
Ep 60
.
.
Lambaian tangan Vanesa menbuat Malika bisa menemukan kedua sahabatnya.
"Aaa.. Aku kangen banget.." Malika kegirangan sekali. Mereka saling berpelukan melepas kerinduan.
"Kau sibuk sekali setelah menikah."Balas Tasya.
"Dan kau tambah cantik Malika..Penampilan juga sudah seperti nyonya muda." canda Vanesa.
"Apaan sih.. Aku juga masih bekerja jadi bawahan kok.."balas Malika.
"Sudah.. Sudah.. Duduk dulu. Aku sudah pesankan makanan kesukaanmu. Kau tidak berubah kan ??" Tutur Tasya.
"Memangnya ultramen."Ketiganya seketika tertawa bersama.
Setelah makanan datang, mereka bertiga menikmatinya seraya sesekali bercanda ria.
"Kalian kapan nikah ??" Tanya Malika setelah menyelesaikan makannya.
"Kenapa harus itu sih yang kau tanyakan.."gerutu Tasya.
"Ya..kan kalian sudah selesai kuliah semua. Apalagi jika bukan menikah.."balas Malika.
__ADS_1
"kami pengen menikah. Tapi dengan siapa, pacar saja kita tidak.punya."timpal Vanesa.
"Kalian yang terlalu banyak milih. bukannya kau sudah dijodohkan Va.??" Malika menanyai Vanesa.
"Aku belum bertemu seperti apa orang yang mau dijodohkan denganku. Aku sih mau-mau saja jika cocok."terang Vanesa.
"Yah..jika kau setuju dijodohkan berarti kau akan menikah. Terus aku bagaimana? Papaku tidak mau menjodohkanku. Dia mau aku mencari pendamping sendiri.."Timpal Tasya.
"Yakin saja.. Pasti kau bisa bertemu pria yang sesuai dengan apa yang kau inginkan."Malika mencoba menenangkan tasya.
Senyum Malika perlahan luntur saat melihat seorang wanita yang menggendong bayi mungil sembari makan bersama Suaminya.
Jujur, dalam lubuk hati Malika ia sangat ingin hamil. Namun entah mengapa Tuhan belum menitipkan kepadanya.
Melihat Malika terlihat melamun sembari menatap kearah lain, membuat Vanesa dan tasya saling tatap.
"Malika !!" Sentak Tasya.
"Ahh..iya.."Malika segera menoleh.
"kau kenapa ?? Kau kenal wanita itu ??" Tanya Vanesa.
"Tidak."Malika seketika menunduk berusaha biasa saja.
"Kau kenapa ?? Apa ada masalah ??" Vanesa yang selalu tau apa yang dirasakan Malika segera sadar.
Malika mengatur nafasnya. "Aku iri dengan wanita itu. Kapan aku bisa menggendong baby seperti dia."
__ADS_1
"Malika.. Kau menikah kan juga baru beberapa bulan. Jangan sedih begitu"Hibur Tasya.
"Iya. Aku berusaha melupakan semuanya dengan bekerja. Tapi hatiku rasanya nyeri sekali jika melihat wanita yang sebaya denganku sudah menggedong baby. Dan kenapa aku juga belum hamil.."tutur Malika
Vanesa mengusap punggung sahabatnya itu. " Kau sudah periksa kedokter belum ??"
Malika menggeleng pelan
"Cobalah periksa. Ajak Kenzo. Minta solusi dari dokter. Bagaimana baiknya."nasehat Vanesa.
"Iya Ma.. Dan maaf sebelumnya bukan maksud aku melarang kau bekerja, tapi Ada baiknya kau istirahat dirumah jika mau fokus dengan momongan. Aku sih tidak tau itu berpengaruh atau tidak, tapi setidaknya mencoba kan apasalahnya."Imbuh Tasya.
"Terima kasih ya.. Kalian benar-benat sahabatku.."Balas Malika Ketiganya berpelukan erat.
"Sudah jangan sedih-sedih lagi. Dibuat happy aja, Ya.. Setidaknya waktumu berduaan dengan Kenzo terlihat cukup lama kan.."Canda Vanesa.
Malika terkekeh seketika. "Kau benar. Malika melirik jam dipergelangan tangannya.
"Eh.. Sorry ya, aku harus pulang dulu. Sebentar Lagi Kenzo.pulang, aku harus siapkan makan malam untuk dia."Pamit Malika
"Iya. Pulanglah. Apalah daya kami yang masih jomblo. Kami masih betah disini. Yaa, siapa tau ada cowok ganteng yang bisa memikat hati kami.."Celoteh Tasya.
Malika tertawa seketika. "Aku doakan semoga terkabul.." Malika segera bersiap untuk pulang.
.
.
__ADS_1