Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 58


__ADS_3

Ep 58


.


.


"Ma, pa.. Ada yang mau Ken bicarakan."Kenzo mulai bicara setelah semua menyelesaikan makannya.


"Ada apa ken ?? Sepertinya serius."Papa Martiuz langsung mengerti.


Kenzo menatap Malika yang terlihat menunduk. Kenzo yakin betul jika Malika pasti takut.


"Aku dan Malika sepakat untuk langsung tinggal dirumah sendiri Ma..pa.."Balas Kenzo.


"Kenapa ?? Kalian masih baru menikah ?? Apa Mama membuatmu tidak nyaman sayang ??" Mama Liza nampak bingung dan langsung menatap Malika.


"Tidak Ma.. Mama sama sekali tidak membuat Malika kenapa-kenapa. Justru Malika malah senang dan Bahagia bisa memiliki mama.."Balas Malika.


"Lalu kenapa harus tinggal terpisah ??"Mama Liza menatap Kenzo dan Malika bergantian.


"Ma.. Malika punya rumah peninggalan orangtuanya. Ia tidak mau sampai rumah itu kosong. Lagian, kapan aku bisa mandiri jika tidak langsung belajar."Kenzo menjelaskan.


Papa Martiuz tampak mengerti.


"Tapi Ken..-"


"Iya. Papa ijinkan. Tapi ingat, jika kalian ada masalah atau butuh sesuatu jangan pernah sungkan untuk bertukar pendapat pada kami. Kami orangtua kalian. Termasuk kau Malika. Jangan sungkan dengan kami, Anggap kami orangtuamu. Jika suatu hari Kenzo menyakitimu kau jangan berfikir aku akan membela dia, karna aku lebih percaya ucapanmu."Terang Papa Martiuz dengan bijak.


Mama Liza hanya bisa pasrah saja. "Baiklah.. Tapi Mama boleh kan main kesana setiap hari ??"


"Tentu saja Ma..Kami juga akan sering-sering berkunjung kemari."Balas Malika dengan cepat.


"Aaa.. Menantuku.."Mama Liza memeluk Malika dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Semua tersenyum bahagia.


"Oh ya.. Sudah belah duren kan ??"pertanyaan frontal mama Liza seketika membuat Wajah Malika memerah bak tomat matang.


"Mama.."Kenzo malu sekali.


"Ma.. Kau ini tanya apa ??!" Martiuz tambah tak percaya.


"Mama hanya memastikan. Papa kan tau sendiri, Kenzo itu tidak punya pengalaman."Ucap Mama Liza.


"Mama takut cucu mama nanti tidak jadi-jadi kalau tidak dibelah durennya."imbuh Mama Liza.


Martiuz hanya bisa geleng-geleng kepala dengan pertanyaan konyol sang istri.


"Malika.. Kenzo.. Segeralah masuk kamar jangan dengarkan dan jangan jawab pertanyaan aneh mamamu. Bisa-bisa dia akan tanya gaya apa yang kalian pakai."Martiuz menyuruh dua putra putrinya untuk istirahat.


Kenzo pun terlihat setuju. Ia segera berdiri dan mengajak.Malika kekamar.


"Diamlah. Kau ini memalukan sekali. Ayo kekamar saja.."Maritiuz menarik tangan istrinya.


Malika tersenyum melihat betapa lucunya papa dan mama Kenzo.


" boleh kan ??" Kenzo seraya merangkul pinggang Malika.


"Iya. Kehidupanmu.lengkap sekali Ken.. Orangtuamu begitu mendukung apapun yang kau lakukan."ucap Malika.


"Dan saat ini mereka juga orangtuamu. Kau dengarkan kata papa. bicaralah apapun masalahmu pada Mereka."Tutur Kenzo.


Malika menyandarkan kepalanya didada kenzo.


"Aku benar-benar wanita beruntung sedunia."


"Ya sudah. Ayo kekamar. Mama minta cepat jadi cucunya."Goda Kenzo.

__ADS_1


"Kenzo.."Malika sangat malu sekali.


Kenzo tertawa lepas dan keduanya berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan.


.


.


"Ini rumahnya ??" mama Liza memastikan saat mengantar putranya pindahan.


"Iya Ma.. Maaf tidak sebesar rumah mama."balas Malika.


"Aduh.. Kenapa kau berfikir seperti itu. Mama hanya memastikan. Jika hanya disini kan mama bisa setiap hari datang."Tutur Mama Liza yang segera turun. Begitupun dengan Malika serta Kenzo.


Tak lama datang sebuah mobil besar yang membawa sebuah mobio mewah baru berpita, berhenti tepat disisi mobil Kenzo.


"Kau beli mobil Ken ??" Tanya Mama Liza.


"Tidak.."Kenzo pu keheranan.


Nampak sopir.mobil itu turun dan menyapa Kenzo serta Malika dan Mama Liza.


"Maaf tuan. Benar ini kediaman nona Malika ??"


"Iya. Saya sendiri. Ada apa ya ??" malika keheranan.


"Silahkan tanda tangan Nona..Mobilnya akan kami turunkan."Ucap petugas itu


"Mo..mobil ??" Malika menatap Kenzo dengan mata bulatnya. Kenzo dan Mama Liza pun turut terkejut pula.


.


.

__ADS_1


__ADS_2