
Ep 64
.
.
 Kembali Malika harus mendapat penanganan serius dari dokter. Kenzo sudah terlihat pucat sekali. Rasa kawatir bercampur rasa sedih menyatu menjadi satu. Tubu Kenzo pun seolah kehilangan tenaga jika mengingat bagaimana Malika tadi mrmuntahkan semua isi didalam perutnya sampai akhirnya pingsan kembali.
Mama Liza dan papa Martiuz tak henti-hentinya memberikan semangat pada putranya.
"Ken..jangan sedih seperti itu. Malika akan ikut sedih nanti."
"Iya Ken..bersabarlah. Tuhan memang sedang mengujimu."Imbuh papa martiuz.
"aku harus bagaimana Ma.. Pa.., Jika janin aku pertahankan, malika yang akan tersiksa, tapi jika aku gugurkan maka Malika pasti akan membenciku.."Kenzo meluapkan kegundahannya.
"Solusi terbaik dari dokter yang harus kau pakai Ken.."saran Martiuz
"Tapi nanti Malika pasti marah pa jika tau.."balas Kenzo.
"Kalian bisa berkesempatan punya anak lagi nanti..dengan metode lain, percayalah sayang.."Imbuh Mama Hesti.
Tak berapa lama terlihat dua teman Malika datang hendak menjenguk.
"Malam om.. Tante.. Kenzo.."sapa Vanesa.
Mama Liza dan Martiuz mengangguk dengan mengulas senyum tipis mereka. Sangat tipis, sebab keduanya memang ikut merasakan kesedihan sama seperti yang dirasakan putra mereka.
"bagaimana keadaan Malika Ken ?? Dia sakit apa ??" Tanya tasya yang ikut kawatir.
__ADS_1
Kenzo hanya menunduk, ia tak mampu menjelaskan.
"Malika mengalami kandungan lemah. Dia hamil, tapi dia harus merasakan kesakitan. Mual muntah dan sekarang malah ditambah pendarahan."Mama Liza menjelaskan.
"Ya Tuhan.. Kenapa sampai begitu.."Tasya dan Vanesa ikut prihatin sekali.
"Tolong jangan beritau Malika dulu. Dokter menyarankan untuk mengangkat janinnya saja agar Malika tidak merasakan kesakitan, Tapi Jika Malika tau, dia pasti akan menolak.."Kenzo berkata dengan suara lemah.
"Tentu saja dia akan menolak. Dia begitu ingin memiliki anak sejak beberapa bulan yang lalu saat bertemu kami."Timpal Vanesa.
"tapi baiknya segera dijelaskan Ken.. Malika yang akan menanggung kesakitan itu. Jangan sampai dia malah tau sendiri yang nanti malah akan membuat dia kecewa."Nasehat tasya.
"Tasya benar Ken..kau harus menjelaskannya pelan-pelan. Keputusan apapun yang akan diambil Malika nanti, jangan difikirkan yang terpenting Malika harus tau kondisinya."Imbuh Vanesa.
Kenzo terdiam lagi. Ia berada dalam dilema yang sangat besar.
Kenzo segera beranjak mendekati dokter itu. "Bagaimana dok ?? Istri saya baik-baik saja kan ??"
"Tetap sama tuan. Anda harus banyak bersabar."balas sang dokter.
"Segera putuskan tuan. karna memang ini sangat berbahaya sekali untuk Nona Malika juga."Terang sang dokter.
Kenzo tak bisa menjawab apapun.
Perlahan Kenzo masuk kedalam kamar rawat Malika. Malika yang teenyata masih membuka kedua matanya bisa melihat suaminya masuk.
"hubby.." panggil Malika lirih.
Kenzo mengembangkan senyum simpulnya seraya mendekati Malika. Usapan penuh kasih sayang dan Cinta diberikan Kenzo dikepala Malika.
__ADS_1
"aku kenapa ?? Apa aku sakit parah ??" Malika bertanya.
Kenzo mengatur nafasnya. "Sayang.. Ada yang mau aku katakan."
Malika segera mengangguk.
"Tapi kau harus janji jangan bersedih dan menyerah."Imbuh Kenzo.
"Tidak akan hubby.. Katakan saja.." Malika segera meyakinkan.
Kenzo memegangi pipi Malika perlahan turun hingga berhenti keperut.
"Sayang.. Disini ada buah cinta kita."Kenzo berkata demikian dengan suara bergetar.
"Maksudmu ?? Aku..aku..sedang..-" Mata Malika berkaca-kaca.
Anggukan Kenzo segera meluruhkan airmata Malika.
"Hubby.. Benarkan ini ?? Aku hamil ??"malika masih seperti mimpi.
"Iya sayang. Tapi.. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan. dan aku mohon jangan terkejut ya.."tutur Kenzo.
"Apa Hubby ?? Katakan saja ??" Malika seolah tak sabar.
"Kita harus merelakan Janin kita diangkat. Karna kondisimu yang begitu lemah sayang. kandunganmu lemah" Suara Kenzo terdengar bergetar hebat seakan tak sanggup menatap Malika, Kenzo hanya bisa menunduk.
.
.
__ADS_1