
Ep 15
.
.
Sampai diluar tubuh Malika masih begitu bergetar sekali, Kenzo sampai merasa tak tega melihat kondisi Malika.
Tak lama nampak mobil datang kearah mereka.
Nampak seorang pria menghampiri mereka.
"Tuan.." sapanya.
"Bukakan pintu."pinta Kenzo.
Segera pula Pria itu membukakan pintu mobil untuk Kenzo.
"Ayo masuklah.."Ajak Kenzo.
Deru nafas Malika yang terasa panas sekali, Malika Bahkan beberapa kali memejamkan kedua matanya. Wajahnya bertambah memerah seolah menahan sesuatu.
"Tenanglah.. Kau aman sekarang.."Ucap Kenzo berusaha menenangkan Malika. Malika tak mampu bersuara, Ia hanya bisa mengangguk pelan dan menurut saat Kenzo memintanya Masuk.
"Terima kasih pak.. Tolong bawakan motor saya ya.. Katakan pada mama dan papa aku sedang menolong orang."Ucap Kenzo dengan pria yang ternyata sopir keluarganya.
"Baik tuan. Saya permisi."pria itu segera menuju sepeda motor Kenzo dan kenzo sendiri buru-buru berlari masuk kedalam mobil.
Saat tiba didalam mobil Kenzo dibuat tercengang dengan kondisi Malika yang begitu aneh.
__ADS_1
Malika melepas jas Kenzo ditubuhnya, Malika mengeliat-liat dan menyentuh seluruh tubuhnya dengan terus memejamkan kedua matanya.
"Astaga Malika.. Kau kenapa ??" Kenzo pun segera duduk dan mencoba menyadarkan Malika.
"Aah.. Panas...aahh..aahh..."De sah Malika semakin menjadi. Sepertinya Malika sudah tidak sadar dengan keadaaanya.
saat disentuh Kenzo, Tubuh Malika bagai tersengat aliran listrik dan langsung memeluk Kenzo serta mencium Kenzo membabi buta. Diserang mendadak seperti itu, Kenzo sangatlah terkejut. Buru-buru Kenzo menghindar dan menyadarkan Malika.
"Malika..Sadarlah.. Kau kenapa ??"
"Ayolah.. Aku sudah tidak tahan.. Ahhh...aahh.. Tubuhku.. Ingin sesuatu..."Suara Malika terdengar seperti meracau Dan terus meraih tubuh Kenzo memeluknya dengan penuh gairah.
Kenzo begitu tak percaya. Ia berusaha melepas pelukan Malika. Kenzo pun segera melajukan mobil menuju rumah sakit.
Malika tak terkontrol. Ia hampir saja berdiri dan hendak duduk dipangkuan Kenzo.
"Malika.. Sadarlah jangan seperti itu.."Kenzo berusaha terus menutup dada Malika yang terbuka bebas. Hingga Gundukannya bisa terlihat dengan jelas.
Kenzo menambah kecepatan mobilnya ia benar-benar sangat takut terjadi sesuatu pada Malika.
Hingga setelah penuh perjuangan akhirnya Kenzo tiba dirumah sakit.
Kenzo segera berlari menuju kursi Malika mengenakan kembali Jas ketubuh Malika dan segera menggendongnya. Tersentuh Kenzo, Membuat Malika semakin menjadi.
Dalam gendongan Kenzo, Malika terus mengeliat dan me n desah.
"Sus !!! Tolong !!!" teriak Kenzo.
Malika dilarikan keruang UGD secepatnya.
__ADS_1
Nafas Kenzo naik turun dengan perasaan sedikit lega, setidaknya Malika sudah akan ditangani.
"Ya Tuhan.. Tolong selamatkan dia.."Gumam Kenzo penuh harap.
.
.
"Loh kok Pak Jali yang bawa motor Kenzo ?? Kenzonya mana ??" Tanya Liza yang tak sengaja keluar dari rumah, melihat kedatangan Pak Jali sopir keluarganya.
"Tuan sedang menolong orang Nyonya. Saya tadi disuruh mengantar mobil kesana." Terang Pak Jali.
"Menolong orang ?? Orang kenapa kok ditolong ?? Orang tua atau temannya ??" Liza begitu serius.
"Saya kurang tau Nyonya. Tapi yang ditolong tuan Muda itu masih muda, wanita juga."Terang Pak Jali.
"Wanita ?? Muda ?? Siapa ?? Selama ini Kenzo tidak sedang dekat dengan wanita."Liza bertanya-tanya sendiri.
"Ada apa Ma ?? Malam-malam kok diluar ??" tegur Martius saat melihat istrinya didepan pintu luar.
"Itu Pa.. Kenzo katanya menolong wanita muda. Siapa ya kira-kira ??" Balas Liza seraya menoleh.
"Mungkin saja temannya. Biarkan saja. Anak kita itu sudah besar. Ayo tidur.."ajak Martius.
"Ih.. Papa, Mama sedang serius mikir ini..Malah ngajakin tidur.."Protes Liza.
"Mikirin apa sih Ma.. Mikirin papa saja.. Ayo.."Martius menarik tangan Liza untuk masuk kedalam rumah, meski Liza meronta menolak namun Martius tetap tak peduli.
.
__ADS_1
.