Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 8


__ADS_3

Ep 8


.


.


Motor Kenzo berhenti tepat didepan rumah sederhana Malika. Nampak gelap sekali rumah itu.


"Kok rumahmu gelap Malika ?? apa tidak ada orang ??" Tanya Kenzo setelah Malika turun.


"Iya rumahku kosong. Aku tinggal sendiri, kedua orangtuaku sudah meninggal dan aku tidak punya saudara."terang Malika.


"Oh.. Maaf, aku tidak tau.."Kenzo merasa tidak enak.


"Tidak apa.. Apa kau mau mampir ??" Tawar Malika.


"oh.. Tidak usah, sudah malam sekali. Tidak enak sama tetangga.."balas Kenzo.


"iya juga ya.. Lain waktu kalau begitu.."Tawa Malika.


Kenzo mengangguk lalu kembali mengenakan helmnya. "aku pulang dulu.." pamitnya.


Malika mengangguk dan melambaikan tangannya. "hati-hati.."


Kenzo segera memutar arah sepeda motornya. Malika yang melihat Kenzo sudah berbalik buru-buru mengambil ponselnya dan memotret kepergian Kenzo dari rumahnya.


Sembari masuk kedalam rumah,Malika segera mengirim beberapa foto kepada kedua temannya.


Senyum kepuasan nampak sekali diwajah Malika setelah ceklis terkirim terlihat.


Ia pun merebahkan tubuhnya ditempat tidur dengan senyum kemenanganan.

__ADS_1


Tak lama ponsel Malika berdering, dari dua panggilan sekaligus.


Malika pun segera menerimanya.


"Hay gaes... Belum pada tidur ya ??" sapa Malika dengan riang


"Baru aja aku mau tidur, tapi kiriman fotomu itu loh yang bikin geter badan.."balas Vanesa.


"Ha..ha..ha.. " tawa lepas Malika terdengar


"Itu gimana bisa kau sampai boncengan sama si cupu Malika ?? Kepo nih ?? Udah beraksi aja sih kamu.."Tanya Tasya yang begitu penasaran.


"beraksi sih belum, tapi semua tidak sengaja saja.. Dia kerja direstoran dimana aku kerja. Dan tadi dia kasih aku tumpangan. Mau dong.. Lumayan untuk pendekatan.."Tutur malika menjelaskan.


"ya ampun.. Kau ini memang jago sekali ya buat naklukin cowok.."balas Vanesa.


"demi 10 juta Vanesa.. Kau sendiri loh yang ngajakin.."ejek Malika.


"Iya..iya.. Aku pasti siapin kok.. Tapi belum sekarang loh ya.. Aku bakal kasih kalau kau sudah resmi jadi pacarnya siCupu.."Ucap Vanesa dengan riang.


"Bener-bener nekat anak ini.."Tambah Tasya.


"Mau bagaimana lagi Sya, Aku butuh uang juga.."Timpal Malika


"Iya..iya.. Asal kau jangan main hati loh ya. Susah urusannya nanti."Pesan Tasya.


"Duh sya, memang kau pernah dengar Malika serius sama cowok ?? Mustahil banget.."Timpal.Vanesa.


"Iya juga sih.."Ketiganya tertawa bersama.


"Ya sudah. aku mau mandi dulu.. Kalian bobok yang cantik.. Sampai ketemu besok dikampus.."Ucap Malika.

__ADS_1


"sipp deh.."balas Vanesa.


"mandi air kembang Malika.. Biar besok siCupu klepek-klepek kalau deket kamu.."Canda Tasya.


Kembali mereka tertawa lepas bersama. Hingga akhirnya Malika mematikan panggilannya. Lalu segera beranjak kekamar mandi.


.


.


Kenzo juga baru tiba dirumahnya. Sang papa dan mama ternyata masih menunggu kedatangan dia dengan wajah kawatir. Sebab ini hari pertama Kenzo membantu usaha kedua orangtuanya, dan sampai malam seperti itu.


"Akhirnya kau pulang.. Apa Mamamu sengaja membuatmu pulang malam begini Kenzo.."Tegur Martius seraya melirik Liza.


Liza mencebikkan bibir bawahnya karna sejak tadi domeli Martius.


"Tidak pa..cuma laporan keuangannya cukup banyak. dan mulainya tadikan juga sudah sore.."balas Kenzo.


"Tuh dengar.. Lagian kau juga, Sudah tau Kenzo membantuku..malah ikutan suruh kenzo bantuin dikantor.."Omel Liza.


"Sudah ma..pa.. Kenzo tidak apa-apa kok bantuin mama dan papa.." Kenzo segera melerai Perdebatan orangtuanya.


"Ya sudah, kau mau makan atau istirahat sayang ??"Tawar Liza.


"Langsung istirahat saja ma, tadi sudah makan juga.."Balas Kenzo.


"Baiklah.. Segeralah istirahat.."Timpal Martius. Kenzo mengangguk patuh dan segera menapaki anak tangga menuju kamarnya.


"Berhenti memanjakan dia Ma.. Aku ingin putraku terlihat gagah tidak culun seperti itu penampilannya.."Ucap Martius pada Liza.


"Biarkan saja.. Toh Kenzo juga nyaman seperti itu. Setidaknya dari penampilan Kenzo yang seperti itu kita bisa menemukan calon mantu yang tulus menerima kenzo apa adanya, bukan karna ada apanya."Terang Liza.

__ADS_1


"Susah bicara denganmu.. Aku mau tidur.."Martius bergegas kekamarnya meninggalkan mama Liza yang nampak jutek sekali.


.


__ADS_2