
Ep 35
.
.
Malika melirik Kenzo terus menerus. Malika sangat yakin luka diwajah Kenzo pasti sangatlah sakit. Namun pria itu nampak terlihat biasa.
"Apa Kenzo menutupi sakitnya didepanku ?? Tapi kenapa ??" Batin Malika.
"Maaf ya. Kau tadi hampir terluka."Kenzo mulai bicara. Malika gelagapan saat ketahuan menatapi Kenzo.
"Oh.. Kau bicara apa sih.. Justru kau yang jelas-jelas terluka.. Bagaimana bisa kau malah minta maaf."Balas Malika.
Kenzo mengulas senyum. "Tidak apa-apa aku yang terluka. Hanya luka kecil juga. Asal kau baik-baik saja. Luka ini tidak ada artinya."
"Ken.." Malika menatap sendu Kenzo.
"Kau istimewa buatku Malika.."balas Kenzo seraya menghentikan mobilnya.
Keduanya saling tatap dengan perasaan masing-masing.
"Aku mau jujur padamu Malika. Sebenarnya aku merasa nyaman ada didekatmu. entah mengapa aku ingin sekali melindungimu lebih jauh. Aku sakit jika kau sampai terluka atau kenapa-kenapa. Terdengar konyol. Tapi itu semua rasa yang aku rasakan."Terang Kenzo.
__ADS_1
Jangan ditanya Malika seperti apa. Wajahnya sudah memerah layaknya kepiting rebus. Dadanya juga bergemuruh tak karuan.
Kenzo meraih tangan Malika. "Kau mau bilang aku bercanda terserah. Tapi Malika, Aku rasa aku menyukaimu. Dari kau aku belajar banyak hal. Aku bisa menjadi seberani ini juga karna aku mengenal dan dekat denganmu."Ungkap Kenzo
Malika.mematung seketika. Apa ini? Kenzo mengungkapkan perasaannya ?? Padahal Malika mendekati Kenzo hanya karna sebuah taruhan.
kenzo terdiam menunggu jawaban.
"Kalau kau masih memikirkan jawabannya aku akan sabar menunggu. Tapi Malika, aku harap apapun jawabanmu jangan sampai membuat kita jadi renggang ya..?? Aku akan terima jika kau menolakku karna itu adalah hak mu.."Tutur Kenzo.
"Kau jangan merasa tidak enak atau merasa balas budi. Untuk pertolonganku aku sama sekali tidak mencampurkan dalam urusan perasaan. Aku..-"
Ucapan Kenzo terhenti saat Malika tiba-tiba memeluknya. Jantung Kenzo seolah berhenti berdetak.
"Aku juga sangat nyaman bersama denganmu. Aku fikir perasaanku akan aku pendam saja. Ternyata kau juga sama.."Tambah Malika setelah melepas pelukannya.
"Jadi.." Kenzo memastikan
"Jadi aku menerimamu Ken.."Balas Malika dengan lantang.
Senyum lebar terlihat jelas diwajah Kenzo. Dan seketika pula kali ini gantian Kenzo yang memeluk Malika.
"Terima kasih.. Terima kasih malika.. Aku janji akan berusaha membahagiakanmu.."
__ADS_1
"Terima kasih juga sudah bersedia memilihku.."balas Malika. Keduanya saling lempar senyum.
Dan akhirnya mereka melaju pulang.
"Oh ya Ken.. Tadi itu pamanmu ya ??" Tanya Malika.
"Iya. Dia sepupu Mama, kami sih jarang berkumpul soalnya pamanku tadi itu orangnya susah diajak berkumpul keluarga. Tapi pamanku tadi akan langsung datang jika keluarganya dalam kesulitan seperti tadi. Dan akan langsung pergi kalau sudah selesai."balas Kenzo.
"Oww seperti itu, terdengar aneh ya.." timpal Malika.
"ya.. Pamanku memang aneh.. Jika aku ceritakan tidak akan habis semalam."Keduanya terkekeh bersama.
"Tapi pria tadi siapa ya Ken ?? Kenapa dia ingin sekali menyakitimu ?? Aku jadi kawatir dengan keselamatanmu." ucap Malika.
"Aku juga tidak tau. Malah aku kawatir padamu.. Dia tau kau, aku takut sewaktu-waktu dia mendatangimu."Kenzo menggenggam jemari Malika.
Malika cukup bahagia, sampai lupa jika ia mendekati Kenzo hanya karna taruhan dengan kedua teman-temannya.
"Aku akan selalu waspada..kau tenang saja.."Ucap Malika dengan senyum lebar agar Kenzo tak kefikiran.
.
.
__ADS_1