Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
capter 62


__ADS_3

Ep 62


.


.


Pagi hari, malika dan Kenzo menikmati sarapan seperti biasa. Kenzo sedikit heran karna Malika berpakaian kerja. "Sayang. Katanya mau kedokter ?? Kok pakai jas kerja ??"


Malika tersenyum lebar setelah meneguk jus buah kesukaannya. "Tidak jadi."


"Tidak jadi ?? Kenapa ??" Kenzo keheranan.


"Karna tidak perlu."Balas Malika dengan enteng.


"bukannya semalam kau ingin kedokter ??"


"Iya. Tapi setelah aku fikir tidak ada gunannya. Aku sudah memiliki pria sempurna dan sangat baik sepertimu, Anak adalah bonus, dan anak adalah pemberian Allah. Kita yakin saja pada Allah."Tutur Malika


Kenzopun turut mengulas senyum lebarnya. "Terima kasih sayang.."


"Jangan berterima kasih. Ayo berangkat."Malika segera bangkit dari tempat duduknya.


Kenzo pun mengiyakan. Keduanya pun beriringan berangkat ketempat kerja masing-masing.


.


.

__ADS_1


Hari-hari dijalani Malika tanpa kegelisahan lagi. Tentang anak, Malika sudah tidak mau memikirkannya. Semua Malika pasrahkan pada sang pencipta. Meski banyak rekan kerja yang sering menyindir Malika mandul dan sebagainya, Tak sedikit pun membuat Malika menjadi down lagi sebab dibelakang Malika memiliki pendukung yang senantiasa memberi semangat pada Malika mereka adalah Mama Liza papa Martiuz dan yang paling utama adalah Kenzo, suami tercinta Malika.


Siang itu karna Kenzo harus meninjau restoran cabang barunya diluar kota, Malika harus belanja bulanan sendiri. Sengaja Malika tidak minta ditemani Mama Liza, karna sudah pasti Mama Liza akan membayari belanjaan Malika yang cukup banyak. Malika merasa tidak enak jika begitu.


Dengan mendorong troli Malika mulai memasukkan barang satu demi satu sesuai kebutuhan dia.


Hingga setelah kurang lebih setengah jam, Akhirnya troli Malika sudah penuh.


"Apa lagi ya.."Malika mengingat-ingat apa yang masih tertinggal. Setelah ingat, Malika mencari tempat bahan yang ingin ia beli.


"Aku mau buat puding, pas nanti kalau Kenzo pulang pudingnya suda masuk kulkas.. Cuaca lumayan panas.. Kenzo pasti suka.."Ucap Malika sendiri sembari memasukkan bahan-bahan membuat puding didalam troli.


"Selesai... Tinggal bayar."Malika segera mendorong trlloli belanjaannya menuju kasir.


Antrian cukup lama membuat kaki Malika lumayan pegal.


Lama kelamaan Rasa mual Malika bertambah parah, ditambah lagi antrian yang masih panjang, Membuat Malika segera berlari kekamar mandi.


Tiba dikamar mandi, Malika langsung memuntahkan semua isi didalam perutnya.


Uweekkk...


Uweekkk !!!


"Hah.. Hah..kepalaku pusing sekali.."Malika memegangi kepalanya. Sakit yang semakin berdenyut membuat Malika perlahan kehilangan kesadaran hingga akhirnya pingsan.


.

__ADS_1


.


Pyarrr !!!


Kenzo terkejut sekali saat ia hendak minum kopi buatan kliennya malah gelasnya terjatuh.


"Maaf tuan.. "Kenzo seketika meminta maaf.


"Tidak masalah tuan..kami akan buatkan lagi."Balas klien Kenzo.


"Tidak..tidak.. Tidak usah, saya yang kurang hati-hati."Kenzo segera mencegah. "Kenapa hatiku tiba-tiba nyeri sekali ya.."batin Kenzo.


Ponsel Kenzo berbunyi beberapa kali. Segera pula Kenzo menerimanya sebab tertera nama sang mama dilayar ponselnya.


"Halo Ma.. A..-"


"Ken.. Segeralah pulang, Malika pingsan diMall dan sekarang dia sedang ditangani dokter, denyut nadinya melemah Ken.."Mama Liza menjelaskan dengan suara kawatirnya.


Kenzo.terkejut sekali. Ia sampai tak bisa berkata apa-apa.


Klien Kenzo.kebingungan dengan Sikap kenzo barusan.


"Tuan Kenzo ?? Ada apa ?? Apa ada masalah??" tegur kliennya Kenzo.


Kenzo seketiks tersadar. Ia segera mengemasi berkasnya yang berserakan dimeja. "Maaf tuan.besok saya akan kesini lagi. Saya.harus segers kembali."Tanpa menunggu jawaban dari Kliennya Kenzo segera berlari keluar dari ruangan rapat tersebut.


.

__ADS_1


.


__ADS_2