Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 37


__ADS_3

Ep 37


.


.


.


Kenzo dan Malika tiba dikampus bersamaa. Hal itu cukup membuat Vanesa dan tasya penasaran, Bahkan terlihat sekali kedekatan keduanya yang bercanda hingga senyum lebar terbit diwajah kedua anak manusia itu.


"Aku masuk dulu ya.. Nanti kerestorannya barengan saja."Ucap Kenzo.


"Tapi biasanya kau kerestoran sore ??"balas Malika.


"Kali ini tidak lagi.."Senyum lebar menjadi penutup percakapan mereka.


Malika menatap kepergian Kenzo. Banyak pasang mata yang melihat Malika hingga tak sedikit yang berbisik membicarakan kedekatan mereka berdua.


Vanesa dan tasya yang melihat Malika sudah ditinggal Kenzo buru-buru mendekati Malika.


"Malika.. Kau semakin dekat ya sama Kenzo.."Tegur Tasya saat sudah dekat.


Malika melebarkan senyumnya dan mengangkat tangan dihadapan Tasya dan Vanesa. " mana uangnya. Kami sudah jadian semalam."


"What ??" Vanesa seolah tidak percaya.


"Sicupu yang nembak atau kau ??" Tasya mencari tau.


"Tentu saja dia. Dan aku peringatkan, jangan panggil dia cupu ya.. Soalnya nama dia Kenzo."balas Malika dengan semangat

__ADS_1


"Wah.. Kau hebat sekali.. Waktunya singkat.."Puji Vanesa seraya bertos ria dengan Malika.


"awas ya kalau kalian lupa.."Canda Malika.


"Kau tenang saja.."Vanesa merogoh ponselnya. "tasya kau separuh."Tambah Vanesa.


"Iya..iya.. Wah selamat ya Ma.. Akhirnya jadian juga." ucap Tasya seraya mengetik sesuatu diponselnya.


"Kan ini cuma taruhan. Memang kau beneran suka Ma ??" Tanya Vanesa.


Malika terdiam seketika. Malika memang nyaman dan merasa senang bersama Kenzo. Tapi entah perasaannya bagaimana.


"Aaa.. Kita terllambat masuk. Ayo cepetan.."Malika berlari meninggalkan dua temannya.


.


"Apa ?? siCupu masih baik-baik saja ??" Ari seolah tak percaya dengan laporan teman kuliahnya yang tadi melihat Kenzo.


"Masa iya paman Hadi kalah ?? Dia kan gangster..??!" gumam Ari.


"Kau bicara apa Ar ??" Teman Ari memastikan.


"Tidak.. Apa tadi SiCupu datang bersama Malika ??" ari mengalihkan topik.


"Iya. Dan kau harus tau sesuatu."Teman Ari nampak bersemangat.


"Apa ??" Ari nampak jengah sekali sebab rencananya sudah gagal lagi.


"Ternyata Malika mendekati SiCupu karna taruhan saja dengan dua temannya itu." terang teman Ari.

__ADS_1


"Taruhan ??"Ari langsung menatap serius temannya.


"Iya. Tadi aku mendengar Malika menangih uang taruhan sama dua temannya."


Ari langsung menyeringai. "dasar wanita sok jual mahal. Ternyata dia lebih rendah dari seorang pelacur."gumam Ari.


"Ternyata dia tidak benar-benar tulus dengan siCupu." tambah temannya Ari.


"Jika difikir memang mana ada yang mau sama Cupu seperti itu. Penampilannya saja norak."Tambah teman Ari yang lain.


"Kita gunakan ini untuk membalas Cupu Ri. Bagaimana ??" saran temannya Ari.


"Itu juga yang sedang aku fikirkan. Sekarang tugas kalian tetap bersikap seperti biasa. Kita tunggu waktu yang tepat membongkar kebusukan wanita yang sok jual mahal itu."Terang Ari dengan yakin.


"Malika..malika.. Kau benar-benar ******. Hanya demi uang kau tega membohongi orang yang menolongmu mati-matian."Batin Ari.


.


.


Malika sudah keluar kelas bersama dua temannya. Dan Sesuatu yang mengejutkan, Kenzo ternyata menunggu Malika.


Melihat itu Vanesa dan tasya segera menggoda Malika. "wah.. Sudah ditungguin tuh.. Pasangan baru masih hangat-hangatnya nih.."


"Apaan sih kalian."Malika merasa malu sekali. Apalagi suara Vanesa bisa didengar Kenzo. Terlihat Kenzo segera menghampiri Malika.


"Ken.. Mau nganter Malika ya ??" tegur Tasya. Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum.


"Mau langsung kerestoran atau pulang dulu ??" tawar Kenzo.

__ADS_1


"langsung saja. Ini sudah lewat jam masuk kerjaku."Balas Malika.


Kenzo mengiyakan. Dan ia pun melangkah beriringan bersama Malika. Tak lupa Malika melambaikan tangan kepada dua temannya.


__ADS_2