Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 52


__ADS_3

Ep 52


.


.


Esok harinya, Malika yang sudah kembali masuk kuliah hanya bisa menatap Kenzo dari jauh. Entah mengapa keberanian Malika seketika hilang untuk mengatakan.


"Mungkin menjauh memang jalan yang terbaik. Nanti kalau aku sudah siap aku akan meminta maaf denganmu Ken.. Dan juga berterima kasih."gumam Malika.


Malika pun memilih masuk kedalam ruangannya saja.


Kenzo mengedarkan mata guna mencari keberadaan Malika, namun ia tak juga menemukannya. Rasa kawatir tetap hadir dihati Kenzo.


"Semoga kau selalu baik malika. Aku akan hargai keputusanmu. Aku akan selalu menunggumu.."Gumam kenzo yang memilih langsung masuk kedalam mobilnya.


.


.


Dan benar saja. Kedua orang yang saling memendam rasa masing-masing itu tengah fokus pada kesibukan masing-masing. Malika dengan kesibukannya menyelesaikan skripsi akhir. Sementara Kenzo dengan mengelola restoran sang Mama.


Tak ada waktu keduanya beristirahat. Apalagi bermain. Malika sampai harus didatangi vanesa dan tasya guna sesekali bercanda gurau.


Atas kerja kerasnya, Malika, Tasya dan vanesa bisa lulus dengan nilai yang cukup bagus.


Hari wisuda pun telah tiba. Semua dihadiri keluarga masing-masing termasuk Vanesa dan tasya.


Malika hanya dapat tetap tersenyum dan berusaha bahagia meski ia kini hanya sendiri tanpa keluarga.

__ADS_1


"Semangat Malika.. Kau ini wanita kuat." Malika terus menyemangati dirinya.


Baru saja Malika hendak melangkah masuk tangannya tiba-tiba digenggam seseorang hingga membuat Malika terkejut sekali.


Dari tangan naik keatas. Malika melihat siapa yang telah berani menggenggam tangannya.


"Kenzo.."Gumam Malika yang begitu tak percaya.


Kenzo menoleh kearah Malika kemudian tersenyum lebar.


"Malika.." sapa Mama Liza.


Sapaan dari Mama Liza seketika membuyarkan Lamunan Malika yang masih tidak percaya jika Yang ada disisinya adalah Kenzo.


Malika mengikuti arah suara berasal, terlihat Mama Liza yang menggandeng lengan pria dewasa yang Malika yakini adalah papanya Kenzo.


"Aa..Iya.. Tu..tuan.."Balas Malika gelagapan. Tak tau harus menjawab apa.


"Ayo masuk. Sepertinya acaranya sudah mau mulai."Ajak Mama Liza yang masuk lebih dulu bersama papa Martiuz. Sementara Malika masih tak percaya jika Kenzo a0da disisinya tak melepas pandangannya.


"Kenapa ?? Aku aneh ya ??" Ucap Kenzo.


"Tapi.. Bukannya kau..-"


"Ayo masuk dulu.."Kenzo menyeret Malika agar masuk.


Seolah tak malu, Kenzo terus menggandeng lengan Malika sampai didalam. Penampilan Kenzo yang berubah cukup membuat semua orang tercengang.


Tasya dan Vanesa pun ikut tersenyum saat Kenzo benar-benar menepati janjinya.

__ADS_1


"Bagaimana Malika tidak jatuh cinta beneran. Kenzo kalau berubah bisa setampan itu."ucap Tasya pada Vanesa.


"Kau iri ya.."balas Vanesa.


"Tentu saja.. Semoga setelah ini aku bisa dekat dengan pria yang tampan dan baik seperti Kenzo.."Harap Tasya.


Vanesa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Acara berlangsung secara lancar dan meriah.


Pelukan hangat didapat Malika dari mama Liza.


"Selamat sayang.. Akhirnya impianmu telah terwujud.. Setelah ini kau bisa membantu mama mengelola restoran.."


Malika hanya dapat tersenyum. "Terima kasih nyonya.."


"Hey..kok nyonya.. Mama sayang.. Dan panggil dia papa, Kau kan calon istrinya Kenzo.."Balas Mama Liza.


Malika langsung menatap Kenzo yang hanya tersenyum lebar seraya mengangguk.


"Sudah..sudah.. Ma, kau membuat calon menantuku bingung. kita langsung kerestoran saja merayakan kelulusan dia."Ajak Martiuz.


"A..iya. Mama sampai lupa. Ayo sayang.."tambah liza.


Malika hanyandapat menurut saja.sebab Mama Liza langsung menggandeng lengannya menuju mobil.


.


.

__ADS_1


__ADS_2