
Waktu sudah menunjukkan pukul 04:00 subuh, intan bangun mandi siap siap untuk sholat. Tapi bentar, intan ingat seperti nya tadi malam di mobil tapi kenapa sekarang berada di kamar?
Ah sudah lah nanti ia tanya ke mamanya.
Tak terasa sudah jam setengah tujuh, waktunya sarapan dan siap bekerja.
Di meja makan
"Ciee yang semalam di gendong sama pangeran nya" goda aina
"Apaan sih ai" ucap intan
"Iya nak, semalam itu nak Ardi yang gendong kamu sampai ke kamar" ucap ibu
'apa benar sih dia yang menggendong ku semalam' batinnya.
"Ga usah mikir kak, aina setuju kok kalau kakak sama kak Ardi, dia ganteng loh cocok sama kakak yang cantik ini" ucap aiyna
"Apa ai, udah jangan goda kakak kamu terus siap siap sana apa kamu gak kuliah?" ucap ibu
"Aina lagi gak ada kelas pagi Bu, jadi aina bantuin ibu jaga warung" balas aina
"Yaudah Bu, yah. Intan berangkat dulu ya, assalamu'alaikum." Intan pamit berangkat kerja.
"Seperti nya mampir bentar di taman seru juga, sekalian nenangin pikiran" ucap intan
Di taman
"Huhhh seger banget suasana di taman udah lama gak kesini," ucapnya sambil memejamkan mata dan akhirnya intan di kejutkan dengan suara seseorang.
"Intan, kamu disini?" ucap orang itu
Seperti nya suara nya tidak asing? pelan pelan intan membuka matanya.
__ADS_1
"kak arlan, kenapa kakak disini? bukan nya kakak di luar negeri?" tanyanya masih terkejut
Anggap ini yah mereka ketemu.
"Hehe intan, ini tempat umum dan aku udah menetap disini meneruskan usaha papa yah walaupun sambil jadi dokter" ucap Arlan memang benar dia juga seorang dokter dan meneruskan usaha papa nya.
"Hebat dong kak kalau gitu, intan berangkat kerja kak permisi" ucap intan
"intan tunggu! apa kamu masih belum menerima ku" tanya Arlan.
"Kak, aku sebenarnya- aku"
"Gak apa intan, kamu gak perlu jawab sekarang kakak tunggu jawaban kamu nanti" ucap nya pada intan lalu pergi.
" Arlan? kenapa intan tidak menjawab nya kalau dia sudah punya calon suami? kenapa intan tidak menjawab jujur? apa intan juga menyukai nya?" ucap seseorang mengepal tangan nya yang melihat intan bertemu arlan di taman, karena ia juga mengenal Arlan
"Ya ampun, kenapa aku tidak menjawab nya tadi" ucap intan merutuki dirinya
"hah? mas ardi, sejak kapan mas disini?" tanya intan
"Ck tidak perlu tahu sejak kapan aku disini, apa kamu menyukai nya?" tanya ardi lagi
"Aku udah telat, aku berangkat kerja dulu" ucap intan lalu pergi
Ardi yang ditinggal intan begitu saja sangat marah.
"Apa dia benar benar menyukai Arlan?" ucap nya lagi setelah kepergian intan
"Kenapa juga aku mikirin dia, apa urusanku? Lagian mau dia punya pacar atau tidak itu terserah, aku kan menikah dengannya karena menghindari perjodohan mama" ucapnya lalu juga pergi meninggalkan taman.
Di kantor
__ADS_1
"Halo calon pengantin" goda Alex
tapi hanya ditatap oleh ardi.
"Lu sebenarnya kenapa sih ar?" ucap Alex
"Lu gangguin gue aja lex, gue pusing." Jawab Ardi
"Makanya lu cerita sama gue, lu kenapa?" ucap Alex
Lalu Ardi menceritakan semua nya
"APA... Arlan teman SMA kita itu?" tanya alex terkejut dengan yang diceritakan sahabat nya bagaimana tidak arlan yang dulu di SMA juga mencintai Jeniffer pacar dari Ardi.
"Gak usah terkejut gitu deh lex," ucap Ardi
"Gue heran aja mereka kenal dimana ya?" ucap Alex mikir
"Entahlah, gue bingung. Udah sono lu keluar dari ruangan gue" usir Ardi
"Gak usah marah marah terus dong bos, nanti belum nikah udah tua aja tuh muka" goda Alex langsung kabur keluar.
"Sialan lu lex" ucap Ardi lagi
Apakah sebentar lagi Ardi melamar intan?
lamar author dong bang ardi hihi
happy reading guys
.
.
__ADS_1
.
bersambung 💃💃💃