
Ep 55
.
.
.
Acara pernikahan Malika dan Kenzo benar-benar sangat meriah sekali. Bahkan disiarkan langsung dibeberapa stasiun televisi sesuai keinginan Mama Liza yang memang anggota sosialita.
Tamu undangan yang termasuk dari rekan bisnis Martiuz dan juga mama Liza memadati gedung besar yang sudah disulap sangat megah dan mewah itu.
Dengan berbalut gaun berwarna Lavender muda yang bermandikan payet serta berlian dibagian belakangnya, Malika menjadi pusat perhatian para tamu saat Malika dan Kenzo menyusuri karpet merah yang disediakan menuju singgasana megah mereka.
"Kenzo.. Aku gugup sekali.."Bisik Malika.
Kenzo memang bisa merasakan tangan Malika yang dingin. "tenanglah.. Aku tidak akan melepas tanganmu.. Atur nafasmu naik turun perlahan." balas Kenzo.
Malika menurut hingga beberapa kali ia lakukan.
Mama Liza tersenyum penuh kepuasan sekali. Saat semua rekan kerjanya memuji kecantikan Malika.
"Jeng Liza.. Menantumu benar-benar seperti bidadari.. Cantik sekali.."Puji salah satu teman sosialita mama Liza.
"Owww.. tentu saja.. Dia juga baik loh, nggak matre lagi.."Balas Mama Liza dengan percaya diri dan kembali menatapi Kenzo serta Malika yang mulai menyalami tamu undangan.
__ADS_1
.
.
Malam semakin larut, pesta megah pun telah usai. Vanesa serta tasya juga sudah berpamitan pulang sejak tadi.
Malika pun digiring Kenzo menuju kamar pengantin mereka.
"Kau lelah ya ??" tany Kenzo saat melihat wajah Malika yang sudah cemberut.
"Sedikit.. Tapi..- Eee.. Ken !!!" malika terkejut bukan main saat Kenzo tiba-tiba mengangkat tubuhnya.
"Shutt.. Jangan berisik. Nanti dikira aku membuka bajumu disini."Goda Kenzo.
Hingga Malika memilih menyembunyikan wajahnya didada bidang Kenzo. Terasa nyaman sekali yang Malika rasakan.
Malika diturunkan saat mereka sudah memasuki kamar yang dihias tak kalah indah dari dekorasi luar. wangi aromaterapy serta nyala lampu remang-remang menambah kesan romantis khas pengantin baru.
"Ken.. Apa ini juga mama yang menyiapkan ??" tanya Malika.
"Iya. Maaf ya jika berlebihan. Mama terlalu senang karna aku mau segera menikah."Balas Kenzo
"masalahnya bukan itu Ken.. Aku hanya takut tidak bisa menjadi menantu yang baik untuk mama.."Ucap Malika mengungkapkan perasaannya.
Kenzo memutar tubuh Malika hingga keduanya saling tatap. "Jadilah dirimu sendiri. Ungkapkan jika kau merasa tidak suka, dan tolaklah jika kau memang merasa tidak cocok. Menjadi diri sendiri jauh lebih baik dari pada kau menjaga perasaan mama. Jangan karna kau merasa tidak enak, apapun permintaan mama kau turuti. Jika kau merasa keberatan katakan saja. Mama bukan tipikal wanita yang gampang marah."
__ADS_1
"Akan aku coba.. Semoga aku bisa diandalkan.."Balas Malika.
Kenzo mengembangkan senyumnya lalu memeluk Malika dengan erat. Dia sendiri masih tak menyangka jika ia akan menikahi Malika. Wanita yang berhasil menempati hatinya.
"Oh Ya Ken. Mama bilang ada sesuatu didalam lemari pakaian yang harus kita lihat."Ucap Malika.
"Apa ??" Kenzo yang memang tidak tau bertanya.
"Kita lihat dulu.."Ajak Malika yang berjalan lebih dulu menuju lemari. Malika membuka lemari itu dan terlihat kotak berwarna emas disana.
Segera Malika mengambilnya.
"Apa ya isinya ??" tanya Malika seraya menatap Kenzo.
"Aku tidak tau. Mama tidak mengatakan apapun padaku."Balas Kenzo. Keduanya lalu duduk diatas ranjang membuka kotak emas itu.
Alis Malika bertaut menjadi satu saat melihat isi kotak emas yang sudah ia buka.
"Kenzo.. Ini kan Lingery ??"Malika mengangkat baju jaring seksi dari sang mama.
"Ini lingery pria ya..??" Malika mengambil satu lagi. Tapi yang satu ini seketika membuat mata Kenzo hampir loncat dari tempatnya.
.
.
__ADS_1