangan pernah katakan pada siapapun. Termasuk kekasihmu."pesan Revandra.
"Iya paman. Aku berjanji."Balas Kenzo serius.
.
.
Didepan meja rias, Malika sesekali menyapu air matanya. Ia tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan Ari..Apalagi saat Ari mengirimi gambar Kenzo, seolah memojokkan Malika.
"Ya Tuhan.. maafkan aku, aku mohon jaga Kenzo.. Jangan biarkan Ari menyakiti dia.."Ucap Malika penuh harap.
Berat sekali rasanya Malika keluar dari rumah. Bahkan berulang kali Malika menghubungi nomer Kenzo tetap tak ada jawaban.
.
.
"Namanya cupu tetap cupu.. Otaknya pasti juga dangkal.."ucap Ari yang segera turun dari mobil.
Bersamaan dengan Malika yang turun dari taksi.
Senyum Ari semakin lebar saat Malika benar-benar menepati janjinya.
Segera Ari menghampiri Malika.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang.. Ayo.."Ari menggandeng lengan Malika. Awalnya Malika hendak menolak tapi Bisikan dari Ari membuat Malika tak bisa berbuat apa-apa.
"Kau ingin langsung kekamar atau pemanasan dulu.." tawar Ari
"Pria gila !!" umpat Malika.
Ari tak marah ia malah tersenyum lebar. Dan benar saja, Ari menggiring Malika kesebuah restoran terlebih dahulu. entah apa memang sudah disiapkan atau tidak, memang makan malam itu sangat romantis dengan nuansa yang begitu indah. jika itu untuk pasangan yang saling mencintai pasti sangat berkesan, tapi ini dalam situasi yang begitu menyakitkan sekali.
Terlihat pelayan mulai menyiapkan menu spesial pesanan Ari.
"Dimana kau sembunyikan Kenzo ??" Malika menatap Ari dengan tajam.
Ari terkekeh seraya menuang wine digelas Malika.
"Kau sepertinya mulai menyukainya sungguhan ya ??"
"Katakan dimana dia ??!!" Sentak Malika.
"Pelankan suaramu Sayang.."Ari menyimpan senyumnya dan langsung menatap tajam Malika juga.
"Lepaskan Kenzo dulu.. Aku akan menuruti semua yang kau inginkan."Ucap Malika.
"Hah.. Kau mau menipuku ?? Lakukan tugasmu dulu"Balas Ari.
"Lalu untuk apa kau mengajakku kemari ??!! Kau fikir aku orang kelaparan ??!!" Protes Malika yang sudah mulai jengah.
"Sabar sayang.. Kau harus minum dulu.. Supaya performamu membuatku puas."tatapan Ari sangat membuat Malika jijik sekali.
"Dasar pria bajingan !!! Jika kau sampai membohongiku tanganku sendiri yang akan membunuhmu."Umpat Malika didalam hati.
__ADS_1
.
.