Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 57


__ADS_3

Ep 57


.


.


 "Lama banget sih Ken ngangkatnya ?? Kecapekan ya ??" Suara mama Liza terdengar sangat frontal hingga wajah Malika memerah. Sementara Kenzo hanya bisa geleng-geleng kepala dengan ucapan mamanya.


"Em.. Ma.. Ini.Malika.."Balas Malika.


"Oh.. menantu. Maaf sayang, aku fikir Kenzo. Kau sudah bangun ?? Jika lelah tidurlah Nak.. Jangan mau ya dipaksa mandi bersama, Mama faham betul.maunya laki-laki.. Itu hanya modus.."celoteh Mama Liza.


"Mama bicara apa sih.. Malika jadi bingung."Tambah Kenzo.


"Mama itu kasih Tau Malika pengetahuan Kenzo.. jangaj ikut campur. Kau kan pria."balas Mama Liza.


"Malika..malika.."panggil Mama Liza penuh semangat.


"Iya Ma.. Malika masih disini."balas Malika.


"Mama kirim pelayan untuk mengantar makanan. Jangan fikirkan aku dan papamu ya, kami juga akan pulang. Kalian disini dulu tidak apa-apa.."terang Mama Liza.


"Iya Ma. Terima kasih."balas Malika.


Panggilan pun berakhir.


"Mandilah. Aku akan menunggu."ucap Malika pada Kenzo.


"Kau saja dulu. Kau kan yang tidak pakai baju sama sekali. Jika pelayan datang siapa yang membuka pintu."Goda Kenzo lagi. Lagi, pipi Malika kembali memerah.

__ADS_1


Tanpa menjawab lagi, Malika memilih menggulung tubuhnya dengan selimut, Lalu segera kekamar mandi. Malika hampir memekik sebab ia merasa nyeri dibagian intimnya, namun dengan cepat Malika menahannya dengan terus menebar senyum.


"Tidak usah ditutupi. Aku juga sudah melihat semuanya."kembali Kenzo menggoda Malika.


"Kenzo.."Malika berlari masuk kekamar mandi. Hal itu menimbulkan gelak tawa dari Kenzo.


.


Sore hari, Kenzo dan Malika kembali kerumah Kenzo untuk mengutarakan niat Mereka.


Mama Liza menyambut dengan penuh bahagia. Pelukan hangat kembali didapat Malika dari mama Liza.


"Selamat datang sayang.. Ini rumahmu juga jadi jangan sungkan atau malu ya.."


"Terima kasih Ma.. Papa mana ??" Balas Malika.


"Sepertinya aku akan berubah menjadi anak tiri."gumam Kenzo mengekor.


.


.


"Papa.. Menantu kita datang.. Buang itu laptopmu !!!" ucap Mama Liza dengan suara keras.


Martiuz membuka kacamatanya lalu mengulas senyum seraya menutup Laptopnya. "Selamat datang Nak.."sapa Martiuz saat Malika mencium tangannya.


"Iya Pa. Maaf kami baru datang."balas Malika.


"tidak masalah. ayo duduk.. pelayan sudah masak cukup banyak."Ajak Martiuz.

__ADS_1


"Kalian benar-benar melupakan aku ya.."Ucap Kenzo.


"Hey anak muda, Kau kan sudah sering disapa.. Lagian ini rumahmu, Tidak perlu ditunjukkan kau sudah tau ruang makan sebelah mana, Jangan cemburu seperti itu, seperti anak kecil saja..."Celoteh Mama Liza.


Martiuz terkekeh mendengar ucapan putra dan istrinya.


"Malika. Kau harus terbiasa dengan perdebatan seperti ini. Apalagi jika aku dan mamamu yang berdebat, tidak akan ada ujung. itu sudah menjadi kebiasaan. Jadi jangan sampai kau berfikir karna ada kau kami menjadi sering berdebat." Martiuz memberitau Malika.


"Iya Pa.. Malika mengerti."balas Malika.


"Malika kan sudah biasa bertemu Mama.. Jadi jangan berfikir seperti itu." tambah Mama Liza.


"Aku hanya tidak mau dia tidak nyaman karna omelanmu."Balas Martiuz.


"Kau yang selalu menjawab jika aku bicara.."Mama Liza


"Pa..Ma.. Sudah dong, masa langsung dipraktekan sih.."Lerai Kenzo


Malika nampak mengulas senyum melihat kelucuan keluarga Kenzo.


"Maaf ya sayang.. Mama kelepasan.."Mama Liza langsung menatap Malika dengan serius.


"Tidak apa-apa Ma.."Balas Malika.


"Ya sudah. Ayo makan saja.. Malika, nikmati makanannya. Jangan sungkan ya Nak.."ucap Martius. Malika mengangguk dengan senang. Mereka pun segera menikmati makan bersama sebagai perayaan kedatangan penghuni dan anggota baru dalam keluarga Martiuz.


.


.

__ADS_1


__ADS_2