Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 9


__ADS_3

Ep 9


.


.


.


Waktu kuliah datang lagi, Malika dan kenzo sama-sama berada dikelas mereka masing-masing. Hingga saat jam sudah selesai, Keduanya tak sengaja bersamaan keluar dari ruangan masing-masing


"Eh.. Kenzo.."Sapa Malika dengan senyum sumringahnya. Sementara Tasya dan Vanesa yang ada disisi Malika hanya saling pandang dan tersenyum.


"Hay Malika. Sudah selesai ya mata kuliahnya ??" balas Kenzo tak kalah ramah. Tak lupa kebiasannya sembari membenahi kaca matanya.


hal itu pun membuat Vanesa dan Tasya saling pandang serta menahan tawa lagi.


"Sudah.. Kau juga..??" Balas Malika.


"Iya.."


"Bareng yuk keRestorannya ??" Ajak Malika.


Kenzo terdiam seSaat, ia harus kekantor papanya dulu baru setelah itu kerestoran. Namun rasanya tidak enak menolak ajakan Malika, wanita yang baik terhadapnya itu.


"Kau kenapa ??" tegur Malika.


"Oh.. Iya.. Ya sudah ayo.."ajak Kenzo seketika.


Senyum Malika full seketika seraya melirik tipis dia temannya.


"Aku duluan ya.."lambaian tangan Malika membuat dua teman Malika itu tersenyum puas.


"Astaga Malika..Dia serius sekali memerankan peran ini.."Ucap Tasya.


"Yah begitulah kalau punya modal wajah cantik.."balas Vanesa.

__ADS_1


"Ha..ha..ha.. Berarti kau tidak cantik dong.." tawa tasya pecah seketika.


"enak saja.. kau juga kalah cantik jiks dibanding Malika kan.. Sama-sama jelek jangan aneh-aneh deh.." celoteh Vanesa.


"Iya juga ya..hah.. Aku tetap bersyukur kok kayak gini pun yang penting sehat.."Balas Tasya.


"sudalah ayo pulang.."Vanesa menarik lengan Tasya.


.


.


Diparkiran Ari yang juga hendak pulang tak sengaja melihat Malika yang berjalan beriringan dengan Kenzo.


Senyumnya seketika luntur apalagi saat dua sahabatnya mengatakan sesuatu.


"Lihatlah Ar.. Malika makin dekat tuh sama si Cupu.."Ucap teman Ari salah satu


"Wah.. Seleranya Malika cukup rendah ya.." canda yang lain.


"sialan.. Awas saja pria itu.."umpat Ari yang langsung menaiki mobilnya.


.


.


Namun kenyamanan mereka terganggu saat tiba-tiba mobil sport menyalip mereka. untung Kenzo tak begitu terkejut.


"Kurang ajar sekali tuh mobil ya.."Ucap Malika dengan kesal.


"Biarkan saja. Mungkin dia buru-buru.."balas Kenzo.


"Kau ini jadi orang terlalu sabar ya.. Aku sampai heran.."Timpal Malika.


Kenzo hanya mengulas senyum.

__ADS_1


dan tanpa disangka, Mobil sport itu kembali mengerem.mendadak hingga hampir saja Kenzo menabraknya.


Crittt !!!


"Akkhhh !!!"


Kenzo menghentikan motornya sebentar, lalu kembali menjalankannya lagi. Kenzo tau betul mobil siapa itu.


"Maunya apa sih Mobil itu ??!! Kenapa kita jalan lagi sih Kenzo.. Harusnya kita labrak mereka dulu !!!" Protes Malika.


"Itu mobilnya Ari Malika.. Aku tau dia mau minta uang denganku.."Balas Kenzo.


"Jadi itu Ari.."Malika melirik kebelakang.


"Stop Kenzo, biar aku kasih pelajaran dia !!" Pinta Malika.


"Sudah tidak usah.. Kau kan harus bekerja, jangan gunakan tenagamu hanya untuk hal yang tidak penting."tutur Kenzo mengingatkan.


"Iih.. Kau ini, makanya dia sering merundungmu, karna kau terlalu terima dengan perlakuan dia.."Omel.Malika yang terlihat kesal.


"Aku hanya menghindari perkelahian Malika.. Sudahlah, kita sudah cukup jauh kok dari mereka. Hampir sampai restoran."Ucap Kenzo.


Dan benar saja mobil Ari tak lagi mengikuti mereka. hingga Kenzo dan Malika tiba didepan restoran.


Malika segera turun. Namun Kenzo masih tetap menggunakan helmnya.


"Loh, kok kau tidak turun ??" Tegur Malika.


"Em.. Itu, aku.. Aku terlupa sesuatu. Aku mau mengambilnya dirumah.. Kau masuklah dulu.."balas Kenzo.


"Kenapa tidak bilang dari tadi.. Harusnya kau tidak perlu mengantarku.."Timpal Malika.


"Tidak masalah.. aku pulang sebentar ya..Pamit Kenzo yang kembali menyalakan mesin motornya.


Lambaian tangan Malika mengiringi kepergian Kenzo.

__ADS_1


.


.


__ADS_2