Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 22


__ADS_3

Ep 22


.


.


.


Kenzo sudah berganti baju setelah membersihkan diri. Tak lupa ia mengenakan kembali kaca matanya, Saat didepan cermin Kenzo melihat lebam disudut bibirnya.


"Aduh.. Jika Malika melihat aku harus alasan apa ??" gumam Kenzo sendiri.


Kenzo pun segera mengambil salep untuk menutup luka lebamnya.


.


.


Setelah itu, Kenzo turun kebawah. Suasana nampak sepi Kenzo yakin jika tamu papanya sudah pulang.


"Kau serius mau menjaga wanita mu lagi Ken ??"tegur Martius yang berjalan bersama Liza dari arah dapur.


"Iya pa.."Balas Kenzo seraya memutar tubuh menghadap sang papa dan mama.


"Mama sama sekali tidak menyangka kau akan sebucin ini.."Goda Liza.


"Mama apaan sih, Kami masih sebatas dekat kok.."Timpal Kenzo.


"Tapi tadi kau bilang..-"

__ADS_1


"Shutt.. Papa ini berisik sekali sih.."Sanggah mama Liza. Martius hanya membuang kasar nafasnya.


Liza menyodorkan trmpat makanan kepada Kenzo. "Nah, berikan pada wanita itu..ini sup herbal akan membuat badannya kembali sehat."


"Mama beneran membuatnya ??"Kenzo seakan tak percaya.


"Tentu saja sayang.. Apa mama pernah bercanda ??" Timpal Liza penuh semangat.


"Terima kasih ma.. Setidaknya aku kesana tidak dengan tangan kosong."balas Kenzo.


"Pakai mobil saja Ken.. Lebih aman."Ucap Martius.


"Iya pa.. Terima kasih.."Kenzo pun memutar tubuhnya dan langsung bergegas pergi.


Liza tak melunturkan sedikitpun senyumnya.


"Kenapa kau yakin sekali wanita pilihan Kenzo itu baik ??" Tegur Martius.


"Mama.. kita itu harus melihat latar belakangnya dulu.. dia ini wanita baik-baik atau..-"


"Aduh papa.. Apa kau tidak mengenal putra kita sih ??! Kenzo pasti sudah bisa melihat bagaimana wanita yang ia kenal dan dekati. Dan lagi, ingat satu hal ya, Jangan pernah mengukur Kebaikan seseorang hanya dari latar belakang atau bahkan status sosialnya. Mama paling tidak suka."Cerocos Liza.


"Maksudku bukan begitu.. Aku hanya mau tau saja seperti apa latar belakangnya.. bagaimana nanti jika dia hanya menipu atau malah dia hanya mempermainkan Kenzo ?? Kan kasihan putra kita.."Timpal Martiuz.


"Papa.. Kan kau yang kemarin memberitauku untuk membebaskan Kenzo, Dia sudah dewasa dan pasti sudah bisa memilah mana yang baik dan tidak untuk dirinya.. Jadi berhenti mendebat mama.. Mama mau kekamar."Liza langsung melenggang menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Martius hanya bisa mendesah kasar dan mengekor dibelakang Liza.


.

__ADS_1


.


Kenzo tiba dirumah sakit, Ia pun segera menuju ruangan rawat Malika.


Dan ternyata disana sudah ada Vanesa dan Tasya. Kenzo cukup kagum dengan persahabatan mereka yang begitu erat sekali. Meski Vanesa dan Tasya dari kalangan orang kaya, namun mereka seolah tak keberatan bersahabat dengan Malika yang termasuk orang biasa. Bahkan mereka sampai rela menjaga Malika sampai malam seperti itu.


Tokk..


Tokk..


Tokk..


Sebelum masuk Kenzo mengetuk dulu pintu kamar rawat Malika.


"Loh Kenzo, kau balik lagi ??" tanya Tasya.


Kenzo tersenyum malu seraya mengusap tengkuk lehernya. "Iya..Em..Ini mamaku memintaku mengantarkan sup herbal untuk Malika. kata mama ini juga baik untuk obat."Tutur Kenzo.


"Kau harusnya tidak perlu repot-repot Ken..Besok kan masih ada waktu.."timpal Malika.


"Mama sudah terlanjur membuatnya. Kau mau coba sekarang ?? Mumpung masih hangat.."Tawar Kenzo.


"Baiklah.. Kemarikan.."Malika pun dengan antusias mau.


Kenzo.pun segera mendekati malika. Ia membuka kotak makanan yang ia bawa, dan dengan telaten menuangnya diatas piring.


Melihat kedekatan Malika dan Kenzo, baik Vanesa ataupun Tasya begitu senang sekali. Setidaknya Malika hampir menang dalam taruhan mereka.


.

__ADS_1


.


__ADS_2