
Ep 16
.
.
.
Melihat dokter keluar dari ruang UGD kenzo segera berlari mendekat.
"Dokter. Bagaimana kondisi Malika ??" Tanya Kenzo.
"Untung saja rumah sakit masih menyediakan obat penawar perangsang yang dikonsumsi Nona Malika, jadi tidak terlambat."balas Dokter.
"Perangsang ?? Maksudnya ??" Kenzo masih tak faham.
"Nona Malika mengkonsumi Obat perangsang Tuan.."Balas dokter lagi.
"Apa ???"Kenzo sama sekali tak percaya. Kenzo yakin sekali pasti ini kelakuan Ari. Tangan Kenzo sampai terkepal kuat sekali.
Lamunan Kenzo teralihkan saat Melihat Brankar keluar dimana Malika terbaring dengan mata terpejam untuk dipindahkan diruang rawat.
.
.
Kenzo setia menunggu disisi Malika yang masih terbaring dengan selang infus ditangannya. Wajah pucat Malika begitu membuat Kenzo prihatin sekali.
Ketukan pintu terdengar dan Kenzo segera menjawab untuk masuk.
Terlihat Vanesa dan tasya berlari mendekati dimana Malika berada.
"Kalian tau dari mana Malika disini ??" Tanya Kenzo.
"Aku tadi bertanya mamamu, katanya kau menolong seseorang dan Sopirmu bilang kau membawa gadis muda, Aku yakin tujuanmu kerumah sakit setelah mendapat penjelasan dari sopirmu."Terang Tasya.
__ADS_1
"Ya ampun Malika... Bagaimana bisa sampai begini ??" Vanesa memegangi tangan Malika.
"Siapa yang melakukan ini sama Malika Kenzo ??" tasya langsung menatap Kenzo.
Kenzo terdiam sesaat.
"Ari.."balas Kenzo lirih.
"What ???"Vanesa sama sekali tidak percaya.
"Ari ?? Kenapa dia melakukan hal seperti ini pada Malika ???" tasya bertanya.
"Aku juga tidak tau.."balas Kenzo lagi.
Vanesa menatap nanar Malika, Wajah lebam dan nampak pucat. Sangat memprihatinkan.
"Malika.. Bangunlah.."Vanesa sedih sekali melihatnya.
.
Malam semakin larut, Tasya dan Vanesa masih ada dirumah sakit.
"Kalian pulanglah. Biar aku yang jaga Malika."Ucap Kenzo saat baru masuk, nampak ia menenteng kantong plastik berisi air mineral dan beberapa roti.
"Kau tidak pulang ??" tanya Vanesa.
"Kalian saja."balas Kenzo.
"Baiklah.. Titip Malika ya, terima kasih sudah menolong dia. Dia tidak punya siapa-siapa disini.."Ucap Vanesa dengan kesedihan.
"Iya. Kalian tenang saja."Kenzo tersenyum tipis.
Vanesa menatap nanar Malika. "cepatlah bangun, besok kita akan kesini lagi.."Bisik Vanesa.
Lalu keduanya, berpamitan pulang. Berganti Kenzo yang duduk disisi Malika.
__ADS_1
.
.
Matahari sudah meninggi hingga bias cahayanya mmenerobos masuk kedalam ruangan rawat Malika dan mengenai wajahnya.
Saat membuka mata, Malika merasakan kepalanya yang begitu sakit sekali. Sesekali ia memijit pelipisnya, lalu meneliti tempat dimana ia berada.
Pertama yang Malika lihat adalah tangannya yang diinfus, Malika yakin sekali jika ia ada dirumah sakit.
Lalu Malika kembali melihat sekeliling dan terlihat Kenzo tertidur disofa panjang tepat disisi Malika berbaring.
"Kenzo.."Gumam Malika lirih.
Dan seketika, semua bayangan yang terjadi kemarin terlintas diingatan Malika.
Seketika Malika mendekap dadanya. Mimpi buruk yang begitu menakutkan sekali. Ia sangat ingat betul bagaimana Kenzo datang menolongnya.
Dengan mata berkaca-kaca Malika menatap Kenzo.
"Bagaimana bisa ada orang sebaik dia.."gumam Malika.
Tak lama terlihat Suster masuk guna mendatangi Malika.
"Selamat datang Nona.. Bagaimana rasanya badannya ??" tanya suster.
"Masih lemah sus, "balas Malika.
"kita periksa ya.."Suster mulai memeriksa.
"Sus apa pria yang tidur itu yang membawa saya ??" Tanya Malika.
"Iya Nona..Dia juga yang menjaga Nona sejak baru datang."tutur sang suster.
Malika kembali menatap Kenzo yang masih terlelap Dengan tatapan begitu dalam sekali.
__ADS_1
.
.