Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 42


__ADS_3

Ep 42


.


.


.


Malika akhirnya menceritakan semua yang terjadi padanya. Sesekali ia masih terdengar sesenggukan saat mengingat betapa tulusnya Kenzo terhadap dirinya.


"Sialan tuh si Ari.. Maunya apa sih dia ?!!" Umpat Vanesa.


"Memang sudah lama kan ari suka Sama Malika.."Tambah Tasya.


"Iya aku tau.. Tapi kalau malika tidak suka ya seharusnya jangan seperti ini dong ?!! Aku yakin pasti teman-temannya yang gila itu yang menguping pembicaraan kita !!" protes Vanesa berapi-api.


"Ma..Apa kau memiliki rasa serius sama kenzo ?? Sampai kau kefikiran seperti ini.."Tasya m3mastikan.


Malika terdiam seketika.


" Jika pun kau serius itu sama sekali tidak apa-apa.. Kau lajang, Kenzo juga lajang, taruhan kan juga sudah selesai, kau tidak perlu kawatir lagi Ma..."Tambah Vanesa.


"Aku hanya takut, Kenzo marah jika sampai tau aku menjadikan dia bahan taruhan.."Balas Malika.


"Dan Ari mengancam akan mengatakannya pada Kenzo.. Aku harus bagaimana ??!!" Malika menutupi wajahnya dengan dua tangan.


"Kau harus katakan dulu pada Kenzo Malika..entah dia akan marah atau bagaimana itu urusan nanti. Yang penting Kenzo tau dulu dari kau bukan dari orang lain..dan katakan saja sejujurnya jika taruhan itu aku yang minta, kau hanya menjalankan saja.."Terang Vanesa memberi solusi.


"Tapi aku tidak memiliki keberanian untuk itu Va.. Aku selalu ingin menangis jika mendapat perhatian serta ketulusan dari Kenzo.."Tangis Malika pecah kembali.

__ADS_1


Vanesa pun merengkuh tubuh Malika kembali berusaha menenangkan sahabatnya itu.


.


.


Tanga Kenzo terkepal kuat saat kobaran api terlihat direstoran milik sang Mama.


Mama Liza nampak menangis dalam pelukan papa Martiuz sebab restoran ini yang begitu ramai dan memiliki omset puluhan juta.


"Dimana Aji ma ??" Kenzo yang datang langsung bertanya pada sang Mama.


"Aji dibawa kerumah sakit Ken. Ini bagaimana Ken.. Restoan kita ken.."tangis Mama Liza.


"Tenanglah Ma.. Restoranmu yang lain kan masih ada.. Tenang dulu.."Martiuz mencoba menenangkan istrinya.


"Tuan dilarang masuk. Api masih sangat besar didalam."Ucap polisi itu


"Tolong amankan CCtV didepan itu.. Saya butuh sekali.."pinta Kenzo.


"Maaf tuan. Kami pasti akan menyelidikinya tuan silahkan mencari tempat aman."balas polisi.


"Kau terlalu lama !!! Pelaku bisa cepat pergi jika begitu !!" Kenzo mendorong polisi itu lalu berlari menuju dimana ia menaruh CCTV rahasia disebuah Bunga besar didepan Restoran.


"Kenzo !!" Liza berteriak katakutan saat Kenzo nekat mendekati kobaran Api.


"Tidak apa-apa.. Kenzo pasti baik-baik saja.."Martiuz berusaha menenangkan istrinya.


.

__ADS_1


.


Didepan layar laptop Kenzo membuka satu persatu rekaman CCtV miliknya itu. Matanya bisa melihat aktivitas satu persatu dari jam ke jam sampai akhirnya restoran terbakar.


"Itu.." Kenzo menjeda sesuatu yang terlihat mencurigakan.


Rombongan Ari keluar dari restoran itu dengan senyum kebahagiaan seolah telah berhasil melakukan sesuatu.


"Mungkinkah mereka ?? Tapi mereka tau dari mana restoran mama ??!" gumam Kenzo.


Kenzo kembali fokus pada layar laptopnya saat suara dentuman terdengar keras sekali lalu kobaran apa terlihat dibeberapa titik restoran itu.


"Aku benar-benar bingung.. Jika korsleting listrik harusnya hanya disatu titik.. kenapa ini bisa dari segala penjuru.."Ucap Kenzo.


"Aku harus minta bantuan paman Revandra.. Mudah-mudahan dia mau membantu.."Kenzo menekan nama Pamannya dilayar ponsel.


"Paman.. Bisa bertemu ?? ada yang ingin aku tanyakan ??" Pinta Kenzo.


...


"Aku mohon paman.. Ini menyangkut restoran Mama.."Kenzo memohon.


...


"Baiklah terima kasih paman.." Kenzo tersenyum penuh kelegaan saat sang paman bersedia membantu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2