
Ep 63
.
.
Kenzo berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan perasaan tak karuan.
Tiba didepan pintu Kenzo sudah bertemu dengan mama Liza.
Kenzo hendak langsung masuk namun segera pula dicegah mama Liza.
"Ma.. Malika kenapa Ma ?? Malika ku kenapa Ma ???!!"
"Tenang Ken.. Tenang dulu.. Malika sedang ditangani dokter.. Tenang ya sayang.."Mama Liza berusaha menenangkan Kenzo.
"Dia pasti kecapekan Ma.. Aku terlalu lalai menjaga dia.."tangis Kenzo.
Mama Liza mengusap punggung putranya perlahan
"Jangan menyalahkan diri sendiri dulu Ken..yang terpenting kita berdoa saja untuk kesembuhan Malika."
Tak lama pintu terbuka, hanya terlihat perawat yang keluar. Kenzopun langsung beranjak dan menghadang perawat itu.
"Istri saya kenapa sus ?? Kenapa belum keluar ??!!"
__ADS_1
"Maaf tuan. Istri anda muntah terus sejak tadi. Kami masih berusaha meredakan muntahnya. untuk lebih jelasnya tolong tunggu dokter ya.. Saya permisi.."Perawat itu berlari cepat mengambil infus dan beberapa alat kesehatan lainnya.
Kaki Kenzo seperti kehilangan kekuatan. Lemah dan kenzo pun langsung terduduk begitu saja dilantai.
"Ma..Malika Ma.."
"Iya Nak.. Malika pasti baik-baik saja.. Tolong yang kuat Ken.."Mama Liza ikut sedih mendengar penuturan Suster tadi.
Papa Martiuz yang baru datang segera menghampiri Kenzo dan merangkul.pundak putranya.
"Kuatlah Nak.. Istrimu pasti baik-baik saja."
Kenzo hanya menjawab dengan anggukan pelan.
.
.
"Sebelumnya saya ucapkan selamat pada anda tuan, istri anda sedang mengandung. Namun ada beberapa masalah serius dalam kondisi nona saat ini. Kandungan Nona Malika dinyatakan lemah, Bahkan Nona Harus mengalami fase serius diawal kehamilannya, yakni muntah tidak berhenti. Kami sudah memberi beberapa obat untuk menguatkan kandungannya, Nona diharuskan istirahat total dari segala aktivitas, bila perlu Nona harus memakai kursi roda untuk berjalan. Tapi jika memang Nona tidak sanggup dengan semua yang nantinya akan dirasakan selama kehamilan, Kami akan mengangkat janin Nona dan Tuan sebagai solusinya."Terang dokter.dengan jelas.
Air mata Kenzo lolos seketika, Apa yang harus ia rasakan. Bahagia atau sedih. Tuhan benar-benar sedang mengujinya kali ini.
Kenzo buru-buru mengusap air matanya saat Malika mengeliat dan mulai membuka matanya
"hubby.."Suara Malika terdengar lemah sekali.
__ADS_1
"Iya sayang. Kau sadar ?? Mau minum ??" Kenzo terharu sekali.
Namun Malika tidak menjawab, malah mulai mual kembali.
Dan..
Uweekk..
Uweekk..
Malika muntah hingga beberapa kali sampai-sampai tubuh Malika terasa lemas wajah Malika pucat sekali bahkan mengedipkan mata saja rasanya tidak bisa.
"Sayang.. Malika.. Malika.. Tetap sadar sayang.." Kenzo berusaha menyadarkam Malika.
"Kepalaku pusing sekali hubby.. Tubuhku lemah. Ada apa denganku hubby.."Malika bertanya. Suaranya nyaris tak terdengar.
Kenzo terdiam sesaat. Bagaimana ini ?? Apa Malika harus diberitau tentang kehamilannya ?? Tapi bagaimana dengan kondisinya yang lain dari pada yang lain sepert ini ?? Kenzo benarbenar bingung akan menjelaskan apa.
Tak lama terlihat mama Liza masuk bersama papa martiuz.
Mama Liza mendekati Malika dan mengusap kening Malika penuh kasih sayang. Mama Liza yang juga tau kondisi menantunys turut prihatin sekali.
"Bagaimana keadaanmu Nak ?? Mama bawakan sup kesukaanmu.."
"Malika..-"belum selesai Malika menjawab. Ia sudah kembali mual dan muntah.
__ADS_1
.
.