
Ep 40
.
.
.
Malika menangis tersedu-sedu disebuah taman yang sepi pengunjung sebab hari itu masih pagi.
Kata-kata Ari yang mengatakan jika dirinya adalah wanita murahan begitu menyayat hati Malika hingga bayangan jika Kenzo sampai tau kebenaran Malika mendrkatinya, semuanya melintas dikepala Malika, bahkan nyaris membuat Malika berteriak.
"Aku harus bagaimana Ini ?? jika harus aku akhiri, lalu apa alasannya ?? Dan hatiku rasanya sangat berat jika harus mengakhiri semua ini ??!" Gumam Malika dalam tangisannya.
.
.
Vanesa dan Tasya yang sudah didalam kelas cukup keheranan, biasanya Malika akan datang dijam itu, namun hingga dosen datang Malika tak juga muncul.
"Apa dia tidak masuk ya ??" Terka Tasya.
"Tapi biasanya jika dia tidak masuk selalu mengabari kita kan ??" balas Vanesa.
"Mungkin dia sedang bersama Kenzo" terka Tasya lagi.
"Nanti selesai jam dosen, kau hubungi Kenzo. kau bilang punya nomer ponselnya kan ??" saran Vanesa. Tasya pun setuju. Keduanya memilih duduk dan menerima materi dari dosen mereka.
.
.
Sementara Kenzo sendiri juga dibuat kawatir, sebab Sejak pagi zmalika tak membalas pesan darinya.
"Kau kemana Malika ??" tanya Kenzo pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Pa.. Aku kerestoran mama ya ?? Kan mittingnya sudah selesai."Pamit Kenzo.
"Kau sudah kangen ya sama pacar barumu ??" Goda Martiuz.
"papa.. Mama ya yang mengatakannya.."Terka Kenzo.
"Tentu saja.. Papa sangat yakin dalam forum arisan sosialita mamamu, bakal menantunya sudah diviralkan."Ucap Martius dengan enteng.
Kenzo terkekeh mendengar ucapan papanya.
"Mama selalu berlebihan."
"Jika kau sudah serius. Ajak dia main kerumah."Maritus menasehati.
"Kami baru jadian pa. Biarkan kami mengenal dan memahami karakter masing-masing. Malika juga masih harus menyelesaikan kuliahnya. Hampir bersamaan denganku nanti kelulusannya."Terang Kenzo.
Martius menganggu faham. "Iya..itu memang benar."
"kalau begitu Ken kerestoran dulu pa.."
Baru saja Kenzo mau masuk kedalam mobil, ponselnya sudah berbunyi. Kenzo mengira jika dari Malika, ternyata salah. Panggilan dari tasya teman Malika.
Alis Kenzo pun bertaut menjadi satu. "Untuk apa tasya menghubungiku ??"
"Halo.."Kenzomenempelkan benda pipih ditelingannya.
"Halo Kenzo, Apa Malika bersamamu ?? Pagi ini dia tidak kuliah, dan tadi aku telfon restoran katanya dia juga belum masuk."Tanya Tasya.
Sontak Kenzo berubah serius.
"Malika tidak kekampus ??"
"Iya.."
"Tapi dia juga tidak bersamaku. Tadi pagi dia bilang berangkat."Ucap Kenzo.
__ADS_1
"Apa ?? Lalu kemana Malika Ken ??!" Tasya pun berubah kawatir.
"Aku akan mencarinya."Kenzo langsung mengakhiri panggilannya dan langsung masuk kedala mobil.
"Kenzo tidak tau Va.."Tasya dan Vanesa mulai kawatir
"aduh.. Tuh anak kemana lagi sih ??!" Vanesa
"ya sudah ayo kerumahnya dulu. Siapa tau dia dirumah."Ajak Tasya.
"Ide bagus.. Ayok.."keduanya juga bertujuan kerumah Malika.
..
Kenzo berlari masuk rumah Malika karna terlihat pintu Tidak tertutup.
"Malika !!" Kenzo masuk dengan memanggil.
Malika yang tertidur di kursi ruang tamunya langsung terperajak dan bangun.
"Kenzo ?? ada apa mengejutkan aku ??" Ucap Malika
"Kau kenapa ?? Sakit ??"Kenzo bergegas duduk disisi Malika dan memeriksa suhu tubuh Malika dengan mimik wajah kawatir.
diperlakukan seperti itu justru membuat Malika teringat kembali dengan apa yang membuatnya tak karuan sejak pagi.
"Malika.."panggil Kenzo.
Malika yang tersadar langsung reflek menghindar.
"maaf Ken.. Aku cukup terkejut.."Ucap Malika.
"Kau sakit atau kenapa ?? Atau ari mengganggumu ?? Kenapa pintunya tidak dikunci ?? Tasya tadi menghubungiku katanya kau tidak kuliah. Apa terjadi sesuatu ??" Kenzo yang kawatirnya sudah tingkat tinggi memberondong banyak pertanyaan pada Malika.
.
__ADS_1
.