
Ep 34
.
.
Kenzo sangat waspada sekali. Ia menatap satu persatu pria kekar yang mengepungnya. Semua wajah asing, Kenzo sama sekali tidak mengenal mereka.
pria yang bertopi dan berkaca mata maju kedepan menatap Kenzo dengan lekat. "Kau kah yang bernama Kenzo ??"
"Iya. Ada apa kalian menghadangku ??"Kenzo pun membalas. Pria itu nampak menyeringai
"Untuk menghabisimu. Serang dia !!!" perintah pria itu. Ia mundur dan mempersilahkan semua pria kekar itu menyerang Kenzo.
Pertarungan sengit terjadi. Malika dapat melihat bagaimana kuatnya para pria kekar yang mengepung Kenzo.
Kenzo terlihat tak gentar maupun takut. Ia terus melawan dan tak segan Kenzo menggunakan Belati kecilnya.
Tendangan pukulan sudah Kenzo berikan, bahkan sayatan belati telah melukai beberapa pria kekar itu, namun Seolah tak memiliki rasa sakit, pria-pria kekar itu terus menyerang Kenzo.
"Apa kulit mereka terbuat dari kulit badak, kenapa sulit sekali.."Gumam Kenzo.
Kenzo yang lengah terkena tendangan dari belakang, tendangan itu cukup kuat sekali hingga kenzo tersungkur seketika.
"Kenzo !!!" Malika menutup mulutnya dengan air mata yang berderai. Batu saja Kenzo akan bangun, ia sudah ditendang kembali oleh rekan pria kekar yang lain.
Daggg !!
dagg !!
__ADS_1
Malika semakin tidak tega. Seolah rasa takutnya sudah hilang, Malika segera keluar dari mobil dan berlari hendak melindungi Kenzo.
"Hentikan !!! Kenzo.."Malika berlari dan terduduk membantu Kenzo yang sudah kesulitan berdiri akibat tendangan yang bertubi-tubi.
"Aakkh.. Malika.. Kenapa kau keluar ?? Segera pergi dari sini.."Ucap Kenzo seraya memegangi dadanya. Darah segar sudah mengalir dari sudut bibirnya.
"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu begitu saja. Kau terluka Ken.."Malika menangis dengan mengusap darah dibibir Kenzo.
"Wah.. Ternyata kau bawa wanita ya ??" Ucap pria berkaca mata itu.
Kenzo menarik Malika kebelakangnya. Kenzo menatap tajam pria berkaca mata itu.
"Sebenarnya apa masalahmu denganku ?!! Aku tidak mengenalmu!!?" Kenzo
"Kita memang tidak saling kenal.. Tapi aku dapat tugas untuk mematahkan kaki dan tanganmu. habisi dia dan wanitanya sekarang !!!!" Teriak pria berkaca mata itu.
"Malika Lari !!!" Kenzo berkata demikian seraya menghadang pria kekar yang menyerangnya.
Dan..
Doorr..
Pria-pria kekar itu tumbang seketika saat beberapa timah panas bersarang ditubuh mereka..
Malika membuka kedua matanya. Ia fikir dirinya yang terkena peluru ternyata ia salah. Mata Malika membelalak saat semua pria kekar yang menyerang Kenzo tumbang.
"Sialan !! Siapa yang menggangguku !!!" Teriak pria berkaca mata itu.
"Kau belum jera ya Hadi. Apa perlu matamu yang satu aku congkel lagi ??!!" Suara familiar terdengar.
__ADS_1
Kenzo mengulas senyumnya. Bantuan datang tepat waktu.
Malika bisa melihat 3 pria dewasa yang mendekat.
"Revandra.."Gumam pria berkaca mata itu.
"Kau masih mengenaliku rupanya. ingat usia Hadi. Apa kau mau mati menjadi penjahat ??" Ucap Revandra.
"Sialan kau Vandra !! Kenapa kau selalu ada dimana-mana !!" umpat Hadi.
"Wah.. Kau benar-benar sudah pikun. Kau lupa aku siapa ??"Balas Revandra.
Pria bernama Hadi itu langsung pergi begitu saja.
"Itu.. penjahatnya kok dibiarkan pergi ??!!" Malika.
"Tenanglah Nak.. Dia tidak akan mengganggu kau lagi.."Balas Revandra.
"Terima kasih paman sudah membantuku."kenzo mendekati Revandra. "Paman Romi.. paman Yohan terima kasih." dua asisten Revandra hanya membalas dengan mengangguk
"Astaga.. Kau sudah dewasa sekali ya.."Balas Revandra seraya menepuk pundak Kenzo.. Kenzo hanya mengulas senyum.
"Ya sudah. Segeralah pulang. Sampaikan salamku pada Mama dan papamu ya.."Ucap Revandra.
"Paman tidak mau ikut aku main kerumah ??" Tanya Kenzo.
"Tidak mau. lain kali saja. Kau pasti juga akan mengantar kekasihmu kan.."Revandra melirik Malika.
Kenzo hanya tersenyum. Pria bernama Revandra dan kedua asistennya itu.
__ADS_1
.
.