Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 23


__ADS_3

Ep 23


.


.


.


Malika menatap kenzo sekilas saat Kenzo menyodorkan Sup kepadanya.


"Kenzo, wajahmu kenapa ??" tanya Malika


Kenzo buru-buru menunduk, "Tidak apa-apa.."


"Tapi seperti lebam begitu ??" Malika terus meneliti.


"Ah..mungkin hanya perasaanmu saja. Sudah makanlah dulu.."Timpal Kenzo yang segera berlalu kemudian duduk disofa panjang yang lumayan jauh dari Malika agar tak terlihat.


sebenarnya Malika ingin melanjutkan pertanyaannya, namun Ia tak mau membuat kenzo bingung mau menjawab apa.


"Kalian tidak pulang ??" Kenzo memecahkan keheningan.


"kami fikir kau tidak kembali, kami berniat menjaga Malika disini."balas Vanesa.


"Begitu ya.. Tapi tidak apa- apa kalau kalian mau pulang, aku juga terlanjur kemari."Kenzo menimpali.


"Kalian semua pulang saja, Aku tidak apa-apa disini. Kalian pasti lelah dan bosan jika hanya diam diruangan seperti ini."Malika yang merasa tidak enak langsung ikut bicara.


"Kau ini bicara apa sih Mal, Kami sama sekali tidak keberatan kok.."timpal Tasya.

__ADS_1


"Tapi..-"


"Sudah..sudah.. Jangan berdebat."Ralat Vanesa.


"Kenzo, Kau yakin akan menunggui Malika malam ini ??" Vanesa memastikan.


"Iya. Jika kalian mau pulang tidak apa-apa."balas Kenzo.


"Baiklah.. Terima kasih sekali lagi ya.."Vanesa pun akhirnya mengangguk mengerti.


"Malika, kita pulang dulu ya. Semoga besok kau bisa pulang."Pamit Vanesa pada Malika.


"Iya.. aku sangat berharap segera pulang. Sebentar lagi ujian skripsi, aku tidak mau ketinggalan materi.."Balas Malika.


"Kami akan selalu berdoa Malika."Tasya menambahi.


Setelah berpamitan kedua teman Malika pun segera pergi dari sana.


Malika terlihat selesai menikmati sup yang dibawa Kenzo tadi.


"Sup nya enak sekali Ken.."Ucap Malika.


Kenzo segera mengangkat wajahnya. "Benarkah ?? Syukurlah kalau kau suka. Mamaku memang jago membuat macam-macam sup."


"Benarkah ?? Andai aku bisa belajar darinya.."Timpal Malika dengan candaan.


"Nanti kalau kau sudah sembuh, Kau bisa meminta mamaku mengajarimu."balas Kenzo.


"Kenzo jangan aneh-aneh deh.. Mamamu saja tidak mengenalku. Bagaimana bisa aku minta diajarin."Malika

__ADS_1


"Iya kenalan dong mal, Tidak apa-apa. Mamaku juga care kok orangnya."Kenzo memastikan


"Istirahatlah Malika. Ini juga sudah malam.."Tambah Kenzo.


"Kau juga istirahatlah Ken. Dan besok kau juga harus kekampus, Aku merasa sangat tidak enak mengganggu waktumu."Malika membenahi posisinya.


"Sudah jangan difikirkan. Asal kau segera sehat saja."Balas Kenzo dengan senyumannya.


"Ya ampun.. Kenapa senyuman Kenzo membuat hatiku berdebar kayak gini.. oh.. Malika, kau hanya perlu mendekati dan memacarinya saja.. Jangan pakai perasaan.. Tapi, Setelah perbuatan baiknya, masa aku membalas dengan hal buruk seperti itu ??" Malika bergelut dengan fikirannya. Lalu ia pun berusaha memejakan kedua matanya. Agar tak lagi bingung dengan semua yang telah terjadi.


Sementara Kenzo hanya menyunggingkan senyum tipis lagi, saat melihat Malika cukup lucu ketika hendak tidur. Matanya terlihat dipaksa memejam, namun Kenzo tak berani menegur atau bertanya. Kenzo memilih merebahkan tubuhnya disofa panjang lalu bermain ponsel. Seolah tak melihat tingkah Malika yang menggemaskan baginya.


.


.


Pagi hari, Malika tengah diperiksa oleh dokter dan perawat. Berita bagus yang tentunya membuat Malika cukup senang, Ia sudah diperbolehkan untuk pulang. Selang infus yang menancap dilengannya pun juga sudah dilepas.


Kenzo yang keluar membeli makanan cukup terkejut, saat masuk keruangan rawat Malika ternyata Malika sudah membereskan tempat tidur rawatnya.


"Loh.. Kau sudah tidak diinfus ??" Tegur Kenzo.


"Iya.. Dokter bilang aku sudah boleh pulang."balas Malika dengan senang.


"Syukurlah kalau begitu, Tapi kau harus makan dulu.. Kemari, kita makan sama-sama." panggil Kenzo yang memilih segera duduk disofa.


Malika yang tengah senang pun segera ikut duduk. Guna menikmati sarapan. Ia ingin cepat-cepat pulang dan kembali bekerja seperti sebelummya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2