Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 50


__ADS_3

Ep 50


.


.


Malika diajak Tasya untuk keluar kamar menuju meja makan dimana Vanesa sudah selesai membuat sarapan.


"Duduklah Ma.."Ajak Tasya. Malika patuh.


Nampak Vanesa menyodorkan semangkuk bubur kesukaan Malika. "Bubur Seefood kesukaanmu.. Cobalah.."


"Terima kasih ya.. Kalian tidak makan juga ??" Tanya Malika.


"Ya tentu saja Ma.. Kami kan mau kuliah.."Balas Tasya yang langsung duduk. Sementara Vanesa segera mengambil miliknya dan juga milik tasya.


Ketiganya menikmati bersama. Malika terlihat tak berselera sekali hingga Tasya segera memperingati Malika.


"Malika.. Aku tau yang kau rasakan saat ini. Tapi kesehatanmu jauh lebih penting dari semuanya. Bagaimana kau akan menjelaskan sama Kenzo kalau tubuhmu lemah karna tidak kau jaga "


"Yang dikataka Tasya benar Ma..makanlah. Tenang saja. Kita pasti bantu kok.."Imbuh Vanesa.

__ADS_1


"Entahlah. Aku akan berusaha. Saking kefikirannya Aku sampai bermimpi semalam Kenzo ada dikamarku. Tapi dia hanya diam dan mengusap kepalaku saja."balas Malika.


"sudah jangan dibahas lagi. Kita makan dulu. Malika, kalau buburmu tidak kau habiskan, aku akan marah nanti."Pesan Vanesa layaknya seorang kakak ia begitu menghawatirkan kondisi Malika hingga bertindak tegas. Malika yang patuh segera mengangguk.


.


.


Dikampus geger terdengar kabar tentang kematian Ari dan keempat teman-temannya. Ari yang terkenal tampan dan disukai banyak wanita kini ditangisi oleh banyak wanita juga.


Seakan mereka tak menyangka jika teman kuliah mereka bisa meninggal secepat itu


Kenzo yang baru datang kekampus bisa melihat spanduk tentang berita duka itu. Seolah tak begitu peduli, Kenzo membenahi kacamatanya dan menuju perpustakaan.


"Pasti pembunuh Ari itu orang yang iri dengan ketampanan Ari deh, setauku Ari tidak punya musuh loh."ucap salah seorang wanita itu.


"Iya kau benar. Benar-benar biadab, bisa-bisanya menghilangkan nyawa 5 orang sekaligus."Balas yang satu lagi.


"Tapi aku heran. Pihak polisi bahkan tidak menemukan sidik jari atau apapun diTKP... Sampai-sampai kasusnya langsung ditutup."Imbuhnya lagi.


"Berarti pembunuhnya itu sudah senior. Dia bisa menghilangkan jejak dengan pintar.."balas wanita lain lagi.

__ADS_1


Ditempat duduknya, Kenzo yang awalnya hendak marah karna ia mendengar wanita itu mengumpat dirinya biadab malah mengulas senyum tipis. Tak diragukan lagi, kekuasaan sang paman begitu besar, sampai-sampai pembunuhan yang telah Kenzo lakukan tak terendus oleh pihak berwajib.


"Paman kau benar-benar hebat.."Guman Kenzo lirih. Ia kemudian langsung pergi dari perpustakaan.


.


.


Vanesa dan tasya yang baru datang juga dibuat terkejut atas kabar kematian Ari dan keempat temannya.


"Yakin ari meninggal ?? Maksudnya ? Apa Ken..-" Mulut tasya segera dibekap Vanesa karna hampir keceplosan sedangkan disana ada beberapa teman wanita mereka.


Vanesa memelototi tasya hingga tasya hanya cengengesan. Keduanya langsung mencari tempat aman untuk bicara


"Kau lain kali hati-hati kalau bicara.."pesan Vanesa saat keduanya sudah cukup jauh.


"Maaf.. Aku hanya terkejut sekali.. Tapi Va, aku sama sekali tidak menyangka jika Kenzo bisa melakukan sejauh itu ?? Kayak aneh aja gitu, nggak mungkin banget apalagi dengan penampilan dan kepolosan Kenzo selama ini.."Tutur Tasya.


"Kita harus tutup mulut dan pura-pura tidak tau saja. Ingat. nanti jika bertemu Kenzo kita harus mendengar penjelasan darinya."Pesan Vanesa.


"Iya.. Aku akan berusaha." keduanya sudah sepakat dan memilih masuk kekelas mereka saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2