
Ep 68
.
.
Satu bulan sudah berlalu setelah kesedihan yang begitu mendalam yang dialami keluarga kecil Kenzo dan Malika.
Kini mereka mulai kembali melakukan aktivitas seperti sebelumnya.
Bahkan Malika juga kembali bekerja untuk mengusir kekosongan didalam Otaknya. Kenzo sudah melarang, namun Malika tetap pada pendiriannya.
Karna memang Malika menjabat sebagai direktur Keuangan dikantor papa mertuanya, Malika kini harus disibukkan dengan banyaknya pertemuan dengan Klien demi tendder besar yang ia gagas.
Martiuz pun sangat puas dengan pencapaian Malika saat ini. Setidaknya, Malika benar-benar mulai menata kehidupan barunya.
Hari itu Malika pulang dari bertemu Klien sebagai akhir penandatanganan kontrak kerja sama.
Dengan ditemani beberapa karyawannya, Malika membelah keramaian jalan.
"Ini waktunya makan siang, Kalian mau makan tidak ?? saya traktir hari ini ??" Tawar Malika pada Karyawannya.
"Tentu saja mau buk.."balasnya.
Malika mengembangkan senyum dan langsung meminta sopir untuk berhenti direstoran terdekat.
Tak lama, Mobil Malika berhenti didepan restoran yang dituju. Semua terlihat turun dengan Malika yang terakhir.
Ponsel Malika berdering mengharusnya untuk menerima panggilan masuk itu.
__ADS_1
"Kalian masuk dulu dan pesan ya.. Nanti saya nyusul."Ucap Malika pada beberapa karyawannya.
"Siap buk.. Ibu mau dipesankan ??" tawarnya.
"Boleh.. Saya terima telfon dulu.."Malika menyingir sedikit lalu segera menempelkan benda.pipih ditelinganya.
"Halo hubby.. Ada apa ??" Malika menyapa suaminya dari sambungan telfon.
"Kau sudah makan ?? Mau makan siang bersama ??" Ajak Kenzo.
"Maaf hubby.. Aku makan siang dengan anak-anak kantor. Tadi kami bertemu Klien untuk menandatangani berkas. Kasihan mereka.."balas Malika.
"Owww.. Ya sudah, tapi kau harus tetap jaga kesehatan ya.."Pesan Kenzo.
Malika tersenyum lebar. "Tentu saja hubby.. Kau jangan kawatir.."
"Baik. Aku tutup dulu. Nikmati makan siangmu sayang."
Malika hendak memasukkan kembali ponsel didalam tasnya. Namun saat ia hendak masuk kedalam Restoran, Mata Malika melihat sesuatu yang mengejutkan.
Brakkk !!!
Seorang wanita terpental dipinggir jalanan setelah ditabrak oleh sebuah mobil yang dengan cepat mobil itu pergi begitu saja.
" masya allah !!"Malika terkejut sekali. ia yang reflek langsung menghampiri wanita itu. Beberapa orang disekitar juga ikut membantu.
"Wanita ini hamil.. lukanya juga parah !!" Ucap orang disana.
Malika terus mendekat dan melihat wanita itu. Ia cukup kasihan sekali apalagi dengan kondisinya yang tengah hamil
__ADS_1
"Dia tidak bawa identitas"Ucap orang yang memeriksa.
"panggil ambulance saja."tambah yang lain.
"Biar saya saja yang bawa dia.."Ralat Malika dengan cepat.
"Benar buk ??"Semua memastikan.
"iya. jika menunggu ambulance terlalu lama. tolong bantu angkat dan masukkan dimobil saya.."tutur Malika.
Semua setuju. Dan Wanita itu segera dibawa menuju mobil Malika.
.
.
Didepan ruang UGD, Malika setia menunggu. melihat wanita hamil besar dengan luka serius yang dialami, benar-benar membuat Malika kawatir sekali.
Tak lama pinty UGD Terbuka, dokter terlihat keluar. "Adakah keluarga pasien ??"
"Em.. Saya tidak tau Dok. Saya menemukan dia korban tabrak lari dijalan tadi."Balas Malika.
"Pasien mengalami pendarahan hebat. kami harus segera melakukan operasi secar pada kandungannya agar tidak sampai terjadi sesuatu. Dan kami butuh persetujuan pihak keluarga." terang dokter itu.
"Lakukan saja apa pun dok, asal semua selamat."balas Malika dengan cepat.
"Baiklah. Silahkan Ibu tanda tangan disini."Seorang perawat segera menyodorkan berkas pada Malika. Malika pun tak menunggu apapun dan langsung menandatanginya, yang ia fikirkan adalah wanita dan bayinya harus segera diselamatkan.
.
__ADS_1
.