Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 48


__ADS_3

Ep 48


.


.


.


 Kenzo menyimpan Belatinya didalam saku blazer yang ia pakai. Setelah ia keluar ada dua orang pria berpakaian hitam bergantian masuk.


"Terima kasih bantuannya."Ucap Kenzo.


"Kami hanya diperintah tuan.muda. Lalu jasad pria itu harus kami apakan tuan ??" Tanya salah satu pria itu.


"Terserah kalian. Asal aman saja. Aku harus segera turun."Kenzo segera berlalu dari hadapan dua pria itu.


.


.


Malika menolak diajak masuk kedalam mobil oleh kedua temannya. Rasa kawatir pada Kenzo sudah menggunung dengan semua yang terjadi.


"Kita jangan pergi dulu.. Kenzo nanti bisa tertangkap ari lagi.."Ucap Malika.


"Malika.. Kau sadar tidak. Ari hanya menjadikan itu sebagai alat untuk menipumu.. Mengalahkan Kenzo saja Ari tidak bisa bagaimana mau menangkap.."Balas Tasya.

__ADS_1


"Apa ??! Jadi Ari sudah membohongiku ?? Lalu foto kenzo ini.."Malika menunjukkan pada Tasya Dan Vanesa


"Kau kurang fokus Malika.. Ini hanya mirip.. Dia menunduk.. Bahunya saja kecil.. Kau lupa Kalau Kenzo punya bahu yang cukup lebar ?!!" TambahVanesa. Malika kembali mengamati gambar yang dikirim Ari.


"Tapi Kenzo juga tidak bisa aku hubungi sejak tadi siang ??!" Malika masih tak percaya.


"Sekarang aku jelaskan ya.. Kenzo sejak siang tadi ketempat saudaranya, Dia pergi dari rumahmu karna restorannya terbakar. Entah bagaimana ceritanya, kenzo bilang jika nomer ponselnya sudah diretas orang, makanya mau seperti apa kau menghubunginya tidak akan bisa.."Terang Tasya bercerita.


"Apa ???" Malika seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.


Vanesa hendak menambahi ucapan, namun urung ia lakukan saat melihat Kenzo suda keluar.


"Kenzo tuh Ma.."Vanesa memberitau Malika.


"Kenzo.."tanpa menunggu apapun, Malika langsung memeluk Kenzo dengan erat.


"Aku kawatir padamu Ken.. maafkan aku sudah tertipu lagi.. Ken.."Tangis Malika


Hening, Kenzo diam tanpa membalas baik pelukan atau Ucapan Malika.


Sadar Ada yang tidak beres, Malika perlahan mengendurkan pelukannya hingga lama-lama terlepas, dengan matanya yang masih banyak air mata, Malika menengadah melihat wajah Kenzo.


Sesuatu yang mengejutkan, Kenzo tak menatap dirinya sedikitpun.


"Ken.."panggil Malika lirih.

__ADS_1


"Kalian antar Malika kembali."Ucap Kenzo seraya menatap Vanesa dan Tasya Setelahnya Kenzo langsung pergi melewati Malika begitu saja tanpa pamit dan tanpa bicara lagi.


Malika terteguh sampai mematung dengan mata yang terus mengarah pada Kenzo yang langsung masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja.


Dada Malika seolah terhimpit bongkahan batu besar hingga nyilunya begitu amat terasa sekali atas sikap Kenzo yang berubah drastis malam itu.


Susah payah Malika mengatur nafasnya bahkan menelan ludah pun Malika begitu kesusahan sekali.


Kedua teman Malika yang tau betul bagaimana perasaan sahabatnya itu langsung memeluk Malika.


"Tenanglah.. Kenzo butuh waktu.. Ayo kita pulang dulu.."hibur Vanesa.


Lidah Malika seolah kelu, ia tak bisa berkata apapun lagi. Ia hanya bisa mengangguk dan menurut saat tasya dan Vanesa menuntun dirinya menuju mobil.


Didalam mobil Malika berada dalam pelukan Vanesa.


"Dia sudah tau Va.. Dia marah denganku.. Terlihat semuanya..aku jahat sekali ya.." ucap Malika suaranya nyaris tak terdengar karna lirih sekali.


"Jangan menduga apapun jika kalian belum saling bicara. Sekarang biarkan kalian berdua tenang dulu.. Nanti pasti kami bantu supaya kau dan Kenzo bisa saling bicara, Taruhan itu adalah ideku dan Tasya, kau mau karna kau butuh uang dan kau akhirnya benar-benar menyukai dia saat ini, Kenzo harus tau semua itu..."Nasehat vanesa.


Malika tak lagi bisa berfikir jernih, Ia memilih memejamkan kedua matanya agar bisa menghilangkan sedikit rasa sakit didalam hatinya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2