
Ep 61
.
.
Malika menata hasil masakannya diatas meja makan. Saking sibuknya Malika sampai tak sadar jika Kenzo sudah pulang dan sudah masuk didalam rumah, Kenzo yang selalu bahagia jika melihat istrinya segera memeluk Malika dari belakang.
"Aa.. Kenzo..kau selalu mengejutkanku."Malika menoleh kesisi dimana wajah Kenzo berada.
Cupp.
dan satu ciuman mendarat dipipi Malika.
"Kau selalu lupa mengunci pintu.."Ucap Kenzo.
"benarkah ??"Malika seolah tidak percaya.
"Ehem" kenzo malah memejamkan mata dengan posisi masih memeluk Malika dari belakang.
"Segeralah duduk. Makanan sudah siap."suruh Malika. Kenzo malah memgeratkan pelukannya dan terus menciuminpipi Malika.
"hubby.."
__ADS_1
"Aku mau makan kau saja.."Ucap Kenzo.
"Kau Vampir kah ??" canda Malika.
"Iya. Dan aku akan menggigitmu.."Kenzo menggigit pelan leher Malika. Keduanya tertawa bersama dengan candaan ringan yang begitu membuat iri siapa saja yang melihatnya.
.
.
Dikamar Kenzo menyandarkan tubuhnya seraya memangku laptop guna memeriksa laporan yang dikirim kepadanya.
Malika yang selesai berganti baju segera menuju ranjang.
Kenzo pun seketika menghentikan aktivitasnya. "Ada apa sayang ??"
Malika duduk disisi Malika, meski awalnya ragu dan takut namun Malika ingin mengungkapkan keinginannya. walau dari Kenzo maupun kedua orangtua Kenzo tidak ada satupun yang menanyakan tentang anak.
"Hey sayang..kok malah bengong."Kenzo memegangi pundak Malika.
"Tapi kau jangan marah ya ??" NMalika memastikan
"Iya, apa aku pernah marah padamu ?? Memangnya ada apa sih.. ??" Balas Kenzo.
__ADS_1
"Ken..besok kita kedokter yuk ??"malika mulai bicara.
"Kedokter ?? Untuk apa ??" Kenzo yang belum faham bertanya.
"Aku ingin periksa Ken. Kita sudah menikah lebih dari lima bulan. Tapi aku belum ada tanda-tanda akan hamil. Aku merasa belum sempurna Ken jika belum merasakan mengandung. Dan aku tau betul mama pasti sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu, Mama hanya menjaga perasaanku saja dengan tidak membahas tentang anak."Terang Malika mengungkapkan kegundahannya.
Kenzo seketika mengulas senyumnya. "Jika hanya periksa tidak apa-apa. Aku juga akan periksa supaya kita tau ada apa dan apa solusi dari dokter. Tapi aku tidak mau kalau sampai kau menjadi sedih jika ada sesuatu padamu. Aku tidak masalah tidak punya anak asal kau selalu bahagia dan ada disisiku selamanya. Tapi, jika aku yang bermasalah, kau bebas melakukan apapun, karna kebahagiaanmu yang utama, aku tidak mau kau sedih melihatmu menangis adalah sesuatu yang sangat aku hindari."terang Kenzo dengan pengertian.
Malika yang mendengar penuturan Kenzo malah terharu sekali. seketika pula ia menitikkan airmata dan langsung memeluk Kenzo.
"Sayang.. jangan menangis.. Apa ada kataku yang menyakiti perasaanmu ??"Kenzo kawatir sekali.
Malika menggeleng dalam isak tangisnya.
"Lalu kenapa kau menangis ?? Please sayang, aku tidak sanggup melihat kau menangis...Jangan berfikir aku marah, aku sama sekali tidak marah padamu.."Ucap Kenzo lagi seraya mengusap surai rambut Malika.
sembari terisak Malika menatap Kenzo dengan matanya yang basah oleh air mata. "Maafkan aku Ken..maafkan aku.."
"Shutt jangan minta maaf. Wajar kau menginginkan keturuan. Tapi kita juga harus sadar sayang. Anak itu pemberian Allah, jika memang kita belum diberi nikmat itu, kita harus berbaik sangka selalu. Mungkin memang kita belum pantas bagi Allah."Nasehat Kenzo.
Malika mengangguk pelan dan kembali menghambur kepelukan Kenzo. Kenzo selalu memberikan ketenangan jika Malikansedang dalam kondisi kalut seperti itu.
.
__ADS_1
.