Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 41


__ADS_3

Ep 41


.


.


Malika berusaha mereda kawatir Kenzo dengan mengulas senyum lebarnya.


"Kenzo.. Maafkan aku, sebenarnya tadi sewaktu kau menghubungiku, aku masih dirumah dan aku malah menonton drakor diponsel hingga aku tertidur. padahal aku sudah mau berangkat. Lihatlah, tas kuliahku saja sudah aku bawa disini.."Malika menunjukkan Tasnya yang tergeletak dimeja.


"Huh.. Syukurlah, aku fikir kau kenapa-kenapa Malika, sejak tadi aku mengirim pesan tapi tidak kau balas.. Aku benar-benar kawatir sekali.. Kawatir jika Ari mencelakaimu."Balas Kenzo.


"Tidak Ken.. Maafkan aku ya,"


Kenzo seketika membawa Malika kedalam pelukannya, "Jika kau lelah kau istirahat saja dan jika ada apa-apa jangan sungkan bicara denganku ya ?? Apapun itu. Jadikan aku teman sahabat dan saudara buatmu, supaya aku merasa berguna ada disampingmu.."


Degup jantung Malika berdetak dengan begitu cepat. Dada Malika juga seketika terasa sesak apalagi saat Malika bisa merasakan ketulusan dari ucapan Kenzo barusan. Kembali lagi rasa bersalah muncul pada diri Malika atas apa yang telah ia lakukan terhadap Kenzo.


"Kau sudah makan ?? Mau aku buatkan makanan ??"Tawar Kenzo setelah melepas pelukannya.


"Kenzo kau jangan seperti itu. Aku tidak sakit juga, Aku memang belum makan, dan aku akan memasak untukmu.." ucap Malika.


"Baiklah.. Kita masak bersama bagaimana ??" tawar Kenzo.


"Boleh.."Malika juga turut bersemangat.


Namun saat keduanya hendak menuju dapur, ponsel Kenzo berbunyi.


"sebentar ya.. aku terima telfon dulu.."ijin Kenzo dan Malika mengangguk setuju.

__ADS_1


baru saja Kenzo menempelkan ponsel ditelinga ia sudah diberi laporan dari sambungan panggilan.


"Siapa Ken ??" tanya Malika saat Kenzo sudah mematikan panggilannya.


"Orang restoran.. Emm. Maaf ya aku harus kerestoran sekarang lain kali kits lanjutkan memasak bersamanya."pamit Kenzo.


"Memang ada apa Ken ?? Apa ada masalah ??" Malika ingin tau sekali.


"Tidak.. kau tenang saja ya.. Aku pergi dulu.."Kenzo langsung berlari keluar.


Malika hendak mencegah namun urung ia lakukan.


Didepan Kenzo berpapasan dengan Vanesa dan tasya,


"Ken.. Malika nggak dirumah ya ??" Terka Tasya.


"Dia dirumah kalian masuklah tolong temani dia ya.. Aku harus pergi sebentar."setelah berkata demikian kenzo.langsung menjalankan mobilnya.


"Kalian sedang apa ??"


Vanesa dan Tasya menoleh bersamaan.


"Nah tuh anaknya.. Kau kenapa tidak masuk kuliah ??" Vanesa langsung masuk dan memberondong Malika dengan pertanyaan.


"Iya Ma..kami kawatir sekali jika kau sakit atau kenapa-kenapa" tambah tasya.


Malika malah menangis. Hal itu sontak.membuat dua temannya kebingungan.


"Hey..hey.. Kau kenapa ??" Vanesa langsung memeluk Malika.

__ADS_1


"Hiks..hiks..hiks.. Aku sedih sekali..hiks..hiks.."Malika terisak.


"Aduh..aduh.. Malika.. Diam dulu katakan kau sedih kenapa ??"


"Apa karna kau ditinggal Kenzo ??" terka Tasya.


"Atau kalian putus ??" Vanesa menambahi.


Malika hanya menggeleng pelan dalam isak tangisnya.


"Lalu apa ?? Kau lapar ??" Vanesa begitu frustasi.


"Aku pesankan makanan kalau begitu.." tasya buru-buru mengambil ponselnya.


"Bukan itu juga.."Malika semakin histeris.


"Ya sudah menangislah dulu.. Susah bicara dengan orang yang menangis.."Vanesa menggiring Malika untuk duduk.


"Sya ambilkan air putih.." perintah Vanesa.


"Iya..iya. "Tasya segera menuju dapur


"Sudah Nangisnya Malika.. Nanti matamu sembab.."Hibur Vanesa.


"Aku harus bagaimana Va..hiks..hiks.."tangis Malika lagi.


"bagaimana apanya sih Ma ?? Katakan yang jelas. Jika kau masih mau menangis menangislah.. Kami tunggu kau tenang" Tutur Vanesa.


.

__ADS_1


.


__ADS_2