Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Rencana ultah rani


__ADS_3

Restauran


"Tan, makan siang ini kita izin ke CF nya rani ya? Kan bentar lagi rencana ultah nya rani," ucap hana.


"Oh iya, gue lupa ya." Intan menepuk jidatnya.


"Yaudah, gue siap siap sekalian izin bareng" balas hana.


"Iya, gue siap siap juga."


"Kalian mau kemana? gue ikut dong." Deni ingin ikut Hana dan intan pergi.


"Ini urusan cewek, lu gak usah ikut."


Deni memanyunkan bibirnya


Hana dan intan tertawa melihat nya.


"Nanti deh, kita ke ultah nya rani ajak lu ya nanti kita sampein ke rani."


"Iya, sekarang kan masih rencana nya."


"Hmm yaudah."


"Bye Deni, gue izin sama pak rendi dulu ya."


"Ayo han," lanjut nya.


tok tok...


"Masuk!"


cklek


"Permisi pak." Intan masuk di ikuti oleh hana dibelakang nya.


"Eh tan ada apa? silahkan duduk dulu." Pak Rendi mempersilahkan.


"Gak usah pak, saya kesini sama hana cuma mau izin keluar, tapi sepertinya gak balik lagi."


"Mau kemana tan? Apa ada masalah lagi biar saya antar ya?"


"Gak usah pak, saya sama hana bawa motor kok lagian deket sini juga," tolak intan.


"Hm baiklah, hati hati ya tan." Rendi kecewa, karena lagi lagi intan menolak tawaran nya.


"Iya pak, makasih. Kalau begitu saya permisi."


Pak rendi pun mengangguk.


Diluar..


"Han, lu bareng gue aja yah pakai motor satu gue bonceng deh."


"Iya tan kan gue tadi kesini nebeng deni."


"Yaudah ayo."

__ADS_1


"Berangkat...." Ucap mereka barengan dan tertawa.


Di CFfebrian


"Jadi lu udah tahu ar?"


"Iya co, dia udah tahu kelakuan jeni selama ini."


"Kenapa juga kalian gak bilang ke gue, kalau udah tahu."


"Iya kita pengen nya lu tahu sendiri ar."


Rani datang menghampiri kakak dan teman kakak nya.


"Hai kak, rani nungguin teman rani disini ya," ucap rani tersenyum dan itu membuat alex terdiam menatap wanita yang ia cintai.


"Iya gak apa dek, kamu bareng kita aja.


Mumpung kalian disini juga rani kan minggu depan ulang tahun, jadi kalian datang ya."


"Iya kak alex sama kak ardi datang ya?"


"Kita pasti datang, iya kan lex?" Ardi menyenggol lengan alex yang dari tadi menatap rani.


"Aaa iya kita bakal datang."


Intan dan hana pun sampai.


"Itu rani ayo tan," ajak hana.


"Oh iya lupa," nyengir hana.


"Rani ....."teriak hana


"Hana, intan sini."


Intan belum menyadari seseorang yang menatap dirinya.


"Ayo tan cepat."


"Iya bentar han."


Setelah sampai mereka berpelukan.


"Hai kak rico dan kak ..


"Alex"


"oh kak Alex kalau ini siapa?" tanya hana pada Ardi.


"Ardi"


"Kak ardi hai aku hana."


Ardi mengangguk tersenyum sambil melirik ke arah intan.


Intan yang melihat seorang didepan nya kaget, tapi ia mencoba untuk tenang dan menunduk.

__ADS_1


"Tan, kamu kenapa?" Tanya rico


"Eh e aaku gak apa kak"


"Lu kenal co?" Tanya Alex


"Kan teman adek gue, ya gue kenal lah lex namanya intan."


'oh namanya intan' batin ardi


KTP yang Ardi ambil belum ia lihat namanya, hanya ia simpan untuk jaga-jaga.


"Hai intan, aku alex." Mengulurkan tangannya.


"Aa iya kak alex, intan." Menerima uluran tangan alex tetap melirik ke arah Ardi.


"Gimana kalau sekalian aja dek rencana ultah nya kita obrolin disini?"


"Iya kak, bolehkah hana, intan?" Tanya Rani.


Intan dan hana pun mengangguk setuju.


"Em Rani, gue ke toilet sebentar ya permisi."


Melihat itu ardi juga berdiri.


"Gue mau ke toilet juga."


Hana Rani Alex dan Rico melihat itu bingung


"Apa mereka saling mengenal?" Tanya rico


"Gue gak tahu co."


"hm kita juga gak tahu kak, iya kan ran?"


Rani mengangguk.


Di toilet


"Ternyata dia sahabat nya kak rico, mampus gue."


"Oke tarik nafas, buang. Huhhh" Intan menenangkan diri nya.


Keluar dari toilet tiba tiba ada yang mencekal tangan nya, danan itu membuat intan kaget.


"Masih ingat kan, dengan saya?" Tanya nya.


happy reading guys


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2