
Ep 30
.
.
Saat Malika masuk keruangan kelasnya, Vanesa dan tasya sangat terkejut kala melihat kedatangan Temannnya itu. Buru-buru mereka menghampiri Malika yang baru sampai dipintu.
"Malika.. Kenapa kau kuliah ??" Tegur Vanesa.
"Iya.. Seharusnya kan kau istirahat dulu.."Tambah Tasya.
"Aku bosan dirumah. Dan sebentar lagi kita kan mau melakukan skripsi akhir. Akan tertinggal jauh jika aku terlalu lama cuti."Balas Malika.
"Tapi kau kan baru saja terluka Ma.. Jangan dipaksakan jika tidak kuat.."Timpal Vanesa bernada kawatir.
Malika langsung mengulas senyumnya. Betapa beruntungnya ia, memiliki dua sahabat yang begitu menyayanginya layaknya keluarga. "Kalian tenang saja. Aku sudah jauh lebih sehat. Nanti kalau aku sakit kan ada kalian yang bakal jagain.."Canda Malika.
Pukk !!
"Awww !!" pekik Malika saat lengannya dipukul Tasya.
"Kau ini suka sekali membuat kami kawatir.."Ucap Tasya.
Malika pun terkekeh seketika. Ketiganya kemudian memilih segera duduk dibangku masing-masing, karna jam dosen akan segera dimulai.
__ADS_1
.
.
"Kau juga mau kerja Ma ?? Jangan dulu lah.. Kau istirahat saja.."Ucap Tasya setelah mereka keluar ruangan karna plajaran mereka telah usai.
"Tapi aku butuh uang Tasya.. Bagaimana biaya hidupku jika aku terus menganggur.."Balas Malika.
"Ya ampun Malika.. Kau melupakan kami.. Kami pasti membantumu loh.. Kesehatanmu itu jauh lebih penting.."Timpal Vanesa dengan celotehannya.
"Malika.. Kau lupa. Kau punya uang taruhan juga. Aku rasa kau akan berhasil memacari siKenzo.. Dari kalian dekat saja sudah kelihatan.."Tambah Tasya.
"Nah itu juga..."serobot Vanesa dengan semangat.
Malika terdiam seketika. Melihat ketulusan dan kebaikan Kenzo terhadapnya, Apa Malika tega menjadikan Kenzo sebagai bahan taruhan ?? Tapi semua sudah terlanjur disepakati. Setelah mereka resmi berpacaran, Malika harus menjauhi Kenzo karna misi taruhannya telah selesai.
"Eh.. Iya.. Maaf." Malika tersadar.
"Kau melamun apa ?? Kenzo ya ??" Goda tasya.
"Apaan sih.."Balas Malika seraya tersenyum malu.
"Idih.. Pipinya merah tuh.. Jangan-jangan kau jatuh hati beneran sama Kenzo.."Canda Vanesa.
"Kalian ah.. Sudah..sudah.. Kenapa jadi bahas Kenzo terus.. Aku mau pulang Ah.."Malika cepat melangkah meninggalkan kedua temannya yang tertawa lebar.
__ADS_1
.
.
Malika tiba direstoran tempat ia bekerja. Disana ia sudah disambut oleh meneger Restoran itu. Malika fikir ia akan dimarahi, namun ternyata Aji malah begitu terlihat kawatir hingga menimbulkan rasa cemburu pada karyawan lain.
"Malika.. Akhirnya kau datang juga.. Kau kemana saja ?? Apa kau sakit ?? Kenapa tidak memberi kabar ??!" Aji begitu terlihat serius.
"Maaf pak.. Saya ada urusan sedikit dan juga sedikit tidak enak badan."Balas Malika.
"Benarkah ?? Kau sudah kedokter ?? Mau saya antar ??" Tawar Aji hingga membuat Malika cukup risih. Apalagi banyak karyawan restoran yang menatap jijik pada Malika.
"Tidak pak.. Saya sudah lebih baik. Saya permisi dulu ya.."Malika langsung meninggalkan Aji untuk berganti seragam.
Saat berpapasan dengan karyawan lain Malika bisa mendengar ejekan untuknya.
"Lihat dia.. Terus merayu pak meneger biar tidak kena sanksi kalau tidak masuk.."Ucap salah seorang
"Iya.. Mungkin dia sudah memacari pak meneger kali.. Cih, tampangnya saja alim ternyata kelakuannya menjijikkan."Tambah yang lain lagi.
Malika tak mau mendebat, ia memilih langsung keRuang ganti dan kembali bekerja. Meski kata-kata mereka cukup membuat darah mendidih, tapi Malika masih bisa mengatur emosi dalam dirinya.
.
.
__ADS_1
..