Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 7


__ADS_3

Ep 7


.


.


Aji menghampiri Kenzo dan Malika, Saat Aji hendak bicara kenzo segera mengkode dengan mengedipkan salah satu matanya.


"Pak aji maaf, saya akan kembali bekerja.."Pamit Malika yang takut jika dimarahi, ia pun memilih segera pergi. Kenzo hendak mencegah, namun mau apa lagi, kalau sampai Malika tau sebenarnya Kenzo direstoran itu.


Saat Malika sudah jauh, Aji segera menegur Kenzo. "Tuan muda, Anda mengenal pelayan tadi ??"


"Iya..Dia temanku kuliah. Apa dia sudah lama kerja disini ??" tanya Kenzo balik.


"Lumayan Tuan. Semenjak Restoran ini buka dia sudah bekerja disini."Balas Aji.


Kenzo mengangguk mengerti. "Tolong rahasiakan siapa saya ya, Jika dia tanya katakan saja jika aku kerja di ofice restoran ini saja."


"Memangnya kenapa Tuan ??" Tanya Aji.


"Saya hanya tidak mau nanti sikap dia berubah jika tau saya yang memimpin restoran ini sekarang."Balas Kenzo asal.


Aji mengangguk faham. "Jadi anda sudah akan keruangan ??"


Kenzo mengangguk. Aji pun segera menunjukkan jalan. Kenzo nampak mengikuti meneger Yang dipilih sang mama itu.


Ceklek..


"Silahkan tuan.."Aji mempersilahkan.


"Tolong bawa beberapa laporan keuangan semuanya keruangan saya ya.."pinta Kenzo seraya memasuki ruangan kerjanya.


"Baik tuan.." balas Aji dengan munduk. Aji segera keluar dan menutup.kembali pintu ruangan Kenzo.

__ADS_1


"Kenapa aku ragu dengan pria ini.. Tampangnya culun sekali, mau memimpin Restoran ini ?? Hah.. Menyedihkan.."Gumam Aji yang segera menuju ruangannya guna mengambil berkas yang diminta Kenzo.


.


.


Malika mengedarkan matanya. Ia tak melihat Kenzo lagi padahal dia baru saja kebelakang sebentar.


"Kenzo mana ??0 katanya dia mau melamar kerja ?? Kok sudah tidak ada ??" Gumam Malika.


"Kau cari siapa Malika ??" tegur Ega teman pelayan Malika.


"Em.. Itu, teman kuliahku. Tadi dia disini kok sudah tidak ada."Balas Malika.


"Mungkin sudah pulang." timpal Ega yang langsung meninggalkan Malika guna melayani pelanggan.


"Aneh.."Gumam Malika yang kembali mengerjakan pekerjanannya.


Saat Malika membawa nampak.berisi piring-piring kotor, Malika berjumpa oleh Menegernya yakni pak Aji.


Aji menoleh seketika. "Ada apa ??"


"Em.. Teman saya tadi dimana ya ?? Dia katanya mau melamar pekerjaan ?? Apa dia sudah pulang ??" Tanya Malika.


"Temanmu yang mana sih.. Sudahlah, kepalaku pusing Malika lanjut kerja sana.."Aji nampak kesal sekali dari wajahnya. Malika malah menjadi keheranan ada apa dengan menegernya, tidak biasanya dia sekesal itu.


.


.


Pukul 22.00 Malika dan semua teman pelayannya bersiap untuk pulang karna restoran sudah akan tutup. Setelah berganti pakaian, Malika pun segera keluar.


Tak sengaja saat keluar dari restoran, Kenzo juga baru keluar dan hendak pulang.

__ADS_1


"Kenzo..." Panggil Malika. Sang pemilik namapun menolreh dan segera tersenyum lalu tak lupa membenahi kaca mata yang ia kenakan.


"Kau baru mau pulang jam segini ??"Tegur Kenzo.


"Iya.. Aku kan baru masuk jam 1 siang tadi, jadi sampai malam."balas Malika. Kenzo mengangguk mengerti.


"Oh ya.. Kau masih direstoran ternyata.. Sejak tadi aku mencarimu tapi kau tidak ada. Kau dimana ??" Tanya Malika sontak membuat Kenzo berkedip beberapa kali karna bingung mau menjawab apa.


"Kenzo.. Kenzo.."Panggil Malika berusaha menyadarkan Kenzo.


"Oh..iya.."Kenzo buru-buru terperajak dan segera menunduk. Hal itu terlihat lucu sekali bagi Malika, Hingga Malika terkekeh seketika.


"Kau ini ditanya malah melamun.."ucap Malika dengan sisa tawanya


Kenzo menyembunyikan senyumnya dan itu begitu membuat Malika teehibur sekali.


"maaf.. Aku..aku bekerja diofice Restoran Malika..Soalnya dibagian pelayan sudah tidak ada lowongan.."Balas Kenzo tanpa berani menatap Malika karna malu.


"owww.. Baguslah. Kau kan juga pintar,"timpal Malika.


"Ya sudah, Aku pulang dulu ya.. Kau hati-hati.."Pamit Malika hendak melangkah pergi.


"Tunggu.." cegah kenzo.


"Ada apa ??" malika menatap lekat Kenzo.


"Em.. Mau bareng aku ?? Tapi aku naik motor ??" ajak Kenzo ragu.


"Kau yakin ?? Tidak keberatan ??" balas Malika.


"Tentu saja tidak.."


Malika segera mengangguk. "Ok..aku mau.."Kenzo nampak senang dan segera menuju sepeda motornya. Malika pun juga nampak senang dan mengekor dibelakang Kenzo. Lumayan dia tidak perlu keluar ongkos.

__ADS_1


.


__ADS_2