
Ep 54
.
.
.
"Aku tidak pernah marah padamu Malika. Bahkan Aku sudah tau taruhan kalian jauh sebelum kita jadian."Kenzo mulai bicara.
"Apa ?? Kau sudah tau ?? Tapi..-"
"Aku tidak peduli waktu itu dengan taruhan kalian. Yang aku pedulikan adalah menjagamu, karna aku tidak tenang jika jauh darimu. Aku minta maaf karna pergi tanpa memberitau, semua yang terjadi atas sabotase Alm. Ari. Dia membakar Restoran mama, dan menyadap nomer ponselku untuk mengelabuhimu. Aku butuh waktu seharian untuk menemukan semuanya. Ternyata Ari bergerak cepat dan dia menjalankan aksinya."Terang Kenzo.
"Mendengar kau dibawa keHotel hatiku terbakar sekali Malika.. Kau rela ikut dengan dia hanya demi membebaskan aku yang nyatanya Ari hanya menipumu. Bagaimana aku bisa marah padamu ??"Tambah Malika.
Mata Malika berkaca-kaca, "Jadi..-"
"Iya.. Aku hanya ingin memberi kau waktu, dan aku juga butuh waktu untuk bangkit membangun Restoran mama yang terbakar hampir 95%. Mungkin caraku salah. Maaaf ya.."Imbuh Kenzo.
Malika yang tak kuasa menahan tangis langsung memeluk Kenzo dengan terisak.
Kenzo pun membalas dengan sepenuh hati. Kenzo pun mengeratkan pelukannya dengan sesekali menciumi pucuk kepala Malika.
__ADS_1
"Terima kasih atas kesabaranmu.."Ucap Kenzo. Malika bertambah terisak.
"Sudah. Jangan menangis..cup..cup..cup.."canda Kenzo agar Malika bisa terhibur.
Malika memukul dada Kenzo pelan hingga Kenzo tertawa dan kembali mengeratkan pelukannya.
.
.
Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh Malika selama ini. hari itu, Malika menatapi dirinya dipantulan kaca dimana tubuhnya yang terbalut kebaya mewah dan make up yang membuat dirinya sangat cantik bagi siapa saja yang melihatnya.
"Ibu.. Ayah.. Malika akan menikah.." gumam Malika suaranya terdengar bergetar.
Mata Malika berkaca-kaca. Ia masih tak percaya jika hari itu ia akan menikah dengan Kenzo. Hari sakral yang begitu membahagiakan.
Tasya dan Vanrsa langsung memeluk Malika. Keduanya ikut bahagia akhirnya sahabat mereka bisa bersatu dengan pujaan hatinya.
"Hey..hey..jangan menangis.. nanti Make up nya luntur.."Tasya mengusap air mata Malika.
"Ini air mata bahagia.. Aku sama sekali tidak menyangka. Hiks..hiks.."Balas Malika.
"Iya.. Dan ini adalah impianmu kan ?? Kenzo akan menjadi suamimu.. Kau tidak sendiri lagi.."Imbuh Vanesa.
__ADS_1
"Jangan menangis dan segera lah bersiap. Kami diminta membawamu turun untuk acara ijab kabul."Tambah tasya.
Malika mengangguk pelan.
dan dengan dituntun Kedua sahabatnya, Malika keluar dari kamar hotel mewah yang sudah dibooking oleh keluarga Kenzo.
Lorong sepanjang Malika melangkah keluar dihias seindah mungkin dengan bunga-bunga serta pita merah.
"Kau sangat beruntung memiliki mertua yang tidak pelit." bisik Vanesa. Malika hanya tersenyum saja.
Hingga tibalah Malika dihallroom dimana meja ijab kabul berada. Tak disangka, ternyata tamu yang hadir cukup banyak hingga membuat Malika sedikit nerveous.
Malika didudukkan tepat disisi Kenzo. Mama Liza pun segera mengenakan kain untuk menutupi kedua calon mempelai.
Acara ijab kabul berlangsung secara lancar tanpa halangan apapun. Ucapan sah dari para saksi menjadi tanda jika kini Kenzo dan Malika telah sah menjadi suami istri.
Tasya dan Vanesa ikut menangis melihat Malika yang dicium oleh Kenzo setelah selesai bertukar cincin.
"Semoga mereka bahagia.."Ucap Vanesa.
"Iya.. Akhirnya Malika bisa menemukan kebahagiaannya.."Tambah Tasya.
Mama Liza mendekati Malika dan langsung memeluknya.
__ADS_1
"Selamat datang dikeluarga Martiuz sayang.. Kau sekarang putri mama.. Jangan sungkan dan anggap mama sebagai mamamu sendiri ya.. Begitupun dengan papamu.."
Malika bisa merasakan kehangatan pelukan ibu dalam diri Mama Liza. Sampai-sampai Malika hanya bisa menangis tanpa bisa menjawab.