
Ep 26
.
.
Vanesa menepuk kening Malika. "udah bayangin Kenzonya.. Lama-lama nanti malah kangen loh.."
wajah Malika bersemu merah seketika.
"Hayo loh.. Pipimu merah Mal, Kau mulai jatuh hati ya sama siCupu ??" Goda Tasya.
"apaan sih.. Nggak kok.."Malika segera menutupi pipinya dengan kedua tangan.
Vanesa dan tasya tertawa bersama, sebab berhasil membuat Malika tersipu seperti itu.
.
.
Sementara Kenzo yang baru datang dikantor sang papa langsung menuju ruangan papanya. Dan sesuatu yang membuat Kenzo jadi tak bersemangat, disana sudah ada putrinya rekan kerja Sang papa, entah wanita itu sengaja atau bagaimana, ia langsung berdiri.menyambut kedatangan Kenzo.
__ADS_1
"Hay Ken.. Kau baru datang ya ??" Sapanya.
"Kau sedang apa diruangan papaku ??" Tanya Kenzo balik.
"Tentu saja menunggumu. Aku berniat mengenalmu sedikit jauh."Balas Fiza dengan percaya diri.
"Untuk apa ?? maaf sebelumnya, aku kemari untuk membantu pekerjaan papaku. Jika kau juga disini akan mengganggu nanti."Tutur Kenzo.
Sontak senyum Fiza luntur, Kenzo.bicara spontan tanpa memikirkan perasaan Fiza..
"Sebenarnya kenapa kau begitu menghindariku ?? Apa salah jika aku hanya ingin menjadi temanmu ??"protes Fiza dengan segenap keberaniannya.
Kenzo terdiam. Memang Fiza tidaklah salah. Namun Entah mengapa Kenzo begitu membatasi diri.
meski masih kesal. Namun Fiza tak menyerah. Ia ikut duduk disofa kembali seraya memperhatikan Kenzo.
Setelah setengah jam Fiza memecahkan keheningan lagi. "Eem.. Ken, Apa kau mau kubuatkan Minum ??"
"Aku bawa air putih dari rumah kok. Aku tidak suka minuman manis."balas Kenzo tanpa melihat Fiza. Ia terus fokus pada berkas ditangannya.
Kembali Fiza menelan kepahitan.
__ADS_1
"Biasanya aku mudah sekali menaklukkan hati pria tampan diluaran, ini yang kayak cupu malah jual mahal."Batin Fiza dengan kesal.
"Jika kau bosan pulang saja.. Maaf, setelah pekerjaan dikantor papaku ini selesai, aku harus kerestoran mamaku. Aku juga harus memeriksa laporan disana. Soalnya aku sudah dua hari tidak memeriksanya."Ucap Kenzo.
"Kau mengusirku ??" Terka Fiza.
"Tidak mengusir. Lebih tepatnya memberitaumu."Timpal Kenzo.
Fiza mendegus kesal. "Itu sama saja !!" batinnya.
"Kau sudah punya pacar ya ?? Makanya kau cuek begitu denganku ??" Fiza bertanya lagi.
Kenzo menghentikan aktivitasnya dan mengarahkan tatapannya kearah Fiza yang terlihat menunggu jawabannya.
"Kau belum tau bagaimana aku ya ?? Ini sifatku. kepada semua orang pun aku seperti ini. Mungkin bagimu aku cuek, tapi bagiku, aku biasa saja. Maaf kalau kau merasa dicuekin. Tapi aku sama sekali tidak berniat seperti itu. Inilah sifatku, dan kau harus tau itu."Terang Kenzo.
"Aku tidak masalah dengan sifatmu itu, tapi apa tidak bisa kau sedikit hangat jika bicara denganku ?? Aku hanya ingin dekat sebagai teman, Aku tidak akan memaksa kau menjadi kekasihku juga.."Balas Fiza dengan berani.
"Jika begitu bersikaplah seperti biasa. Aku tidak punya teman dekat. Semua teman kuliahku menjauhiku, jadi aku fikir sikapmu yang seperti ini terlalu berlebihan."Sanggah Kenzo dengan jelas.
"Baiklah.. Aku akan mengikuti caramu. Dan sifat dinginmu itu."Fiza pun langsung berdiri dan meninggalkan Kenzo begitu saja. Entah apa.yang difikirkan Fiza saat itu, Kenzo pun tak mau terlalu memikirkannya. Yang Kenzo fikirkan adalah segera menyelesaikan pekerjaannya dan ingin mengunjungi Malika. Ia cukup kawatir dengan wanita itu, mengingat apa yang menimpa Malika begitu membuat wanita itu trauma pastinya.
__ADS_1
.
.