
Ep 38
.
.
Kenzo dan Malika masuk kedalam restoran beriringan dengan sesekali saling bicara dan tak sedikit mereka bercanda hingga Kenzo tidak sadar jika sang mama ada didalam restoran.
Liza yang melihat putranya dekat dengan wanita sangat senang sekali segera ia menghampiri sang putra.
"Kenzo.."sapa Liza.
"Mama.." Kenzo cukup terkejut. Tumben sekali mamanya datang kerestoran itu.
Sementara Malika yang memang sudah mengenal Mama Liza hanya menunduk memberi hormat dan salam. "Selamat siang Nyonya."
"hay kau karyawan restoranku kan ??" Liza langsung mendekati Malika.
"Iya Nyonya.."Balas Malika dengan senyum yang terus ia hiasi diwajahnya.
"Jadi dia wanita yang kau sukai Ken ??" Liza langsung to the point hingga membuat Kenzo dan Malika sangat terkejut. Sebab karyawan yang lain pasti bisa mendengarnya.
"Mama.."Kenzo menegur Liza.
"Jujur saja.. Mama tidak apa-apa.."Liza malah menggandeng lengan Malika, hal itu sungguh sesuatu yang membuat Jantung Malika hampir loncat dari tempatnya. Itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak terfikir oleh Malika selama ini.
__ADS_1
"Usiamu berapa ?? Kau tinggal dimana ??" tanya Liza penuh antusias.
"Em.. Saya seusia Kenzo nyonya."Malika ragu-ragu menjawab.
"Benarkah ?? Wah.. Jodoh berarti."Liza tersenyum lebar seraya menatap Kenzo.
Kenzo hanya bisa menggelengkan kepalanya beberapa kali. Mamanya sangat antusias sekali.
"Ayo.. Keruangan mama.. Mama masih mau bicara dengan kalian."Ajak Liza.
"Tapi Nyonya. Saya harus bekerja.."Malika menyela.
"Tidak usah kerja lagi. Kau kan pacarnya Kenzo, dan panggil mama, jangan nyonya. sudah ya.. Ayo..ayo.."Liza menarik Kenzo dan Malika. Semua karyawan melihat itu, Hingga gunjingan kembali mereka berikan untuk Malika.
.
.
"Jika kau memang belum siap aku akan bicara dengan mama dan papa.."Ucap Kenzo berusaha menenangkan.
"Bukan seperti itu Ken.. Tapi ini kan terlalu cepat. Bahkan baru kemarin kita jadian."Balas Malika.
"Maaf ya.. Mamaku terlalu berambisi agar aku segera menikah."Kenzo merasa sangat bersalah.
Malika menatap Kenzo. Terlihat gurat kesedihan diwajah Kenzo.
__ADS_1
"Aku belum mengenali perasaanku Ken..aku menerimamu karna taruhan.. Itu alasanku belum siap jika membicarakan hal serius dengan keluargamu.."batin Malika.
Setelah perjalanan panjang akhirnya mobil Kenzo berhenti didepan rumah Malika.
"Jangan terlalu difikirkan ya ucapan mamaku. Aku akan coba bicara dengan mama nanti."Ucap Kenzo seraya mengeluarkan kepalanya keluar jendela.
Malika buru-buru mengangguk. "Iya Ken.. Aku juga akan berfikir lagi. maaf ya, bukannya aku tidak serius, tapi kita masih harus saling mengenal lebih jauh agar kita tau kekurangan dan kelebihan kita satu sama lain.."
"iya. Kau benar.. Sudah masuklah.."Kenzo menerbitkan senyum dan malika pun segera masuk kedalam rumah.
Kenzo membuang nafasnya dengan kasar. Ia membuka kacamatanya dan meletakkannya dilaci mobil.
"Mama benar-benar membuatku pusing.. Kenapa dia ngebet banget menyuruhku menikah.."Gerutu Kenzo seraya menginjak pedal gas mobilnya.
Malika ternyata mengintip kepergian Kenzo, dalam hati ia cukup merasa sangat bersalah. Apalagi terlihat sekali ketulusan dAri sorot mata Kenzo.
"Huh.. Aku harus segera jujur sama Kenzo.. Dan segera mengakhiri semua ini.."gumam Malika yang memilih masuk kedalam kamarnya.
tiba dikamar dering ponsel Malika terdengar, meski nampak malas Malika tetap mengangkatnya. Tertera nama sahabatnya dilayar.
"Ada apa sya ??"
"Sudah aku kirim ya yang bagianku. Kau cek coba.."Ucap Tasya.
"oww. Iya. Sudah masuk. Thanks ya.."Balas Malika saat sudah ada notif uang masuk.
__ADS_1
"Ok.. sampai jumpa besok.." panggilan mereka diakhiri. Malika hanya terus menatap nominal yang tertera dilayar ponselnya dengan fikiran yang begitu berkecamuk.
.