Cinta Dalam Taruhan

Cinta Dalam Taruhan
Capter 28


__ADS_3

Ep 28


.


.


"Tolong !!! Tolong !! Tolong !!! Jangan !! Jangan !! Aku mohon !!!" Racau Malika dalam lelap tidurnya. Hingga beberapa kali dan Malika akhirnya terbangun.


"huh..huh..huh.."Malika mengatur nafasnya dengan mengusap wajahnya beberapa kali sembari memejamkan kedua matanya. Terus dan terus Malika membenahi nafasnya.


"Ya Tuhan.. Kenapa masih terus terbayang.. Aku harus bagaimana.."Gumam Malika sembari menundukkan wajahnya.


Dering ponsel Malika membuatnya terjengit hampir teriak.


Malika mengusap dadanya. "kufikir siapa" gumamnya lagi.


Perlahan Malika mengambil ponselnya dan segera menggeser layar hijau dilayar ponselnya.


"Halo.."


"Malika, kau belum tidur ??" Suara Kenzo terdengar.


Malika begitu terkejut, Bagaimana Kenzo punya nomer ponselnya ??


"Malika ?? Kau mendengarku ??" Suara Kenzo kembali terdengar.


"Oh..iya, Em.. Kau Kenzo ??" balas Malika.


"Iya.. Suaraku jelas sekali ya ??" Kenzo.


"Emm..Hanya menebak."balas Malika sekenanya.

__ADS_1


"Kenapa kau belum tidur jam segini ?? Apa kau tidak bisa tidur ?? Atau kau masih kefikiran Ari ??" Kenzo terlihat begitu kawatir.


"Tidak Ken.. Aku hanya terbangun tadi karna bunyi ponselku."sanggah Malika.


"Oww.. Benarkah ?? Maaf kalau begitu. Aku hanya kawatir denganmu jadi aku langsung menghubungimu." tutur Kenzo.


"Tidak apa.. Kau sendiri kenapa belum tidur jam segini ??" Tanya Malika balik.


"Aku baru menyelesaikan pekerjaan. Ya sudah, istirahatlah. Selamat malam."Balas Kenzo.


"Iya.. Terima kasih.."Panggilan terputus. Malika menngulas senyum tipisnya. Entah Kebetulan atau memang sengaja, Kenzo seolah tau jika Malika tengah tidak tenang malam itu.


"Kau pria idaman Ken.."Gumam Malika seraya membaringkan kembali tubuhnya.


Sementara diluar rumah Malika, ternyata Kenzo tengah duduk diam didalam mobilnya. Rasa kawatir yang menggunung membuat Kenzo nekat mendatangi rumah Malika tengah malam. Namun setelah memastikan Malika baik-baik saja, Kenzo memutuskan untuk pulang kerumahnya perlahan ia memutar kembali mobilnya.


Malika yang bisa mendengar deru suara mobil pun beranjak dari tempat tidur menuju Jendela, Dan Malika bisa melihat mobil yang memutar.


"Itu mobilnya Kenzo kan ?? Benarkah dia kemari ?? Tapi untuk apa ??" Malika sangat tak percaya dengan apa yang dilihat.


.


.


Liza dan Martius yang baru turun menyapa putra mereka yang terlihat begitu sibuk.


"Tumben kau bawa bekal kuliah Ken ??" tegur sang papa.


Kenzo menatap sekilas kedua orangtuanya.


"Ini bukan bekal kuliah pa.."balas Kenzo.

__ADS_1


"Pasti untuk kekasihmu ya ?? " terka Liza dengan senyum manisnya.


"Mama.."Kenzo tersipu.


"Memang dia belum sembuh ?? Boleh mama tau dia dirawat dimana ?? Mama mau menjenguk dia.."Tambah Liza yang duduk disisi Kenzo.


"Dia sudah dirumahnya ma.. Cuma dia hidup sendiri. Keduaorangtuanya sudah meninggal, aku fikir kasihan jika dia harus memasak dalam kondisinya yang masih lemah. Makanya aku buatkan makanan untuk dia sarapan."Terang Kenzo.


"kau seperhatian itu Ken ?? Ini sangat langka sekali.."timpal Martius.


"Namanya Cinta pa.."Tambah Liza.


"Mama.. Jangan bicara seperti itu. Kami tidak ada hubungan cinta,"Balas Kenzo


"Kenzo, kau fikir mama bodoh. Mana ada orang mau sampai seperti ini jika tidak ada rasa lain didalam sini.."Ucap Liza seraya menepuk dada sebelah Kenzo.


"Tentu saja ada ma.. Aku contohnya. Malika itu wanita yang sering membelaku dikampus jika ada yang mengejekku, Disaat banyak orang yang tidak mau dekat denganku, dia dengan sadar mau menjadi temanku."Terang Kenzo.


"Itu salahmu. Rubah penampilanmu itu, jadilah pria maco seperti pada umumnya."Ucap Martius seraya meneguk kopi kesukaannya.


"Penampilan tidak penting pa.. Karna ketulusan tidak akan bisa terlihat jika hanya dari penampilan."Balas Kenzo.


"Ya sudah, Ken berangkat dulu ma..pa.."Kenzo menyalami kedua orangtuanya.


"Kau tidak sarapan dirumah ??" Tanya Martius.


"Sudah tadi. Maaf tidak menunggu kalian. Aku takut kesiangan."Balas Kenzo.


"Anak mama keren sekali..."Liza memuji Kenzo.


Kenzo terkekeh mendengar pujian sang mama, ia pun langsung melenggang keluar.

__ADS_1


.


.


__ADS_2