
vEp 39
.
.
.
Sampai tengah malam Malika tak dapat memejamkan kedua matanya. ia begitu kefikiran dengan apa yang telah terjadi. Sama sekali tidak terlintas difikiran Malika akan serius diusia itu, namun ternyata sambutan hangat mamanya Kenzo, cukup membuat hati Malika merasa amat bersalah.
Malika membuang nafasnya dengan panjang seraya mengusap wajahnya lalu kembali duduk.
"Jika Kenzo tau aku menjadikan dia taruhan bagaimana ??"Gumam Malika.
"apa aku harus jujur saja ?? Tapi Nanti Kenzo membenciku ??! Aaahh..."Malika menengkurapkan tubuhnya dengan segala rasa frustasinya.
.
.
Pagi sudah datang dengan cepat. Malika juga sudah sampai diKampus, Kenzo sudah mengabari jika ia tidak bisa menjemput dan Kekampus karna Harus menemani sang papa mitting dikantor.
Malika masuk kampus dengan fikiran yang masih tak karuan hingga ia tak sadar jika langkahnya dihadang Ari dan ketiga temannya.
"Kenapa ?? Lagi galau ??" Tegur Ari
Malika sangatlah terkejut, Ia terlalu fokus memikirkan Kenzo sampai tak sadar jika dihadang Ari.
Malika mundur beberapa kali.
__ADS_1
"Mau kemana ?? Jangan sok polos kau Malika.."Ari lebih mendekati Malika.
Dengan Liar Ari hendak mencium Malika, namun dengan cepat reflek Malika menampar pipi Ari.
Plakk !!!
Ari memegangi pipi kanannya yang terkena tamparan Malika. Lalu sembari menyeringai Ari kembali menatap Malika.
"wauu, Kau cukup berani ya ?? Karna punya pembela Cupu ??" ejek Ari.
"Sebenarnya maumu apa sih ar ??!! mau aku laporkan polisi atas apa yang kau lakukan padaku ??!" Dengan berani Malika melawan.
"Ha..ha..ha.. Laporkan saja..nanti gantian aku yang melaporkanmu pada Kenzo.."Balas Ari dengan mudah.
Alis Malika bertaut menjadi satu. "Apa maksudmu ??"
Ari menatap serius Malika dari dekat. "Kartumu sudah aku pegang Malika.. Kau harus menuruti keinginanku, jika kau tidak mau kebohonganmu diketahui Cupu."
"Bagaimana ??" Ari
"Aku tidak tau maksud dari ucapanmu, minggir aku ada kelas pagi."Malika hendak pergi namun kembali Ari memegangi tangan Malika.
"Jangan menghindar begitu saja Malika !!" sentak Ari.
"Lepaskan Ari !! Aku akan teriak jika kau tetap seperti ini ??!!"balas Malika.
"Teriaklah.. Dan aku akan membeberkan kebohonganmu didepan semua orang dikampus ini !!" sanggah Ari dengan mudah.
"Kebohongan apa yang kau maksud ??!!"
__ADS_1
"Taruhan."balas Ari seketika.
Mulut Malika bungkam seketika, Taruhan ?? Bagaimana bisa Ari tau semua itu ?? Mungkinkah dari vanesa atau Tasya ?? Tapi itu tidak lah mungkin.
"Kenapa ?? Kaget ya ??" Ari menyeringai penuh hinaan.
susah payah Malika menelan ludahnya. "Taruhan ?? Aku tidak tau mak..-"
"Teruslah mengelak Malika.. Karna jika siCupu tau kau menjadikan dia bahan taruhan, aku yakin pelindungmu itu akan kecewa dan langsung meninggalkan pembohong sepertimu !!" ungkap Ari dengan gamblang.
Air mata Malika lolos seketika. Rahasianya sudah diketahui oranglain ia harus bagaimana.
"tenang sayang. Aku tidak akan mengatakannya pada Cupu asal kau mau menuruti satu syarat dariku."Ari meletakkan dagunya dipundak Malika.
Malika yang tersadar segera menghindar. "Apa ?? Awas jika kau sampai.mengatakan hal ini pada Kenzo.."
"Tenang sayang.. Tenanglah.. Aku bisa tutup mulut kok."Ari tertawa senang.
"Katakan Ari !!! Apa syaratnya ??!!" sentak Malika yang mulai jengah. Fikiran Malika seolah sudah buntu, tidak tau harus bagaimana.
"Akhir pekan nanti kau harus menemaniku cek in dihotel."ucap Ari.
"Kau benar-benar sudah gila Ar !! Kau fikir aku wanita ****** ??!!!"Protes Malika dengan suara meninggi.
"Masih tanya lagi. Kau lebih rendah dari itu Malika. hanya demi sepuluh juta kau rela mempermainkan perasaan orang lain. Apa namanya jika bukan wanita murahan !!!?" Balas Ari tak kalah lantang.
Dada Maliks terus bergemuruh dengan segala kecamuk yang menjadi satu. Ia memutar tubuhnya dan berlari pergi tidak jadi masuk kampus.
"Aku beri waktu sampai besok Malika !!! Jika kau belum memberi jawaban siapkan diri saja menerima Amarahnya Cupu !!!" Teriakan Ari bisa didengar oleh Malika yang terus melangkah tanpa menoleh.
__ADS_1
.
.