
Ep 27
.
.
Sampai petang menjelang Kenzo belum selesai dengan pekerjaannya. Ia terus melanjutkan memeriksa laporan diRestoran sang mama.
"Huh.. Sungguh melelahkan sekali.."Gumam Kenzo.
Setelah berkutat hampir beberapa jam, akhirnya kerjaan Kenzo selesai. Ia pun buru-buru membereskan meja kerjanya. Dan langsung keluar untuk pulang.
Tak sengaja saat Kenzo tiba didepan, meneger Restoran itu tengah berbincang dengan salah satu pelayan.
"Jadi kau tidak tau Malika kemana ??" Tanya Aji pada salah satu pelayan direstoran itu.
"Tidak pak.. Dia kan memang seperti itu suka bolos kerja."balas pelayan itu.
"Tapi tidak biasanya dia begitu..Apa kau tau alamat rumahnya ??" Tanya Aji lagi.
Pelayan itu nampak tak suka sekali. "Pak. Malika itu anak bebas. Pasti dia bosan kerja disini. Buat apa bapak tanya alamat rumahnya ?? Kalau dia beneran mau kerja, seharusnya tidak perlu dong didatangi dirumahnya."
Baru saja Aji mau bicara, Kenzo berdehem mendekat. "Ehemm!!"
Aji cukup terkejut dan segera menunduk memberi salam. "Maaf tuan.. Saya tidak tau anda disini."
"Kalian sedang apa disini ??" tanya Kenzo.
Aji bingung mau menjawab apa. Sementara pelayan itu langsung menjawab. "pak Aji mencari Malika Tuan. Pelayan yang tidak masuk beberapa hari."
"Lalu ??" selidik Kenzo.
"Em.. Tuan.. Saya hanya profesional kerja saja kok. Anda jangan terlalu memikirkannya."Aji segera meralat.
__ADS_1
"Kalian berdua berusahalah berfikir positif. Mungkin saja dia sakit atau sedang ada kepentingan. Jangan suka menuduh yang tidak-tidak."Tutur Kenzo.
"baik tuan. Saya permisi dulu.."Pelayan itu segera berlalu. Kenzo yang tak mau berlama-lama dihadapan Aji, memilih segera keluar dari Restoran itu.
"Dasar pria cupu.. Andai bukan putranya Nyonya Aku sudah lawan dia.."Gerutu Aji dengan kesalnya. Sebab semenjak ada Kenzo, Aji tak dapat lagi bermalas-malasan bekerja. Ia harus memeriksa stok bahan Restoran setiap hari sesuai keinginan Kenzo.
.
.
Mobil Kenzo berhenti tepat didepan rumah Malika. Kenzo pun segera turun tak lupa ia membawa beberapa makanan yang ia beli dijalan tadi.
Tok..
Tok..
Tok..
Tok..
"Kenzo.."Malika cukup terkejut. Saat benar adanya Kenzo yang ada dihadapannya.
"Apa aku mengganggu istirahatmu ?? Kau sudah lebih baik ??" Kenzo memberondong Malika dengan beberapa pertanyaan.
"Ah.. Em.. Lumayan. Aku sudah lebih baik. Em..ayo masuk.."Ajak Malika. Kenzo nampak mengangguk lalu kemudian mengekor dibelakang Malika.
"Malika. Kau sudah makan belum ?? Ini aku belikan makanan."Kenzo menyodorkan Paper bag berisi makanan.
"Kenzo.. Kau seharusnya tidak perlu serepot ini.. Tapi terima kasih ya.."Malika tersenyum lebar.
"Em.. Bagaimana jika kita makan sama-sama ?? Aku tidak akan habis jika hanya sendiri memakannya."tawar Malika.
"Boleh.."Kenzo pun turut mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Keduanya menikmati makan malam bersama dengan candaan yang sesekali Malika lontarkan.
"Apa kau sudah lebih baik malika ??" Kenzo memberanikan diri bertanya setelah selesai makan.
"Iya. Aku sudah lebih baik. Kau tidak perlu kawatir."Malika menerbitkan senyum saat membalas.
"Kau bohong Malika.. Dari sorot Matamu saja aku bisa melihat kegundahan dan ketakutan.."Batin Kenzo.
Malika yang ditatap intens oleh Kenzo langsung mengalihkan tatapannya kearah lain.
"Kenzo.. Kenapa kau menatapku seperti itu ?? Dan ini jantungku kenapa seperti ini.."batin Malika.
"Em.. Ken, Kau tadi kerestoran tidak ??"Malika memecahkan keheningan.
"Iya. Kenapa ??" Balas Kenzo.
"Aku lupa tidak ijin dengan meneger. Aku takut jika kena potong gajiku.. Kau bisa mengijinkanku tidak ?? Tidak lama. Mungkin lusa aku sudah masuk lagi.."Pinta Malika.
"Memang meneger itu suka memotong gaji karyawan ya ??"Kenzo malah balik tanya.
"Tidak juga. Tapi beberapa temanku dulu seperti itu. Aku jaga-jaga saja."Timpal Malika.
"Tenang saja. Aku sudah mengijinkanmu kok. Dan jika kau memang belum siap keluar rumah, Kau bisa istirahat sampai kau benar-benar siap."Tutur Kenzo.
"Benarkah ??!! Wah.. Pak Aji benar-benar baik sekali.."Girang Malika.
alis Kenzo bertaut menjadi satu. "Kok pak Aji ??"
"Ya tentu saja.. Kalau dia jahat, sudah pasti aku kena omel."Balas Malika.
Kenzo sama sekali tidak percaya. bahkan ijin itu datang langsung dari dia yang memegang restoran itu. Namun Kenzo tak mungkin mengatakannya, melihat Malika cukup senang Membuat hati Kenzo juga senang.
.
__ADS_1
.