Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 24


__ADS_3

Ep 24


.


.


.


"Wah.. Kau beli macam-macam makanan Ken.. Apa kita akan habis sebanyak ini ??" tanya Malika yang mulai membuka kantong plastik bawaan Kenzo.


"Kalau tidak habis bisa kau bawa pulang. Pasti dirumahmu tidak ada makanan, soalnya kan tidak ada orang. Kau masih perlu banyak istirahat"Balas Kenzo dengan mudah.


Malika terdiam sesaat. Seperhatian itu Kenzo kepadanya. Bahkan Malika sama sekali tidak berfikir kesana.


"Kok diam ?? Tidak jadi makan ??" Tegur Kenzo. Malika gelagapan dibuatnya. Ia kemudian kembali mengambil beberapa untuk dimakan.


"Kau juga harus sarapan Ken.. Jangan sampai gantian kau yang sakit."Malika berusaha memberi candaan.


"Iya..iya.."Kenzo pun turut menikmati makanan. Sesekali candaan mereka lakukan.


Keduanya keluar dari ruangan rawat Malika bersamaan. Malika membuka tasnya guna mengambil Dompetnya.


"Kenzo.. Kau duluan saja keluar ya, aku mau membayar administrasi.."Ucap Malika pada Kenzo.


"Sudah aku bayar Malika..kita langsung pulang saja."balas Kenzo.


"Apa ?? Kenapa kau yang bayar ??" Malika cukup terkejut.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya aku tidak ijin denganmu. Tapi sewaktu aku baru datang tadi, Perawat menanyakan administrasi. Aku langsung bayar saja."tutur Kenzo.


"Ya sudah, nanti aku ganti ya.. Aku tidak mau semakin merepotkanmu seperti ini."Timpal malika.


"Malika.. Aku iklas membayarnya. Kau tidak usah menggantinya."Balas Kenzo dengan sungguh-sungguh.


"Tapi..-"


"Malika.. Please.."


"ya sudah. Terima kasih sekali lagi Ken.. Kau benar-benar baik sekali.. Aku tidak tau jika bukan kau akan seperti apa nasibku.."Ucap Malika dengan tulus.


"Iya sama-sama.. Ya sudah. Ayo pulang.."Kenzo melebarkan senyumnya diikuti Malika juga. Keduanya beriringan keluar dari rumah sakit bersamaan.


.


.


"Mampir dulu Ken.."Ajak Malika.


"Iya.."Kenzo pun mengekor dibelakang Malika dan masuk kesebuah rumah minimalis milik Malika.


"Biar aku taruh dapur ya, kau duduk saja. Dapurnya dimana ??" tanya Kenzo seraya mengedarkan matanya.


"Kenzo, kau duduk saja dulu.."Balas Malika.


"Tidak apa-apa.."Timpal Kenzo dengan tenang.

__ADS_1


Malika hanya bisa mengulas senyumannya. Seraya menatap Kenzo yang menuju dapur. terlihat Kenzo langsung membereskan makanan diatas meja makan.


"Bagaimana pria sebaik itu tidak pernah aku tau.."batin Malika sendiri.


"Kenzo, aku buatkan minum ya ??" tawar Malika yang menyusul Kenzo kedapur.


"Tidak usah. Kau istirahat saja.. Aku juga langsung mau kekampus."Balas Kenzo setelah selesai membereskan makanan.


"Lalu bagaimana aku membalas semua kebaikanku Ken.. Jujur aku merasa sangat tidak enak seperti ini.."Tutur Malika.


Kenzo menatap lekat Malika dengan senyumannya. "Aku tidak perlu dibalas Malika..Aku melakukan semuanya dengan iklas kok. Selama dikampus kau juga telah menolongku Saat aku dirundung teman-teman. Sekarang anggap saja aku sedang membalas kebaikanmu sebelumnya."Terang Kenzo.


"Tapi bahkan kemarin kau bisa mengalahkan orang yang merundungku dikampus dengan mudah Kenzo.."Ucap Malika.


"Sudah jangan dibahas lagi. Aku harap hanya kau yang tau masalah ini ya.."Pinta Kenzo.


"kenapa ?? Semua anak dikampus meremehkanmu Ken.. Mereka selalu menyepelekanmu.."Malika begitu tak percaya dengan Maksud Kenzo.


"Biarkan saja. Aku sama sekali tidak peduli pendapat orang."balas Kenzo dengan senyum kelembutannya.


"kau itu pria terbaik dan teraneh yang pernah aku kenal Ken.."Ucap Malika. Kenzo malah terkekeh.


"Asal kau tidak takut saja padaku itu sudah cukup"


Keduanya tertawa bersama, Hingga kemudian Kenzo berpamitan untuk kekampusnya. Ia juga merasa tidak enak jika berlama-lama dirumah Malika, apalagi tidak ada orang lain selain mereka disana.


.

__ADS_1


.


__ADS_2