
Ep 19
.
.
.
Kenzo hanya tersenyum tipis saat mengingat ucapan sang mama barusan. "membawa dia pulang ?? Memangnya kami pacaran apa.. Huh.. Mama ada-ada saja.."gumam Kenzo hendak membalikkan tubuh untuk kembali masuk keruangan rawat Malika.
Namun ternyata dua teman Malika bersamaan keluar. Hingga Kenzo memilih mengalah dan menghentikan langkahnya.
"Kalian mau kemana ??" tanya Kenzo sembari membenahi kacamatanya.
"Kami harus kuliah. apa kau tidak kuliah juga ??" balas tasya.
"Aku cuti untuk hari ini. Kasihan Malika jika sendirian."Timpal Kenzo
"Sebenarnya kemarin Ari ngapain Malika sih Ken..?? Kenapa Malika terlihat begitu ketakutan seperti itu ?? Kami sangat kawatir sekali dengan kondisi Malika " Luapan rasa penasaran dilontarkan Vanesa.
Kenzo tertunduk sebentar, ia menghela panjang nafasnya. Sebenarnya Kenzo tak mau mengingat kejadian itu, namun biar bagaimana pun kedua teman Malika ini berhak tau juga.
"Aku tidak tau kenapa. Tapi Ari hendak melecehkan Malika. Bahkan Ari dengan sengaja memberi Malika obat perangsang. Untung saja kemarin masih ada penawarnya, kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi padanya."terang Kenzo.
__ADS_1
"Astaga.. Ari benar-benar sudah gila. aku sama sekali tidak pernah menyangka." respon Tasya.
"Apa motif pria itu ??" Vanesa mengutarakan lagi keingintahuannya.
"Untuk itu pun aku juga tidak tau. Em.. Aku mohon kalian berdua jangan bahas hal ini ya dihadapan Malika. Dia masih terlihat ketakutan dan sangat trauma."Pinta Kenzo.
Vanesa dan Tasya pun setuju dan mengangguk mengiyakan.
Lalu Vanesa dan tasya berpamitan pergi.
Setelah kepergian mereka, Kenzo pun langsung masuk kedalam.
"Loh, kau tidak kulian Ken ??" Tegur Malika.
"Kenapa ?? Karna aku ?? Kau seharusnya tidak perlu sampai seperti itu.."Tutur Malika.
Kenzo menerbitkan senyumnya lalu duduk disisi Malika.
"Tidak juga. Aku sedang ingin istirahat kok."
Malika hanya terdiam. Sosok Kenzo yang begitu sangat diremeh kan banyak orang ternyata sangat pandai bela diri dan begitu jantan.
Ditatap malika intens membuat Kenzo salah tingkah, Kenzo bahkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menutupi rasa malunya.
__ADS_1
Seketika senyum Malika terbit, Kenzo berubah kembali menjadi polos dan culun. Kenzo melirik sekilas saat Malika tersenyum hingga Kenzo turut tersenyum.
"Kau tau, aku rasa kau punya kepribadian ganda."Ucap Malika.
"maksudnya ??" kenzo menberanikan diri menatap Malika.
"Jika orang melihatmu saat ini, mereka pasti meremehkanmu seperti pria bajingan itu. Tapi jika orang melihat kekuatanmu saat melawan pria bajingan itu, Aku rasa banyak orang yang akan menjadi takut padamu."Tutur Malika.
"Ah.. Kau terlalu berlebihan."Kenzo tertunduk Malu.
"Aku hanya heran. Kenapa selama dikampus kau selalu mengalah dan terima saja saat dibully Ari ?? Bahkan kau dengan suka rela memberikan uangmu saat Ari dan rombongannya meminta padamu ??"Tanya Malika mengungkapkan rasa ingin taunya.
Kenzo terdiam sesaat. Lalu kembali mengangkat wajahnya.
"Aku tidak mau pamer kemampuan Malika. kampus itu tempat belajar. Dan lagi, Aku hanya ingin tau sampai dimana pria itu membullyku."Balas Kenzo.
"Jadi selama kau pura-pura mengalah ??" Terka Malika.
"Pura-pura sih tidak. Aku hanya tidak.mau ada keributan."timpal Malika.
"Lalu bagaimana dengan saat kau menolongku ?? Kau begitu berani mrnghajar Ari sedemikian, Kau tau dari mana Jika Ari membawaku ketempat itu ??"Rentetan pertanyaan seketika membuat Kenzo bungkam. Akan dijelaskan atau tidak yang sebenarnya, Kenzo terus memutar otaknya berusaha mencari alasan agar Malika percaya.
.
__ADS_1
.