Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 44


__ADS_3

Ep 44


.


.


  "Kau yakin sudah baik ??"Vanesa memastikan keadaan Malika yang akan dia dan tasya tinggal pulang.


"Iya. Nanti malam aku akan menelfon Kenzo untuk mengajaknya bertemu dan membicarakan semuanya."Balas Malika.


"Itu bagus. Semua konsekuensinya kau harus terima dengan lapang dada ya ?? Semoga saja Kenzo tidak marah. Katakan juga jika kau sungguh-sungguh mencintainya."Nasehat Vanesa.


Eeem.. Thank you ya.. Kalian benar-benar best friendku.."Malika memeluk Tasya dan Vanesa bersamaan.


"Iya..iya.. Lain kali kalau ada masalah langsung cerita sama kita.. Kita pasti bantu.."imbuh Tasya.


Malika mengangguk dengan serius. "Pasti.."


"Kami pulang dulu."Keduanya segera masuk kedalam mobil hingga lambaian tangan menjadi sesi akhir pertemuan mereka.


.


.


 Mama Liza nampak lemas sekali saat pulang, dengan masih dipapah papa Marituz.


Kenzo yang tak sengaja juga turun hendak menemui pamannya segera menghampiri sang mama yang masih nampak syok.


Tak lama pelayan datang dengan minum air putih sesuai permintaan Martiuz.


Mama Liza meneguk segelas air putih hingga tandas lalu menatap sendu Kenzo yang juga ada disisinya.


"Mama.. jangan kawatir ya.. Kenzo pasti bisa membangun restoran itu lagi.."Kenzo menggenggam jemari Mama Liza.


Mata mama Liza kembali berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kenzo juga akan berusaha menemukan pelaku pembakaran restoran kita."Tambah Kenzo.


"Tapi Pihak kepolisian bilang itu karna korsleting listrik Ken.."Timpal Papa Martiuz.


"Tidak pa.. Kenzo sangat yakin bukan itu."balas Kenzo.


"Lalu kau mau mencari tau bagaimana ??"Martiuz memastikan.


"Aku mau kerumah Paman Revandra. Dia mau membantuku menemukan pelakunya dari CCTV yang kutemukan tadi."Terang Kenzo.


"Rumah pamanmu jauh Ken.. Dan lagi, apa pamanmu sungguh-sungguh mau membantu ?? Dia kan tidak begitu dekat dengan mama.."Mama Liza juga memastikan.


"Paman Revandra memang galak dan cuek. Tapi dia memiliki hati selembut sutra didalam. Mama tenang saja. Kenzo yakin paman pasti mau.. Aku pergi dulu ya.."pamit Kenzo.


"Berhati-hatilah.."Pesan MartiuZ


"pasti pa.." Kenzo melenggang pergi meninggalkan rumah.


.


.


"Siapa ya ??" karna rasa penasaran malika menerima panggilan masuk itu.


"Halo.."


"Halo Malika.. Bagaimana dengan tawaranku ?? Sudah kau fikirkan ??" Suara yang begitu Malika kenali terdengar hingga menimbulkan jantung Malika berpacu tak menentu.


"Kau !!"Malika kenal betul siapa yang menghubunginya.


"Iya.. Aku sudah tidak sabar loh.. Segera beri keputusan. Aku tidak mau lama-lama. Besok sudah akhir pekan loh.."Ari menggertak.


"Kau benar-benar gila Ar.." Malika langsung mematikan panggilannya.


Malika berusaha terus menenangkan dirinya. Setelah berusaha tenang, Malika hendak menghubungi Kenzo, namun keburu sebuah pesan dari Ari masuk.

__ADS_1


Malika buru-buru membukanya, mata Malika membulat bak bola saat gambar Kenzo terlihat disana.


Aku sudah bersama Kenzo, dan aku bisa mengatakan semuanya saat ini. Tentukan keputusanmu baby..


Pesan Ari.


"Aakkkhhh !!!" Malika geram bukan main.


"Aku harus menghubungi Kenzo.. Jangan sampai dia tau dari Ari.."Malika buru-buru mencari nomer Kenzo dan segera menghubunginya.


Tutt..


Tutt..


Tutt..


Tutt.


Beberapa kali panggilan Malika tak diangkat Kenzo. Dan itu suatu hal yang tidak biasa terjadi.


"Kenzo angkat dulu.. Aku mohon.."Harap Malika lalu kembali menghubungi kekasihnya itu.


Tetap tak ada respon, Malika yang sangat ketakutan langsung menghubungi Ari.


"Bagaimana baby.." Suara Ari terdengar


"Kau menipuku kan Ar ??! Tidak mungkin kau menemui Kenzo ??!!" balas Malika.


"Ha..ha.. Terserah kau saja. Jika kau tetap tidak mau menuruti kemauanku, besok.. Ah, tidak. Mungkin nanti kenzo pasti sudah memutuskanmu."Ucap Ari dengan kepuasannya.


Malika benar-benar terpojok saat ini, ia sangat bingung harus bagaimana.


.


..

__ADS_1


__ADS_2