Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 36


__ADS_3

Ep 36


.


.


Pagi hari yang cerah, secerah hati Kenzo pagi itu. Ia lahap menikmati sarapan bersama kedua orangtuanya. Sumringah wajahnya begitu menyita perhatian mama dan papanya.


"Kau menang lotre Ken ?? Kenapa senyum-senyum sendiri ??" tegur martius.


"Papa.. Kenapa bertanya seperti itu. Apa aku pernah bermain permainan konyol seperti itu.."Balas Kenzo.


"Kau sedikit aneh. Makanmu cukup banyak pagi ini.."Ucap Martiuz.


"Kau ini cerewet sekali sih pa.. Biarkan saja.. apa kau tidak pernah muda ??" Serobot mama Liza.


Kenzo pun terkekeh setelag mendapat pembelaan dari istrinya.


"Ma.. Semalam aku bertemu paman Revandra."Ucap Kenzo


"Revandra ?? Buat apa kau menemui pria itu ?? Dia saja tidak mau menjalin disilaturahmi keluarga sama kita."Balas Liza dengan terus menikmati sarapan.


"Kan kata mama memang paman orangnya seperti itu. Tapi paman semalam juga menolongku loh ma.."cerita Kenzo.


"Menolong ?? Kau berkelahi Ken ??" Martiuz langsung menyela.


"Papa jangan sembarangan menunduh dulu. Aku tidak tau, tiba-tiba ada yang datang menghadang jalanku pulang. Kufikir mereka mau merampok, tapi ternyata mereka sengaja mau menghabisiku." Terang Kenzo.

__ADS_1


"Apa kau.punya musuh Ken ??" Liza langsung serius.


"Tentu saja tidak ma.. Tapi kalau orang yang tidak suka padaku mungkin banyak."Balas Kenzo.


"Jadi wajahmu ada memar itu karna berkelahi ??" Liza mendekatkan wajahnya pada Putranya.


"Iya ma.. Untung saja paman Revandra datang. Yang melawanku badannya seperti badak. Tidak mempan dipukul bahkan tersayat belati saja tidak berdarah."tutur Kenzo.


"Untung saja mama dulu menyuruhmu berlatih dimarkas pamanmu. Jika tidak, aku tidak tau kau akan seperti apa.."Liza


"Jangan-jangan saingan bisnisku Ma.."Duga Martiuz.


"Tapi kenapa harus Ken.. Jika dendam denganmu ya seharusnya kau saja yang diserang.."Balas Liza.


Martiuz langsung memanyunkan bibirnya.


"skripsimu sebentar lagi kan Ken..??"


"Iya pa.. Doakan ya semua lancar.."balas Kenzo yang langsung melenggang keluar.


"Pokoknya Kenzo harus ikut aku dikantor jika dia sudah menyelesaikan kuliahnya."Ucap Martiuz pada Liza.


"Papa jangan seperti itu dong, Bisnis kuliner mama juga berkembang pesat. Bahkan satu restoran mama yang dipegang Kenzo juga tambah maju.. Biar Kenzo bantu mama saja.." balas Liza.


"Tapi perusahaanku juga butuh Kenzo ma.."


"Restoranku juga butuh dia pa.."

__ADS_1


"Huh.. Begini nih kalau anak cuma satu !!" gerutu Martiuz yang pasti sangat kalah debat dengan istrinya.


"Salah papa sendiri, dulu mama mau punya anak lagi kenapa papa larang ??"cerocos Liza.


"Bagaimana papa mengijinkan. Kalau melahirkan saja terlihat sesakit itu ??!! Mama sudah lupa ??" Balas Marituz.


Liza langsung tersenyum. Iya, Martiuz memang melarang Liza hamil lagi karna dulu Liza hampir kehilangan nyawa saat melahirkan Kenzo.


"Aku akan minta Kenzo segera menikah. Jadi nanti menantu akan membantuku dan Kenzo bantu kamu dikantor."Ide Liza.


"Menikah ?? Bahkan dekat dengan wanita saja Kenzo tidak mau. Buktinya kemarin aku dekatkan anak rekan kerjaku dia tidak mau."balas Martiuz.


"Ya biar dia cari sendiri dong pa.. Buat apa dijodoh-jodohkan. Tapi sepertinya Kenzo tengah dekat dengan wanita deh pa.. Terlihat sekali dia tambah rapi makin hari."Duga Liza.


"Jangan sok tau.. Mungkin saja karna dia sekarang tambah dewasa."timpal Marriuz.


"kau ini.. Aku ini ibunya, naluriku tidak akan jauh dari putraku."


"Ah.. Sudahlah.. Aku berangkat dulu.."


"Tunggu... Antar mama dulu ya.."


"Kau selalu nebeng.. "


.


.

__ADS_1


__ADS_2