
Ep 51
.
.
Selesai jam kuliah, tasya dan Vanesa mencari kenzo keseluruh penjuru namun tak mereka jumpai.hingga saat keduanya akan pulang, tansya bisa melihat Kenzo yang hendak naik kedalam mobil.
"Kenzo !!! Tunggu !!!" teriak Tasya yang langsung berlari menghampiri. Vanesa yang kemudian ikut melihat Kenzo buru-buru mengekor dibelakang Tasya
Kenzo menutup kembali pintu mobilnya.
"Ada apa ??" Tanya Kenzo dengan datar
"Malika ingin bicara denganmu. Aku mohon beri dia kesempatan, ini semua bukan keinginan dia.."Pinta Tasya.
"Kita bicara diluar kampus saja. Ayo.."Ajak Kenzo, Tasya dan Vanesa menurut saja.
.
.
Malika menggulingkan tubuhnya beberapa kali dikasur dengan fikiran tidak tenangnya. semua otak Malika sudah dipenuhi oleh Kenzo bayang-bahang kemarahan Kenzo terus terlintas difikiran malika padahal itu belum tentu terjadi.
Suara pintu terbuka membuat lamunan Malika terhenti. Buru-buru Malika berlari keluar dari kamar. Entah mengapa Malika begitu berharap jika Kenzo yang datang. Namun sayang, harapannya sia-sia, ternyata Vanesa dan tasya yang tiba.
"Malika.. Kau baru bangun ??" tanya tasya saat terlihat wajah Malika yang tanpa make up.
Malika tersenyum sedikit. "Iya.. Dan itu malah membuatku bosan sekali.."
__ADS_1
"Lalu kau mau kuliah ??" Tanya Vanesa dengan meletakkan paper bag berisi makanan.
"Iya. aku kan tidak sakit. Dan lagi, aku merasa tidak enak dengan kalian.. Kalian sudah mengurusiku sejauh ini."Balas Malika.
"Jika kau bicara seperti itu lagi aku akan memukul kepalamu itu !!"Ucap Vanesa dengan kesal.
"Aku juga akan menarik telingamu Malika.."Imbuh Tasya.
Malika menjadi tersenyum lebar dengan ucapan kedua temannya.
"Tapi Malika, Kenzo menolak bicara denganmu. Kami berdua sudah membujuk dia, tapi ternyata dia bukan orang yang mudah dibujuk. Maafkan kami.."Tutur Tasya.
Malika tersenyum kecut, Ia Menunduk dan berusaha kuat. Ia tidak mau sampai kedua temannya merasa bersalah atau pun terbebanj.
"Aku sendiri yang akan menemuinya disaat yang tepat. Kufikir, kali ini yang terpenting adalah skripsi Akhir. Karna itu adalah impianku, jika sudah selesai setidaknya aku bisa langsung bekerja."Ucap Malika yang terus berusaha tersenyum lebar.
"Iya Malika, jangan kau simpan sendiri jika memang masih belum bisa menerima semua ini.."Tambah Tasya.
" Tidak, Aku yakin seyakin-yakinnya. Seharian ini aku sudah memikirkannya. Memulai hubungan dalam sebuah kebohongan memang tidak boleh kita lakukan. Setidaknya aku sudah mendapat pelajaran berharga dari sini. Dan lagi, aku masih punya kalian sahabat dan juga saudara untukku, bagaimana aku akan sedih.."Terang Malika penuh semangat.
"Uuuh.. Baby.. Aku jadi terharu.."Tasya langsung memeluk Malika.
"Apaan sih, kau memanggilku seperti itu.." Protes Malika.
"Ha..ha..ha.. Menggelikan.." tawa Vanesa lepas.
Ketiganya tertawa bersama-sama seolah semua masalah telah selesai.
.
__ADS_1
.
"Apa ??benarkah ??" kenzo serius sekali saat menerima panggilan.
..
"Ya sudah. Terima kasih atas bantuannya."Balas Kenzo dalam sambungan telfon.
...
"Tidak.. Kita turuti saja maunya.."Kenzo pun langsung mengakhiri panggilannya.
"Dari siapa Ken ?? Kekasihmu ?? Oh ya, sejak kemarin mama tidak melihat dia bersamamu ?? Apa kalian ada masalah ??" Tegur mama Liza yang entah sejak kapan sudah dibelakang Kenzo.
"Mama mau dijawab yang mana dulu ?? Pertanyaannya banyak sekali.."Canda Kenzo.
Mama Liza yang mulai bisa menerima semuanya sudah terlihat sumringah biasa. "semuanya dong.. Mamakan penasaran."
Kenzo pun menjadi tertawa dibuatnya.
"yang menghubungiku teman kuliahku Ma. Dan untuk kekasih sepertinya kami break untuk beberapa bulan, aku harus fokus membangun kembali restoran ini sedangkan dia juga masih harus fokus pada skripsi akhirnya."Terang Kenzo dengan jujur.
"Mama menyukai wanita itu Ken. Jika kalian ada masalah tolong dibicarakan baik-baik ya.. Jangan langsung berpisah."Pesan Mama Liza.
"Iya ma.. Ya sudah. Ken lanjut dulu.. Mama kalau capek pulang saja dengan sopir.."Balas Kenzo. Anggukan Mama Liza mengakhiri percakapan ibu dan anak itu.
.
.
__ADS_1