
Ep 31
.
.
Meski sedikit dikucilkan dari teman-teman kerjanya, Malika tetap melanjutkan pekerjaan seolah tak terjadi apa-apa.
Hingga Terlihat Kenzo juga sudah datang, bersamaan dengan Malika yang selesai mengantar pesanan. Saat melihat Malika, sudut bibir Kenzo terangkat. Niatnya hendak langsung keruangan diurungkan dan memilih menghampiri Malika. Malika sendiri nampak tak terlalu peduli karna Ia cukup lelah pada teman kerjanya.
"Malika.. Tunggu.."Cegah Kenzo. Malika menoleh dengan malas. Ia cukup terkejut saat melihat Kenzo sudah dibelakangnya.
"Oh.. Kau, kau baru datang ya ??"balas Malika.
"Iya. Kau kenapa ?? Pusing lagi ??" tanya Kenzo dengan serius.
"Tidak.. Hanya saja pelanggan tadi sedikit menyebalkan.."Malika mengulas senyum agar Kenzo tak curiga.
"Oh.. Ya sudah, tapi kalau memang kau lelah istirahat saja. Kesehatan jauh lebih penting dari apapun."ucap Kenzo.
"terima kasih. Kau juga.."balas Malika. Keduanya saling lempar senyum sebelum Kenzo menuju ruangannya.
.
__ADS_1
.
Saat Malika mengambil pesanan minuman, Teman kerja Malika sengaja menyindir Malika disisinya.
"Dasar ya.. Kalau wanita penggoda itu tidak akan tau malu.. Sudah menggoda bawahannya, eh.. Lanjut keatasannya.. Menjijikkan sekali.."
"Iya.. Lagaknya aja sok Alim.. Ternyata wanita gampangan.."Balas yang lain.
"Kira-kira tuan muda tau tidak ya.. Kalau wanita itu bukan wanita baik-baik.. ?? Kan kasihan kalau sampai tuan muda terjerat."seakan tak memiliki rasa apapun, teman-teman Kerja Malika memang cukup membuat telinga Malika panas, Namun Malika terus mengontrol diri. Ia memilih langsung pergi membawa nampan berisi minuman pesanan pelanggan.
Kenzo yang hendak keruangan meneger tak sengaja mendengar celotehan Pelayan teman Malika.
Langkah Kenzo seketika berhenti saat nama Malika terdengar ditelingannya.
"Sepertinya, Malika pakai tubuhnya deh buat merayu pak Aji supaya pak Aji tunduk dengan dia."
"Sialan tuh anak !! Itu namanya curang dong !! Kita kan sama-sama kerja.."
"Salahmu sendiri gagal merayu pak Aji.."
Asik mengobrol sampai keduanya tidak sadar jika Kenzo sudah dibelakang mereka.
"Ehem !!" deheman Kenzo seketika membuat dua pelayan itu terperajak. Mereka langsung memutar tubuhnya menghadap Kenzo berada. Mata mereka seketika membola, bercampur ketakutan yang menjadi satu dalam diri mereka.
__ADS_1
"Apa diluar sudah tidak ada pelanggan ??" Tegur Kenzo dengan serius.
"Maaf tuan muda.. Kami mau kekamar mandi.."alasan mereka.
"Kekamar mandi ?? Tidak salah arah ??"
Kedua pelayan itu terskak tidak bisa berkata lagi.
"Dan lagi. Kalian dipekerjakan disini untuk bekerja. Bukan membuat gosip atau menghina orang. Urus saja urusan kalian. Jika sekali lagi saya dengar kalian membicarakan hal yang tidak benar tentang Malika, Saya sendiri yang akan memecat kalian."Terang Kenzo dengan Tegas.
"Baik tuan.. Maafkan kami.. Kami permisi.."Keduanya buru-buru pergi. Baru kali ini mereka melihat ketegasan dibalik keluguan Seorang Putra tunggal pemilik restoran itu.
Kenzo membuang kasar nafasnya dan.melanjutkan niatnya menuju ruangan Aji.
ternyata sejak tadi Malika mendengarkan Kenzo yang menegur rekan pelayan Malika itu.
"Tuan muda ?? Kenzo ?? Maksud mereka apa ?? Apa jangan-jangan.." Malika seolah tidak percaya dengan tebakannya. Tapi kenapa Kenzo selalu mengatakan jika ia hanya bekerja direstoran itu ??
"Ahh.. Memusingkan.. Mau dia tuan muda atau bukan itu kan bukan urusanku, Malika.. Fokuslah bekerja.."Malika kembali melanjutkan pekerjaannya.
.
.
__ADS_1