
Ep 11
.
.
"Kenzo.. Pelan-pelan Nak.."Liza menyodorkan minuman pada Kenzo.
Kenzo pun segera menerima dan meminum perlahan.
"Maaf.."Ucap Kenzo seraya tertunduk.
"Ahh.. Tidak apa-apa.."balas Boris yang kembali melanjutkan acara makannya.
"Sampai dimana tadi kita ??" tegur Martius.
"Perjodohan.."Ucap Martius dan Boris bersamaan hingga keduanya tertawa bersama.
"Saran saya lebih baik merreka biar saling mengenal dulu."Saran Liza.
"ide yang sangat bagus Nyonya.."Tambah Boris penuh senyuman.
Kenzo hanya bisa diam tanpa berkomentar. Biar saja nanti saat dirumah Kenzo akan bicara dengan kedua orangtuanya.
.
.
Setelah pertemuan yang begitu tak disukai Kenzo itu selesai, dan Boris serta putrinya telah pulang, Kenzo hendak keRestoran sang mama.
"Eh Kenzo,kau mau kemana ??tanya sang mama.
"Kenzo mau kerestoran mama, Aku sudah terlanjur janji dengan meneger disana untuk menyurvei bahan makanan diKulkas besar kita."Balas Kenzo.
__ADS_1
"Ini sudah sore Nak.. besok saja ya.."Timpal Liza.
"Maaf ma, Tapi kasihan meneger restoran mama nanti, pasti dia sudah menunggu. Aku sudah terlambat beberapa jam."Balas Kenzo lagi.
"Kau benar-benar bertanggung jawab sekali anakku.. Papa bangga denganmu.."Martius merengkuh pundak Kenzo dengan bangga.
"terima kasih pa.. Kenzo pamit dulu.."Kenzo segera mencium tangan mama dan papanya, lalu buru-buru memakai helm dan melajukan sepeda motornya.
"Hati-hati sayang.. Jangan ngebut.."pesan Liza.
Anggukan Kenzo menandakan jika anak itu mendengar pesan sang mama.
"Jangan anggap putraku anak-anak lagi Liza.. Dia sudah beranjak dewasa."protes Martius.
"Itu bagimu. Tapi bagi seorang ibu, Sedewasa apapun putranya ya tetap anak-anak dimata Ibunya.."Balas Liza dengan singkat.
"Ayo pulang.."Ajak Liza yang turun terlebih dahulu menuju mobil Martius.
Martius hanya menggelengkan kepala, Mereka selalu berdebat seperti itu. Namun semua hanya sebagai candaan dan tidak serius.
.
.
Langkah kenzo cukup cepat hingga ia tiba didalam dengan cepat pula.
Tiba didalam, mata Kenzo langsung mengedar mencari keberadaan Malika.
tak ada Malika terlihat, entah mengapa Kenzo begitu kawatir sekali.
"Em.. Maaf, Malika kemana ya ??" Kenzo dengan berani bertanya pada pelayan lain.
"Malika sudah pulang kak, tadi katanya sedikit nggak enak badan."balas rekan kerja Malika.
__ADS_1
"Apa ??"Kenzo bertambah kawatir.
Dari ruangan office, Nampak Aji keluar dan langsung menghampiri Kenzo.
"Akhirnya anda datang tuan muda.. Saya menunggu anda sejak tadi.."
"Em.. Maaf, aku tidak bisa survei hari ini. Ada hal penting yang harus aku lakukan.. Permisi.."Kenzo pun langsung bergegas pergi tanpa mendengar jawaban Aji.
Aji melongo seketika. "Aku sudah capek-capek membersihkan lemari pendingin ternyata malah tidak jadi. Sialan.." umpat Aji dengan kesalnya.
.
.
Sementara Malika yang tengah dijalan bersama tukang ojek online pesananya masih membelah jalanan untuk tiba dirumah.
Semua nampak aman damai tanpa kendala. Namun saat Motor yang dinaiki Malika melintasi jalanan sepi, sebuah mobil sport berkelas mengejarnya dan tanpa permisi memotong jalan motor ojek Malika.
Criittt !!!
"Aaahhhhh !!!" Teriak Malika yang terkejut.
Untung ojek yang ditumpangi Malika cukup mahir, hingga mereka tak sampai jatuh.
Dada Malika bergemuruh dengan kecemasan saat ia yakin sekali jika mereka tengah dalam bahaya.
"Pak kita langsung jalan saja.."ucap Malika.
"Siap Neng.."Baru saja pengemudi ojek hendak menyalakan mesin motornya, dari mobil sudah turun Ari bersama rombongannya.
"Ari..."Gumam Malika nampak tak percaya.
.
__ADS_1
.