Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Captee 69


__ADS_3

Ep 69


.


.


.


Setelah beberapa Jam, lampu ruang operasi sudah dipadamkan pertanda operasi sudah diselesaikan.


Terlihat brankar berisi wanita yang ditolong Malika keluar terlebih dulu untuk dipindahkan keruang rawat.


Setelah itu terlihat brankar bayi yang juga akan dibawa keruangan khusus Bayi.


Melihat bayi mungil yang ada didalam Brankar, Membuat Malika mendekati Brankar itu.


"Maaf Nona..Bayinya harus segera diinkubator karna kelahiran prematurnya."Ucap suster.


"Ah..iya.. Em.. Sus, apa Ibunya baik-baik saja ??"Malika memastikan.


"Operasi berjalan lancar Nona. Ibu bayi tadi sempat beberapa kali mengalami pendarahan. Masih kami pantau untuk perkembangan selanjutnya."Balas suster itu.


"Aaa..iya, terima kasih."Malika menatap nanar brankar Bayi yang disorong suster.


Entah mengapa hati Malika tersentuh sekali saat melihat wajah mungil bayi itu.


.


.


Wajah pucat dengan beberapa alat medis didalam tubuhnya yang dilihat Malika.


Wanita yang mungkin jauh lebih muda dari Malika terbaring tak berdaya diruang perawatan.


"Segeralah sadar. Agar aku bisa menemui keluargamu."Gumam Malika lirih.

__ADS_1


Hingga malam menjelang, malika masih dirumah sakit. Ia tidak kembali kekantor ataupun pulang, Malika sampai lupa mengabari Kenzo juga akibat terlaly fokus pada wanita yang ia tolong.


Baru saja Malika hendak beranjak keluar, Wanita itu terdengar bersuara.


"Ha..us.."


Malika menoleh dan ia cukup terkejut. "Kau sadar ??"


Malika pun segera mendekat. "Kau butuh apa ??"


"aku..haus.."Ucap wanita itu.


"Oww..iya.."malika mengambil air putih dan segera membantu wanita itu minum.


"Aku panggil dokter dulu."pamit Malika.


"Tunggu Nona.."Cegah wanita itu.


Malika kembali mendekati wanita itu.


Malika mengangguk.


"Terima kasih nona.."


"Sama-sama. Kau harus diperiksa. Aku panggil dokter dulu ya.."


"Jangan Nona !!"


"Kenapa ??" malika keheranan.


"Saya merasa usia saya sudah tidak lama lagi. Bisakah Nona menolong saya ??" Pinta wanita itu.


Malika mematung seketika.


"Tolong Nona.."

__ADS_1


"Emm.. Apa ??" malika keheranan dengan wajah serius.


"Tolong jaga bayi saya Nona. Sembunyikan dia sebagai anak saya, akui dia sebagai anak Nona. Karna banyak sekali yang mengincar nyawanya Nona." tutur wanita itu.


Malika tak mengerti. "Maksudmu apa ??"


"Tolong Nona. Hanya Nona yang saya percaya. Tolong jaga dia, dan hilangkan saya sebagai ibu kandungnya. nyawanya akan berbahaya jika banyak yang tau anak saya masih hidup. Tolong nona."Wanita itu mulai sulit bernafas.


Malika kalap sekali. "Em.. Tunggu.. Sadarlah.. Hey.. Sadarlah !!" Malika segera berlarian keluar.


"Sus !! Tolong sus !!!" Malika meminta bantuan


Terlihat Wanita itu segera ditangani hingga beberapa saat.


"Bagaimana dok ??" Tanya Malika saat melihat dokter keluar ruang perawatan.


"Pasien telah meninggal dunia Nona, Pendarahan dikepala begitu parah. Pasien tidak bisa bertahan."Balas sang dokter.


Malika terkejut sekali. sampai-sampai Malika menutupi mulutnya dengan mata membulat.


Ia sama sekali tidak menyangka jika wanita yang ia tolong telah meninggal dunia.


Lalu bagaimana dengan bayinya ??


"Nona, silahkan tanda tangan disini sebagai penanggung jawab. Dan untuk bayinya..-"


"Bayinya tolong dirahasiakan Dok. Tolong umumkan Jika bayinya juga meninggal. Itu permintaan dia yang terakhir. selebihnya, saya yang akan bertanggung jawab atas perawatan bayi itu."Malika segera menuturkan semuanya.


Dokter terlihat setuju. selesai surat menyurat, jenazah wanita itu segera diurus.


Malika masih mematung dengan nafas naik turunnya. Ia masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi. Benarkah yang ia lakukan ?? Malika terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


.


.

__ADS_1


__ADS_2