
Ep 21
.
.
.
"Akkhhh !!! Kenzo lepaskan tanganku !!! Aaaahhhh !!!" teriak Ari kesakitan saat Tangannya diinjak oleh Kenzo.
Sementara Keempat teman Ari semua sudah tidak berdaya tergeletak dijalanan dengan luka serius disekujur tubuh mereka.
"Aku heran denganmu, seharusnya kau sembunyi setelah perbuatan bejatmu kemarin. Bahkan aku masih punya hati karna tidak melaporkanmu kepolisi. Ternyata aku salah."Ucap Kenzo seraya menyeringai.
Ari bisa melihat sisi lain dari Kenzo, pria cupu yang sering ia bully dikampus, Malam itu seolah Ari tak melihat Kenzo yang selama ini dia kenal. Ari seolah malah melihat monster yang mengerikan dihadapannya.
Daggg !!!
Kenzo menghadiahi Ari dengan tendangan terakhr, hingga Ari terperosok dan menyatu bersama teman-temannya.
"Ingat satu hal. Jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur lagi. Karna pasti kalian akan menyesal."Ucap Kenzo dengan serius. Kenzo pun segera memakai kembali kaca mata yang ia simpan disaku kemejanya. Dan kemudian memutar tubuh menuju mobilnya, meninggalkan Ari dan teman-temannya yang sudah tak berdaya.
.
.
Kenzo membenahi pakaiannya saat hendak masuk kedalam rumah. Alis Kenzo bertaut menjadi satu saat melihat mobil asing terparkir didepan rumahnya.
"Ada tamu ??" Tanya Kenzo sendiri. Ia pun segera masuk kedalam.
.
.
"Nah itu Kenzo pulang.."Ucap Mama Liza saat melihat Kenzo masuk dari pintu depan. Namun saat melihat lebih dekat Liza dibuat histeris wajah Kenzo ada lebamnya.
__ADS_1
"Astaga sayang.. Ini wajahmu kenapa ??"
Boris dan putrinya segera menoleh ikut memperhatiakan Kenzo.
"Tidak apa-apa ma.. Jangan berlebihan.."Balas Kenzo.
"Tidak apa-apa bagaimana ?!! Ini lebam !!" Balas Liza dengan kawatir.
"Kau berkelahi Kenzo ??!!" selidik Martius.
"Biarkan dia duduk dulu Martius.. Kasihan kan.."Cegah Boris berusaha memecahkan suasana.
Liza menuntun Kenzo untuk duduk. Meski awalnya Kenzo menolak, namun Tatapan sang mama yang memohon membuat Kenzo patuh seketika.
"Aku obati ya Ken.."Tawar Fiza.
"Tidak usah. Aku tidak apa-apa." balas Kenzo dengan singkat.
Martius hanya menggelengkan kepalanya. Kenzo sangat sulit sekali jika didekatkan dengan wanita.
"Bukannya mama yang menyuruhku menjaga wanitaku ?? Setelah dia sehat aku akan membawanya kemari."Ucap Kenzo.
Yang membuat Martius dan boris cukup terkejut. Begitupun dengan Fiza.
"kau bercanda Ken ??" Martius memastikan.
"Memang Ken pernah bercanda pa ?? Wanitaku sedang sakit. Aku pulang hanya mau mandi dan ganti baju. Aku harus kesana lagi menjaga dia."Tutur Kenzo. yang membuat Fiza menjadi kesal.
Liza seketika menerbitkan senyumnya. "Kau benar-benar jantan sekali Kenzo ku.."
Kenzo membalas senyuman sang mama.
"Kalau begitu Ken kekamar dulu ya ma.."Pamit Kenzo.
"Iya..iya.. Mama akan siapkan sup untuk kekasihmu itu.."Liza begitu antusias sampai lupa.jika ada boris dan putrinya disana.
__ADS_1
"Tuan Boris maaf sebelumnya, Saya permisi.."pamit Kenzo tanpa menyapa Fiza.
"Iya silahkan.." balas Boris dengan senyum keterpaksaannya.
Martius hanya mendesah kasar. Mau bagaimanalagi, Kenzo memang menolak dijodohkan.
"Papa. Ayo kita pulang.."Ajak Fiza yang sangat kesal karna diabaikan.
"Iya..iya.."balas boris.
"Em..tuan Martius, kami pamit dulu ya.."Ucap Boris dengan sopan.
"Iya..iya.. Silahkan, maaf saya tidak bisa memaksa kehendak anak."Balae Martius dengan sopan pula.
Boris hanya terdiam dan mengangguk. Lalu ia dan putrinya segera keluar dari rumah Martius.
.
.
Dijalan Fiza meluapkan kekecewaan dan amarahnya.
"Besok lagi aku sudah tidak mau menemui pria Cupu itu pa !!! Dia sama sekali tidak melirikku !!!" Protes Fiza.
"Sabar dong sayang.. Namanya usaha."balas Boris.
"sabar papa bilang ?? Kalau bukan karna dia anak orangkaya, aku mana mau seperti ini !! Tampilan aja nggak ada modis-modisnya !!!"Timpal Fiza.
"Setidaknya kau harus berusaha ekstra. Memang kau tidak mau menjadi menantu tunggal keluarga konglomerat itu !??" Sanggah Martius.
Fiza hanya mendegus kesal seraya membuang tatapannya keluar jendela mobil.
.
..
__ADS_1