Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 29


__ADS_3

Ep 29


.


.


.


Tak butuh waktu lama, Kenzo sudah tiba didepan rumah Malika. Malika yang kala itu tengah membeli bubur ayam keliling dibuat terkejut lagi dengan kedatangan Kenzo pagi buta.


Kenzo nampak keluar dari mobil dengan membawa Kotak.


"Ken, Kau sedang apa pagi-pagi sudah disini ??" Tanya Malika seolah tak percaya.


" Aku bawa sarapan buatmu."Kenzo menyodorkan kotak makanan yang ia bawa.


"Kenzo..Kau repot-repot sekali sih.. Maaf ya sudah membuatmu jadi seperti ini."Malika sangat tidak enak.


"Tidak masalah. Aku tau kau belum sembuh total. Buktinya kau hanya beli bubur.."Canda Kenzo. Malika pun tersenyum seraya menunduk.


".ya sudah, aku kekampus dulu ya.. Ada jam pagi."Pamit Kenzo.


"Kau tidak sarapan dulu ??" Tanya Malika.


"Tidak. Aku sudah sarapan. Hati-hati dirumah ya.. Jangan lupa kunci pintu."Pesan Kenzo sesaat sebelum masuk kedalam mobil.


Malika hanya menganggukkan kepalanya dan mengulas senyum lebar.


"Pacarnya ya Neng ?? Perhatian banget.."Tegur Tukang bubur


"Memang kalau dekat dengan pria harus pacarnya ya mang ??! Kepo banget sih.."balas Malika

__ADS_1


Tukang bubur itu hanya tersenyum melihat Malika yang langsung masuk kedalam rumahnya.


.


.


Tanpa sengaja saat Kenzo tiba dikampus bersamaan dengan geng Ari yang juga sudah masuk kampus.


Tatapan penuh kebencian dilayangkan Ari saat melihat Kenzo yang sekarang lebih sering menggunakan mobil.


Kenzo nampak tak begitu peduli dengan kelompok Ari. Ia langsung masuk saja kedalam kampus.


"Cupu sialan !! Awas saja aku pasti akan membalas perbuatanmu !!" umpat Ari


"Ar, bagaimana jika kita coba rundung dia dikampus ?? Apa dia juga akan jadi jagoan dikampus atau mau pura-pura bodoh lagi ??" Saran teman Ari.


"Ide bagus tuh."Tambah yang lain.


"Tapi selama ini dia selalu diam kan jika kita rundung dikampus ?? Sangat berbeda saat diluaran.."Sanggah teman Ari lagi.


"Tidak. Aku masih memikirkan cara untuk membalas pria cupu itu. Kalian siapkan diri saja."Ari melewati ketiga temannya untuk masuk kedalam kampus.


Langkah Ari terhenti saat Vanesa dan tasya menghadangnya.


"Minggir !!" sentak Ari dengan membalas tatapan Vanesa serta Tasya yang mengintimidasinya.


"Hey pria gila !! Malika itu berdosa apa denganmu ?!! Beraninya kau mau melecehkan dia ?!!!" Gertak Vanesa dengan berani.


"Bukan urusan kalian !!" Ari hendak pergi, namun dengan cepat Vanesa menahan lengan Ari.


Reflek Ari mendorong Vanesa hingga Vanesa terhuyung untung saja Tasya langsung menahan tubuh Vanesa.

__ADS_1


"Jangan pernah ikut campur urusanku gadis manja !!" ancam Ari.


Ari langsung pergi begitu saja.


"Hey tunggu sialan !!!" teriak Vanesa.


"sudah-sudah, Va..jangan melawan dia. Dia itu berbahaya !!" Cegah Tasya.


"Aku ingin sekali menampar wajah pria itu !!" ucap Vanesa dengan bersungut-sungut


"Tapi kau pasti akan kalah.. Sadarlah.."Balas Tasya.


Vanesa mengatur nafasnya beberapa kali hingga akhirnya ia menuruti Tasya.


"Sudah, ayo masuk.."Ajak Tasya.


"Aku masih tidak terima dengan perlakuan Ari pada Malika.. Awas saja nanti.."Hardik Vanesa.


Tasya yang tak mau jika Vanesa bertindak nekad memilih menarik lengan Vanesa menuju ruangan mereka.


.


.


Malika yang merasa bosan dirumah memberanikan diri kekampus. Ia yang baru tiba mengatur nafasnya beberapa kali, agar terlihat rileks, apalagi jika nanti sampai bertemu Ari. Meski tidak satu jurusan, tetap saja Mereka satu kampus Universitas.


"Kau bisa Malika.. Yakinlah, Kau harus lawan ketakutanmu.."Malika menyemangati dirinya, lalu dengan mantap ia memasuki ampus.


.


.

__ADS_1


__ADS_2