Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 67


__ADS_3

Ep 67


.


.


Vanesa dan tasya pagi itu juga datang. Kenzo pun membiarkan istrinya bertemu kedua sahabat lamanya itu.


Tatapan nanar Malika begitu menyayat hati Vanesa dan Tasya hingga ketiganya saling berpelukan dan mrnangis bersama. Dari kursi sofa Kenzo bisa melihat kedekatan mereka bertiga.


"Kau harus kuat Malika.. Jangan terus menangis please. "Bujuk Vanesa.


"Aku gagal Va..aku Gagal sya.. Aku bukan wanita sempurna Va..sya.."Balas Malika dalam isak tangisnya.


"Ok sayang.. Kami selalu bersamamu..kau pasti bisa melewati semua ini.. Sabarlah.."Terus Vanesa dan Tasya memberikan ketenangan pada Malika.


Diluar ruangan Mama Liza hanya bisa memeluk Suaminya. Ia tak kuasa menahan sedih juga.


"Papa..Menantu kita sedih pa..hiks..hiks..hiks.."


"Iya.. kau jangan menangis terus.. Kau harus menguatkan menantu kita.. Bila perlu katakan padanya kita tidak perlu cucu."balas Martiuz.


Mama Liza mengangguk setuju seraya terisak.


.


.


Siang menjelang sore baru Malika mulai tenang dan kembali bisa tertidur.


Semua yang ada dikamar rawat Malika hanya bisa menatap Malika.

__ADS_1


.


.


Sepekan sudah Malika dirawat dirumah sakit. Dan Perlahan Malika sudah bisa menerima kenyataan yang terjadi dengan tidak lagi menyalahkan dirinya.


Didepan sebuah nisan bertuliskan Nama MK sebagai inisial dan nama Kenzo sebagai wali tertera diNisan itu.


Malika terduduk dan terus mengusap nisan itu. Senyum dalam kesedihan ia terbitkan. Kenzo tak sedetikpun menjauh dari Malika. Ia senantiasa disisi Istri kesayangannya itu.


"Apa dia sudah terlihat laki-laki ?? Atau perempuan Hubby ??" Tanya Malika.


"Usia kehamilanmu sudah masuk 14 minggu. Dokter bilang dia laki-laki. Makanya aku hanya memberi nama inisial saja. Inisial itu aku ambil dari nama kita berdua. Agar dia selalu mengingat kita sebagai orangtuanya."terang Kenzo.


"Apa kita orangtua yang baik Hubby ?? Kita mengorbankan dia ??" Malika


Kenzo merangkul pundak Malika "Jika dia bisa bicara, aku sangat yakin dia akan setuju dengan keputusan ini."


"Shuutt.. Jangan salahkan dirimu. Semua takdir. Kita harus menerimanya. Percayalah sayang.. Rencana Tuhan lebih indah dari apa yang kita bayangkan."Tutur Kenzo


Malika.mengangguk pelan sekali


Lalu Malika mencium Nisan dan terlihat sangat sepenuh hati.


.


.


Mobil Kenzo memasuki halaman rumah mereka. Hampir 2 minggu rumah itu ditinggalkan namun masih terlihat bersih.


"Pasti Mama menyewa pelayan untuk membersihkan rumah kita ya Hubby ??" Tanya Malika.

__ADS_1


"Tentu saja. Kau baru operasi. Masih harus banyak istirahat."balas Kenzo seraya menuntun istrinya.


Ceklek....


"Surprize !!!" Sebuah kejutan diterima Malika.


didalam rumah sudah dihias seindah mungkin. Kedua sahabatnya, serta kedua mertuanya sudah disana dengan kue kecil-kecil ditangan mereka.


Seketika pula senyum tipis terbit dari bibir Malika.


"Selamat datang Sayang.. Akhirnya kau bisa pulang.. Mama sangat merindukanmu.."Mama Liza memeluk Malika dengan erat.


"Terima kasih Ma.. Maafkan Ma..-"


"Shutt.. Jangan bahas apapun. Hari ini, anggap saja kau terlahir kembali. Dan lupakan yang terjadi kemarin."ucap Mama Liza.


Vanesa dan Tasya ikut mendekat seraya menyuapi kue pada Malika. "Semangatlah melanjutkan hidup Malika. Kita akan selalu mendukung dan bersama denganmu"


Senyum Malika kembali terbit lagi


Terakhir kue dari papa Martiuz. Papa Martiuz menyuapkannya pada Malika. Namun segera Malika tahan. "Pa.. Malika bisa sendiri."


"Tidak Nak. papa hanya ingin menyuapi putri kesayangan papa.."Ucap papa Martiuz seraya menyodorkan potongan kue kedalam mulut Malika.


Malika begitu terharu sekali


dalam.keterpurukannya ia masih dikelilingi orang-orang yang begitu peduli dan selalu menyayanginya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2