
Ep 13
.
.
Sepeninggal Kenzo, Tasya langsung menghubungi Vanesa.
"Ada apa sya ?? Jadi mau kerestoran Malika ??" tanya Vanesa saat panggilan sudah terhubung.
"Ini gawat Va, Malika sudah pulang tapi belum sampai dirumah. Barusan Kenzo kerumahku meminta nomer ponsel Malika, Dia begitu kawatir sekali. Soalnya Seharusnya malika sudah tiba dirumah."terang Tasya.
"Apa ??!! Tumben sekali dia sudah pulang ?? Biasanya kan sampai malam ??!"Vanesa ikut kawatir.
"Aku juga tidak tau.. Kita bantu kenzo cari Malika yuk, aku lumayan kawatir ini.."ajak Tasya.
"Ok..ok.. kau kerumahku ya, mobilku sedang diservis soalnya."balas Vanesa.
"Baiklah.."Tasya mengakhiri panggilannya dan berlari menuju mobilnya.
.
.
Sementara Kenzo memutar Gas sepeda motornya dengan kecepatan tinggi sekali. Ia baru saja menemukan titik dimana keberadaan Malika. Tanpa diketahui orang-orang, Kenzo juga bisa meretas hanya dengan nomer ponsel yang tadi dimintanya dari tasya.
Tak disangka sama sekali, Jika Plat mobil Ari yang berhasil terlacak setelah keberadaan Malika ditemukan.
__ADS_1
"Tuhan.. Aku mohon lindungi Malika.."Gumam Kenzo yang terus melajukan sepeda motornya bak orang kesetanan.
.
.
Sementara Ari sudah mulai membuka pakaian Malika mulai dari atas. Ia menciumi wajah Malika yang masih tak sadarkan diri.
"Bro.. Kau yakin mau memperkosa Malika ??"tanya salah seorang temannya Ari yang masih berjaga disitu.
"tentu saja. Supaya dia tau siapa aku, dan dia bisa bersedia menjadi pacarku."balas Ari.
"Gila memang kalau sudah cinta..tapi bagaimana jika Malika malah membencimu ?? Aku yakin sekali Malika ini masih perawan, soalnya aku sudah hafal betul mana wanita perawan mana bukan."ucap yang lain lagi.
"Aku tidak peduli. Asal aku menanam benih dirahimnya. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa." seringai Ari. Entah setan apa yang merasuki pria itu. Sejak lama Ari sudah menyukai Malika, namun Malika selalu saja menolak dirinya, bahkan dengan suara yang tak enak didengar. Itulah sebabnya mengapa Ari begitu berambisi ingin mendapatkan Malika dengan berbagai cara.
"Kau butuh ini sepertinya."Salah satu teman Ari melempar sebuah pil pada Ari.
Ari pun kembali menyeringai.
"paksa masukkan dimulut Malika dan kau juga. Agar kalian bisa bercinta sampai pagi. Kita pulang dulu, nikmati keperawanan Malika.."pamit mereka.
"Kalian benar-benar teman yang bisa diandalkan."Balas Ari.
Seperginya keempat temannya, Ari segera menutup pintu losmen. Ia pun tanpa menunggu apapun langsung menelan satu pil dan dengan paksa ia memasukkan pil satu lagi kemulut Malika yang tertutup.
Untuk berjaga saat Malika sadar, Ari sudah mengikat kedua tangan Malika pada ranjang serta kaki Malika juga terikat sempurna.
__ADS_1
Saat Ari memaksa Memberikan.minum pada Malika, seketika pula Maliks terbatuk-batuk karna paksaan air yang masuk kerongga tenggorokannya.
uhukkk !!
Uhuukk !!
Uhukk !!
Saat mata Malika terbuka sempurna, Ia sangatlah terkejut dengan kondisinya yang hanya tinggal dalaman saja. Dengan kaki dan tangan yang terikat.
"Aku dimana ?? Aku dimana ini.."Malika mengedarkan mata. Dan terhenti tepat dimana Ari berdiri dengan bertelanjang dada.
"Hay baby..Kau sudah sadar ??"sapa Ari dengan senyumnya.
"Kau mau apa Ari ??!! Lepaskan aku !!! Lepas !!!" Ronta Malika berusaha sekuat tenaga.
"Pasti nanti aku lepaskan. Tapi kita senang-senang dulu ya.. Sayang dong kita sewa losmen kalau tidak untuk senang-senang."seringai Ari ia kemudian.mendekati Malika.
Mulai menggerayangi tubuh Malika yang hampir polos itu.
"Jangan sentuh aku Ari !!! Awas saja kau berani menyentuhku pria brengsek !!!" umpat Malika.
Plakkk !!!!
.
.
__ADS_1
.