Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 26


__ADS_3

Ep 25


.


.


.


Dikampus, Vanesa dan Tasya berkeliling mencari keberadaan Ari, namun hingga jam pulang tetap juga tidak terlihat batang hidungnya.


Malah mereka melihat Kenzo yang juga mau pulang dengan tumpukan buku ditangannya.


"Loh, Sya.. Itu kan kenzo ?? Dia kuliah ?? Katanya mau nemenin Malika ??" Tanya vanesa pada Tasya seraya menunjuk kearah Kenzo.


"Iya.. Kita samperin aja yuk.."ajak Tasya. Vanesa yang setuju pun segera membawa Tasya mendekati Kenzo.


"Kenzo !!!" panggil Vanesa.


Kenzo menoleh kesumber suara. tak lupa ia membenahi kacamatanya.


"Kau kuliah ?? Lalu Malika dengan siapa ??" tanya Tasya tanpa basa basi.


"Oh.. Malika dirumahnya. Tadi pagi dokter sudah memperbolehkan dia pulang."Balas Kenzo.


"Benarkah ??"Vanesa berubah senang.


"Iya. kalian kerumahnya saja. Apa ada yang mau kalian tanyakan lagi ?? maaf sebelumya, aku harus pergi.."Tanya Kenzo memastikan.

__ADS_1


"Tidak..tidak.. Maaf ya, sudah mengganggu waktumu."balas Vanesa.


"Iya.. Santai saja. Aku permisi ya.."Kenzo pun segera masuk kedalam mobilnya.


Sementara Vanesa dan Tasya memilih menuju mobil mereka juga untuk kemudian mengunjungi Malika. Rasa bahagia terlihat jelas diraut wajah Vanesa dan tasya saat mendengar Malika sudah pulang, tanda jika gadis itu sudah membaik dengan sempurna.


.


.


Tak butuh waktu lama, Vanesa dan Tasya sudah sampai dirumah Malika. Mereka pun yang sudah biasa datang langsung masuk saja. .


"malika... Kau dirumah kan ??" Teriak Vanesa nampak tidak sabar.


"Malika yang masih berbaring diruabug tengahnya terganggu sekali dengan suara Vanesa.


"Kau yang kebiasan buruk Malika. Pintu terus saja tidak dikunci. Jika ada maling masuk bagaimana ?? Atau penjahat ??" omel tasya.


"Lagian maling mana yang mau masuk kerumahku yang tidak ada apa-apanya.."Timpal Malika.


"Tidak ada apa-apanya bagaimana ??!! Kau ini gadis perawan Malika.. Itu lebih berharga dari apapun tau !!" protes Tasya.


" Iya..iya.. Maaf, kalian kok tau aku sudah dirumah ??"Tanya Malika.


"Kenzo yang memberitau kami. Kau yakin sudah sehat ?? Tidak pusing ?? Tidak gemetar kan badannya ?? Atau mual ??" vanesa begitu posesif.


"Tidak Vanesa.. Aku sudah baik sekali. Besok sepertinya aku juga sudah masuk kuliah. Skripsi akhir kan sebentar lagi.."Timpal malika.

__ADS_1


"Dan taruhan juga sebentar lagi berakhir Malika.. Kau terlihat berhasil mendekati Kenzo.."Canda Tasya.


"Iya nih Malika.. Kita penasaran, kenapa Kenzo bisa seperhatian itu denganmu ?? Kalian udah jadian ??" Tambah Vanesa.


"Apaan sih kalian..Jadian sih belum. Tapi mungkin, Kenzo kasihan saja padaku. Dia yang bertaruh nyawa menyelamatkan aku dari penculikan yang dilakukan Ari.."Ucap Malika. Ia sebenarnya masih begitu trauma jika mengingat kejadian itu.


"Jadi benar ini ulah Ari ???" vanesa begitu terkejut.


Malika mengangguk pelan. "aku sendiri juga tidak menyangka, Jika Ari bisa senekad itu."


"Tunggu..tunggu.. Kenzo yang menyelamatkanmu ?? Bagaimana bisa Malika ??" tasya masih tak mengerti.


"Aku.juga tidak tau seperti apa. Semua terjadi seolah begitu cepat. Tapi aku benar-benar merasa Kenzo adalah dewa penolong untukku. Andai saja dia tidak datang, aku tidak tau nasibku akan seperti apa. Ari sengaja mau memperkosaku, bahkan dia memberiku obat perangsang sampai aku tidak sadar."Cerita Malika.


"sialan tuh si Ari.. Otaknya ngadat atau gimana sih tuh orang ?!!!" Umpat Vanesa.


"entahlah..."balas Malika.


"Kita laporin saja kekantor polisi Malika.. Biar dia kapok.." Usul Tasya.


"Kenzo melarangku melakukannya. Dia hanya bilang akan terus menjagaku dari jangkuan Ari.."Ucap Malika.


"Iih.. Sos weet baget sih Kenzo.. Aku sama sekali tidak menyangka siCupu itu jadi seromatis itu.."Tanggap Tasya.


"Iya. Bahkan dia sangat perhatian sekali denganku Sya.. Dia begitu menghormati dan menjagaku sekali.."Balas Malika seraya krmbali teringat bagaimana Kenzo menolongnya dan melakukan semua kebaikan terhadap dirinya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2